Rahasia Sukses Selandia Baru Bisa Menghasilkan Produk Pangan Bernutrisi dan Ramah Lingkungan
Pengaruh dari makanan yang kita konsumsi sangatlah besar, bukan hanya perkara nutrisi, tapi jika kita runut dari proses produksinya juga bersinggungan dengan efek terhadap alam. Menghasilkan bahan pangan yang berkualitas sembari tetap menjaga lingkungan telah menjadi prioritas pemerintah Selandia Baru.
Pada Kamis (21/10/2021) lalu, New Zealand Trade and Enterprise sebuah agen internasional yang berafiliasi dengan pemerintah negara tersebut mengadakan acara sosialisasi terkait produk pangan Selandia Baru dengan sebuah kampanye bertajuk 'Made with Care (Dengan Sepenuh Hati)'.
Diana Permana, Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterprise./ Foto: press release |
"Kampanye Made with Care (Dengan Sepenuh Hati) ini menggarisbawahi komitmen para produsen makanan di Selandia Baru dalam mengolah dan menghasilkan makanan yang aman, lezat, bermutu premium, bernutrisi tinggi, serta etis untuk lingkungan. Sebagai salah satu tujuan ekspor terbesar, kami menunjukkan kepada publik Indonesia bahwa konsumsi hariannya berasal dari tangan-tangan terpercaya, karena produsen pangan Selandia Baru sangat percaya bahwa ketika alam bertumbuh subur, kita semua pun melewah," terang Diana Permana, Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterprise.
Selain buah kiwi, tentu sudah banyak produk pangan asal Selandia Baru yang sudah beredar di Indonesia seperti misalnya susu, madu manuka, dan apel. Indonesia sendiri menjadi negara tujuan ekspor terpenting bagi Selandia Baru, khususnya untuk produk dairy yang kini mencatatkan nilai ekspor sejumlah $611 juta (Rp8,6 triliun).
Produk Pangan asal Selandia Baru/ Foto: Ryan Tewu |
Pada acara ini New Zealand Trade and Enterprise menjelaskan bahwa selain kualitas, di Selandia Baru setiap proses yang berkaitan dengan produksi dan distribusi dibuat untuk seramah lingkungan mungkin. Seperti pada produksi susu sapi yang berhasil menekan emisi karbon hingga 68%.
Lalu dari segi kualitas nutrisi, Selandia Baru sukses memproduksi apel berukuran cemilan pertama di dunia dengan kandungan potasium 65% lebih tinggi, 19% lebih tinggi energi, dan 10% lebih tinggi serat dari apel pada umumnya.
Diana Permana, Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterprise. dan Chef Norman Ismail/ Foto: press release |
Tak hanya penjelasan mengenai bahan pangan, turut tampil Chef Norman Ismail untuk membuat cita rasa camilan khas Selandia Baru yang dipadukan dengan gaya nusantara, yaitu bola ubi dan lamington menggunakan bahan-bahan asal Selandia Baru.
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Diana Permana, Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterprise./ Foto: press release
Produk Pangan asal Selandia Baru/ Foto: Ryan Tewu
Diana Permana, Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterprise. dan Chef Norman Ismail/ Foto: press release