Pilu! Remaja Perempuan Korban Pemerkosaan 11 Pria di Sulteng Terancam Kehilangan Rahim, Ini Sederet Faktanya

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 30 May 2023 09:30 WIB
Pilu! Remaja Perempuan Korban Pemerkosaan 11 Pria di Sulteng Terancam Kehilangan Rahim, Ini Sederet Faktanya/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi hal yang mengkhawatirkan di Indonesia. Baru-baru ini, kabar pilu datang dari seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tenggara, terancam kehilangan rahim akibat menjadi korban pemerkosaan oleh 11 pria.

Saat ini, korban disebut menderita tumor dan rahimnya terancam diangkat. Kondisi korban diungkapkan oleh pendamping hukumnya dari UPT  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulteng bernama Salma. Korban dilaporkan masih dirawat di rumah sakit Palu.

"Korban saat ini mengalami insersi akut di rahim dan ada tumor. Dan ada kemungkinan rahim anak ini akan diangkat," ujar Salma kepada detikcom, Sabtu (27/5). 

Berikut sederet fakta remaja perempuan di Sulteng yang terancam kehilangan rahim akibat menjadi korban pemerkosaan 11 pria.

Diperkosa 11 Pria, Termasuk Oknum Brimob dan Kades

Remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi korban pemerkosaan oleh 11 pria. Ironisnya, dua di antara pelaku berstatus oknum anggota Brimob dan kepala desa (kades).

Menurut Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono, kades sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara oknum Brimob masih dalam pendalaman.

"Kadesnya kan udah (ditetapkan tersangka) dan kalau oknum Brimob dalam kasus tersebut kita masih melakukan pendalaman dan pengembangan," ujar Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/5), dikutip dari detikSulsel.

Kenal Pelaku saat Korban Jadi Relawan

Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/coldsnowstorm

Peristiwa pilu itu terjadi saat korban menjadi relawan bencana banjir di Parimo. Kala itu, korban membawa bantuan logistik dari kampungnya di Poso. Saat itulah korban berkenalan dengan para pelaku.

Setelah menyalurkan bantuan, korban kemudian menginap di salah satu penginapan di Parimo. Korban memilih tidak kembali ke Poso karena dijanjikan pekerjaan oleh para pelaku.

"Iya jadi dia berinteraksi dengan para pelaku ini terutama itu, Pak Arif (salah satu terduga pelaku) itu yang guru. Dia (Arif) menjanjikan kerja. Diiming-imingi kerja, pekerjaan apa saja, di rumah makan. (Aslinya) tidak ada itu pekerjaan," terang Salma, dikutip dari detikNews.

Korban Dibarter dengan Sabu-Diancam Senjata Tajam

AKBP Yudy mengatakan pemerkosaan ini terjadi di beberapa lokasi di Parimo sejak April 2022 hingga Januari 2023. Para pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengiming-imingi korban berbagai imbalan, salah satunya berupa uang.

"Para pelaku ini memberikan berupa iming-iming uang yang bervariasi dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Pelaku ada juga yang memberikan makanan, pakaian serta pernah juga memberikan handphone kepada korban," jelas Yudy.

Tak hanya itu, para pelaku yang saling mengenal juga membarter korban dengan narkoba jenis sabu, termasuk mengancam korban dengan senjata tajam.

Baru Terkuak pada Januari 2023

Ilustrasi/Foto: RODNAE Productions

Menurut Yudy, kasus ini baru terkuak setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban pada Januari 2023 lalu. Saat itu, korban memberanikan diri menceritakan peristiwa pilu yang dialaminya kepada orangtuanya.

"Januari (2023) itu korban kesakitan baru kemudian dia ngomong sama orang tuanya kalau dia pernah dilakukan demikian dengan sama laki-laki. Dia kasih tau orang tuanya dia rasa ada gangguan, gangguan reproduksinya," ungkap Salma.

Korban dilaporkan mengalami trauma hingga dirawat di rumah sakit di Kota Palu.

"Akibat dari pada persetubuhan (pemerkosaan) tersebut korban ini mengalami trauma baik trauma psikis kemudian malu dan saat ini mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Palu," kata Yudy.

(naq/naq)