Sekolah dan Kantor di India Terpaksa Libur Gegara Virus Nipah, Ini Pengertian dan Gejalanya!

Rini Apriliani | Beautynesia
Kamis, 14 Sep 2023 21:00 WIB
Mengenal Virus Nipah
Mengenal virus Nipah yang menyerang India/Foto: ilustrasi/thinkstock

Menyebarnya Covid-19 pasti masih melekat di benak banyak Beauties, bukan? Deretan negara luluh-lantak dengan banyaknya korban jiwa. 

Kini, saat perlahan pulih justru mendadak muncul Virus Nipah yang melanda Kerala, India Selatan. Karena hal ini, pejabat daerah terpaksa menutup sekolah dan kantor. Apalagi sudah memakan korban jiwa dua orang, dalam wabah keempat sejak 2018. 

Melansir CNN, Ketua Menteri Kerala Pinarayi Vijayan mengatakan, virus tersebut telah terdeteksi di distrik Kozhikode di negara bagian tersebut, dan meminta warganya agar berhati-hati serta mengikuti pedoman keselamatan departemen kesehatan. 

"Kita tidak perlu takut, tetapi hadapi situasi ini dengan hati-hati," tulis Vijayan di media sosial.

Lantas apa itu virus Nipah? Baca selengkapnya di sini yuk!

Mengenal Virus Nipah

Two black flying-foxes Pteropus alecto hanging in a tree, Kakadu National Park, Northern territory, Australia

Mengenal virus Nipah yang menyerang India/Foto: ilustrasi/thinkstock

Menurut WHO, Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, virus ini juga bisa menular melalui makanan yang terkontaminasidan melalui kontak dengan orang yang positif terinfeksi. 

Melansir Reuters, virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998, saat terjadi wabah penyakit di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Saat itu, hampir 300 orang terinfeksi dan lebih dari 100 orang meninggal. 

Infeksi virus ini dapat menyebabkan penyakit ringan hingga parah.

Gejala Virus Nipah

Scientist analyzing nipah virus positive blood sample

Mengenal virus Nipah yang menyerang India/Foto: ilustrasi/thinkstock

Untuk gejalanya, sering kali dimulai dengan rasa sakit kepala dan ngantuk, gangguan pernapasan, muntah tetapi dapat berubah dengan cepat menjadi koma dalam hitungan hari. 

Dalam hal ini juga dapat menyebabkan sindrom pernapasan akut dan ensefalitis yang fatal. 

Hingga saat ini, tidak ada vaksin dan pengobatan yang mendukung. Di Kerala sendiri, lebih dari 700 orang telah diidentifikasi sebagai kontak dekat dan sedang menjalani tes virus, kata Menteri Kesehatan, Veena George. 

Dari jumlah tersebut, 77 orang di antaranya dianggap berisiko tinggi dan diminta agar isolasi di rumah. Virus ini masuk dalam daftar ancaman epidemi WHO yang memerlukan penelitian dan pengembangan segera.

Beauties, belajar dari yang terjadi di India ini, yuk tetap jaga kesehatan dengan baik!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.