Sering Dianggap Sepele, 5 Rutinitas Pagi Ini Diam-Diam Membuat Anak Lebih Bahagia

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 30 Jan 2026 07:00 WIB
4. Menanyakan Kabar Anak
Menanyakan kabar anak di pagi hari membantu membangun ikatan emosional/Foto: Freepik.com/pikisuperstar

Pagi hari sering menjadi waktu paling sibuk dalam keluarga. Orang tua terburu-buru menyiapkan kebutuhan rumah, anak harus bersiap ke sekolah, dan suasana pun kerap diwarnai rasa lelah bahkan emosi. Padahal, rutinitas pagi yang dilakukan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kebahagiaan anak sepanjang hari.

Rutinitas pagi yang sederhana, hangat, dan penuh perhatian dapat membuat anak merasa aman, dicintai, dan dihargai. Melansir CNBC Make It, berikut 5 rutinitas pagi yang diam-diam mampu membuat anak lebih bahagia dan lebih percaya diri dalam menjalani aktivitas.

1. Mengutamakan Koneksi

Mengutamakan koneksi di pagi hari membantu anak merasa aman, diperhatikan, dan lebih bahagia menjalani hari.
Koneksi hangat di pagi hari menjadi rutinitas pagi yang membuat anak merasa lebih bahagia/Foto: Freepik.com/tirachardz

Salah satu rutinitas pagi yang paling berpengaruh adalah mengutamakan koneksi sebelum koreksi. Di pagi hari, anak belum sepenuhnya siap menghadapi tuntutan atau teguran. Ketika kita menyapa dengan tatapan hangat, senyum, atau sapaan lembut, anak akan merasa diakui dan diperhatikan sejak bangun tidur.

Koneksi emosional ini membantu anak merasa aman secara psikologis. Anak yang memulai hari dengan perasaan dekat dengan orang tuanya cenderung lebih tenang, kooperatif, dan bahagia. Rutinitas yang berfokus pada koneksi juga membantu membangun hubungan jangka panjang yang lebih sehat antara orang tua dan anak.

2. Menciptakan Suasana Tenang Tanpa Gadget

Suasana pagi tanpa gadget membantu menciptakan rumah yang lebih tenang/Foto: Unsplash.com/Andrés Salas

Gadget sering kali menjadi sumber distraksi utama di pagi hari, baik bagi orang tua maupun anak. Memulai pagi hari tanpa gadget dapat menciptakan suasana rumah yang lebih tenang dan penuh kehadiran. Ketika perhatian orang tua tidak terbagi oleh layar, anak akan merasa lebih dihargai.

Suasana pagi yang tenang tanpa gadget membantu anak memulai hari tanpa tekanan berlebihan. Anak lebih mudah fokus, tidak terburu-buru secara emosional, dan merasa ditemani secara utuh. Rutinitas pagi ini juga mengajarkan anak tentang pentingnya kualitas waktu bersama keluarga, bukan sekadar kebersamaan fisik.

3. Menemukan Momen untuk Tertawa

Tertawa bersama di pagi hari membantu anak memulai hari dengan perasaan ringan dan lebih bahagia
Tawa kecil di pagi hari menjadi rutinitas pagi yang membuat anak lebih bahagia/Foto: Freepik.com/Freepik

Tertawa bersama di pagi hari memiliki dampak yang besar. Candaan ringan, ekspresi lucu, atau obrolan santai bisa membantu anak melepaskan ketegangan sebelum memulai aktivitas. Tawa menjadi bahasa emosional yang membuat anak merasa dekat dan nyaman.

Anak yang memulai hari dengan perasaan senang cenderung lebih tangguh dalam menghadapi tantangan. Menemukan momen untuk tertawa juga mengajarkan anak bahwa rumah adalah tempat aman untuk mengekspresikan emosi positif. Tanpa disadari, momen kecil ini bisa menjadi kenangan hangat yang diingat anak hingga dewasa.

4. Menanyakan Kabar Anak

Menanyakan kabar anak di pagi hari membantu membangun ikatan emosional/Foto: Freepik.com/pikisuperstar

Pertanyaan sederhana seperti, “Hari ini kamu merasa bagaimana?” atau “Ada yang ingin kamu ceritakan?” merupakan rutinitas pagi yang menunjukkan kepedulian emosional. Anak merasa suaranya penting dan perasaannya dihargai.

Rutinitas ini membantu anak belajar mengenali dan mengekspresikan emosi sejak dini. Anak yang terbiasa ditanya kabarnya akan lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan orang tua. Dalam jangka panjang, rutinitas ini memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan kebahagiaan anak secara menyeluruh.

5. Memberikan Pelukan

Pelukan atau ciuman di pagi hari membantu anak merasa dicintai dan lebih bahagia secara emosional.
Pelukan pagi dari orang tua membuat anak merasa dicintai/Foto: Freepik.com/Freepik

Sentuhan fisik seperti pelukan merupakan rutinitas pagi yang sangat kuat secara emosional. Kontak fisik ini membantu tubuh anak melepaskan hormon oksitosin, yang berperan dalam menciptakan rasa aman dan bahagia. Bahkan pelukan singkat bisa memberikan dampak besar bagi kondisi emosional anak.

Ketika anak berangkat menjalani hari dengan pelukan dari orang tua, anak membawa perasaan dicintai dan diterima. Rutinitas ini juga menjadi bentuk komunikasi non-verbal yang menenangkan dan memperkuat ikatan keluarga.

Pagi hari adalah kesempatan emas untuk menanamkan perasaan dicintai sejak awal. Yuk, mulai perhatikan kembali cara kita memulai hari bersama anak. Dengan perubahan kecil dan niat yang tulus, kita bisa membantu anak menjalani hari dengan lebih bahagia, tenang, dan percaya diri.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE