sign up SIGN UP

Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Body Neutrality dan Body Positivity!

Salsabila Pratiwi | Beautynesia
Senin, 30 May 2022 07:15 WIB
Sering Dianggap Sama, Kenali Perbedaan Body Neutrality dan Body Positivity!
caption

Tubuh mengandung organ vital yang membuat seseorang tetap hidup dan berfungsi. Termasuk juga terdapat pikiran, hati, dan jiwa. Tentu, aspek-aspek ini mendorong kepribadian dan identitas diri dan berkaitan dengan body neutralityPernahkah kamu mendengar istilah body neutrality atau netralitas tubuh?

Netralitas tubuh atau body neutrality mendorong penerimaan tubuh (self acceptance) apa adanya serta mendorong untuk mengenali kemampuan dan karakteristik non fisiknya secara keseluruhan yang diantaranya berupa pikiran, hati dan jiwa.

Apa yang Membedakan Body Neutrality dari Body Positivity?

Body Neutrality dan Body Positivity, Apa Bedanya?
Body Neutrality vs Body Positivity/Foto: pexels.com/Daniel Xavier

Body positivity mendorong seseorang untuk mencintai dan merasa nyaman dengan tubuh, apa pun bentuknya. Body positivity menekankan gagasan bahwa setiap orang itu cantik.

Netralitas tubuh, di sisi lain, hanya menyatakan bahwa setiap orang memang begitu apa adanya. Di atas kertas, mencintai tubuh terdengar seperti tujuan yang luar biasa. Namun dengan body positivity, tubuh tetap menjadi fokus mengenai sesuatu yang tidak sesuai atau tidak berhasil untuk semua orang.

Bagaimanapun, seseorang lebih dari sekadar fisik ataupun bagian-bagian tubuh yang nampak terlihat. Kecantikan bukanlah satu-satunya sifat yang berharga. Untuk itu, body neutrality hadir dengan unsur-unsur yang dianggap banyak orang sebagai pola pikir yang lebih realistis.

Gerakan ini mengakui bahwa seseorang mungkin tidak mencintai tubuhnya hari demi hari sambil menekankan bahwa hal tersebut adalah hal yang baik-baik saja dan merupakan hal yang sesuai. Pada body neutrality, seseorang dapat menerima tubuh apa adanya, bahkan ketika seseorang tidak benar-benar menyukainya.

Tips Mengatasi Nerveous dengan Latihan di Depan Cermin/Freepik.comIlustrasi bercermin/Foto: Freepik

Misalnya, ketika kamu mengikuti kelas zumba, yang mana alasan utamanya adalah kamu menikmati gerakan itu, bukan untuk "membakar" lemak dan kalori dari makanan yang  dimakan.

Mempraktikkan body neutrality juga berarti seseorang dapat memilih untuk mengenakan pakaian yang terasa nyaman di tubuh. Istilah ini juga memungkinkan seseorang merasa bersyukur memiliki tubuh yang kuat, sehat dan bisa melakukan hal-hal yang ingin dilakukan, tanpa menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan apa yang dikenakan pada tubuh.

Intinya, body neutrality tidak berarti membuat pilihan yang tidak sehat, tetapi mendengarkan tubuh dan membiarkannya membimbing seseorang untuk melakukan sesuatu. Tidak heran, body neutrality ini sangat erat kaitannya dengan mindfulness.

Manfaat Melakukan Body Neutrality

Body Neutrality dan Body Positivity, Apa Bedanya?
Manfaat Body Neutrality/Foto: pexels.com/Cottonbro

Konsep body neutrality menentang gagasan bahwa seseorang perlu mencintai tubuh dan penampilan agar merasa nyaman dengan diri sendiri. Pada kenyataannya, seseorang tidak perlu membenci atau mencintai tubuhnya. Sebaliknya, seseorang bisa menerimanya apa adanya karena tidak semua orang mencintai tubuh mereka sepanjang waktu, atau selamanya.

Body positivity sering mendorong seseorang  untuk berlatih afirmasi mencinta diri, dengan mengulangi mantra seperti "Aku cantik", "Aku mencintai diri sendiri", atau "Aku mencintai tubuhku" sampai akhirnya  mantra tersebut tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konsep body neutrality, dibanding untuk melakukan afirmasi diri, ingatlah bahwa tubuhmu adalah milikmu, sehingga tidak perlu untuk dikagumi atau dijadikan objek. Jadi, ketika kamu menghormati dan merawatnya dengan memberinya makanan sehat, istirahat, dan olahraga, kamu mungkin akan melihat peningkatan pada sisi lain seperti fungsi-fungsi dari tubuh bekerja dengan baik, dan juga kesehatan yang bisa meningkatkan perasaan lebih baik lagi.

Cara Menerapkan Konsep Body Neutrality

Body Neutrality dan Body Positivity, Apa Bedanya?
Tips Body Neutrality/Foto: pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi

Kuncinya adalah mendengarkan tubuh! Pernahkah kamu melakukannya, Beauties? Langkah kecil yang bisa kamu lakukan adalah semudah dengan memilih aktivitas fisik yang menyenangkan, bukan yang terasa seperti hukuman. 

Kamu juga bisa memakan makanan yang ingin kamu makan, tentu dengan catatan dengan memilih makanan yang memberikan nutrisi penting bagi tubuh. Pastikan juga untuk menikmati makanan tersebut.

Lalu jika orang-orang terdekat mengatakan berat badan, ukuran, atau mengungkapkan ketidakpuasan dengan tubuh secara fisik, alihkan dengan pembicaraan yang berkaitan dengan perasaan atau pikiran dibandingkan dengan apa yang terlihat seperti fisik. 

Butuh waktu dan kesabaran untuk beralih dari kebiasaan negatif atau positif ke titik tengah yang lebih netral. Tapi cobalah untuk berhenti melihat diri lalu mengkritiknya. Lebih baik, pertimbangkan apa yang dilakukannya untuk diri saat ini. Fokus pada kekuatan dan kemampuannya untuk menyembuhkan, bergerak, beradaptasi.

Menerima tubuh dan mencintainya bukanlah ide yang eksklusif, tetapi body neutrality menawarkan jalan tengah diantara rasa benci dan rasa cinta terhadap tubuh. Singkatnya, dengan body neutrality kamu bisa mengatakan, "Aku mungkin tidak selalu mencintai tubuhku, tetapi aku masih bisa hidup bahagia dan sehat".

Tertarik mencoba, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id