Katalin Karikó dan Drew Weissman berhasil memenangkan Nobel di bidang kedokteran untuk vaksin mRNA pada Senin (2/10). Mereka menyabet hadiah bergengsi atas penelitian yang mengarah langsung pada penemuan vaksin mRNA pertama untuk memerangi Covid-19.
Dikutip dari laman University of Pennsylvania, setelah pertemuan yang tidak disengaja di akhir 1990-an, Karikó dan Weissman mulai menyelidiki mRNA. Katalin Karikó yakin penelitiannya tentang mRNA akan berhasil, meskipun sebagian besar orang di sekitarnya meragukannya.
Berikut profil Katalin Karikó dan cerita perjuangannya menjadi salah satu ilmuwan perempuan kelas dunia.
Profil Katalin Karikó
Profil Katalin Karikó/ Foto: Encyclopedia Britannica |
Dilansir dari womenshistory.org, Katalin Karikó lahir pada 17 Januari 1955 di Kisujszallas, Hongaria. Ayahnya merupakan seorang penjual daging. Sedari kecil, Karikó telah menunjukkan ketertarikannya pada profesi ilmuwan.
Dia memperoleh gelar PhD di University of Szeged dan bekerja sebagai rekan pascadoktoral di Pusat Penelitian Biologi. Dia pun mulai menekuni mRNA, skrip genetik yang membawa instruksi DNA ke mesin pembuat protein di setiap sel.
Akan tetapi, ketekunannya tersebut terhambat karena program penelitian di universitas setempat kehabisan uang pada 1985. Kemudian, Karikó memutuskan untuk pergi dari Hongaria dan mengejar karier di bidang akademis. Masih di tahun yang sama, Karikó menikah dengan insinyur Bela Francia. Mereka mempunyai seorang putri bernama Susan.
Dua tahun setelahnya, Karikó mendapatkan tawaran beasiswa pascadoktoral lain dari Temple University di Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Dia memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut.
Namun, jalan studinya ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Hongaria hanya membolehkan keluarga tersebut membawa 100 USD ke luar negeri. Angka tersebut tentunya tidak cukup bagi suatu keluarga untuk memulai hidup baru di perantauan. Supaya bisa bertahan, keluarga kecil itu harus menjual mobil mereka di pasar gelap.
Setibanya di AS, Karikó bekerja hingga tidak kenal waktu, sampai terkadang tidur di laboratorium. Di samping itu, suaminya mengelola sebuah kompleks apartemen, sedangkan Susan tumbuh menjadi anak yang berprestasi di bidang olahraga dayung.
Pada 1989, Karikó bergabung dengan Fakultas Kedokteran University of Pennsylvania sebagai asisten profesor peneliti. Walaupun posisi tersebut terbilang rendah di bidang akademis, tetapi dia tidak menyerah.