Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Psikiater dan Psikolog: Fungsi hingga Penanganannya

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Jumat, 02 Jan 2026 20:15 WIB
Segi Fungsi
Ilustrasi fungsi psikiater dan psikolog/Freepik: freepik

Banyak orang masih menyamakan psikiater dan psikolog, seolah keduanya memiliki peran dan fungsi yang sama dalam menangani masalah kesehatan mental. Padahal, meski sama-sama berfokus pada kondisi psikologis seseorang, cara kerja, latar belakang pendidikan, hingga jenis penanganan yang diberikan bisa sangat berbeda.

Kesalahan memahami perbedaan ini kerap membuat seseorang salah memilih tempat konsultasi, bahkan menunda mendapatkan bantuan yang sebenarnya dibutuhkan. Nah, agar kamu tidak lagi bingung menentukan pilihan saat membutuhkan bantuan profesional, simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan psikiater dan psikolog dari fungsi hingga penanganannya dalam artikel berikut ini!

Segi Latar Belakang

Ilustrasi mahasiswa kesehatan/Freepik: Lifestylememory

Psikiater dan psikolog sering dianggap sama karena sama-sama menangani masalah kesehatan mental, tetapi keduanya memiliki jalur pendidikan yang sangat berbeda. American Psychological Association menjelaskan bahwa Psikiater adalah dokter medis yang memulai pendidikan dari sekolah kedokteran, lulus sebagai dokter umum, lalu melanjutkan spesialisasi di bidang psikiatri. Mereka belajar tentang anatomi, fisiologi, penyakit, serta cara meresepkan obat-obatan, sehingga penanganannya bisa mencakup aspek medis dari gangguan mental.

Sementara itu, psikolog menempuh pendidikan psikologi, biasanya dimulai dari sarjana psikologi, dilanjutkan magister atau doktoral seperti Ph.D. atau Psy.D. Mereka mempelajari perilaku, emosi, dan proses berpikir manusia, serta teknik terapi psikologis. Psikolog tidak belajar memberikan obat karena fokusnya adalah psikoterapi dan asesmen perilaku. 

Segi Fungsi

Ilustrasi fungsi psikiater dan psikolog/Freepik: freepik

UCLA Medical School menegaskan bahwa psikiater berfungsi sebagai dokter spesialis kesehatan mental yang memiliki kewenangan medis penuh. Karena latar belakangnya sebagai lulusan pendidikan kedokteran, psikiater mampu mendiagnosis gangguan mental dari sisi medis, menilai keterkaitan kondisi fisik dengan kesehatan mental, serta menentukan apakah seseorang membutuhkan pengobatan berbasis farmakologis. Psikiater biasanya berperan dalam menangani gangguan mental yang bersifat berat, kronis, atau kompleks.

Sementara itu, psikolog berfungsi sebagai tenaga profesional yang fokus pada pemahaman perilaku, emosi, dan proses berpikir manusia. Peran utama psikolog adalah membantu individu mengenali pola pikir dan emosi yang memengaruhi perilaku mereka, serta mendampingi proses perubahan melalui pendekatan psikoterapi. Psikolog tidak memberikan obat, tetapi berperan besar dalam membangun kesadaran diri, keterampilan mengelola emosi, dan strategi menghadapi masalah psikologis sehari-hari.

Segi Penanganan

Ilustrasi penanganan dokter/Freepik: freepik

Dalam praktiknya, American University of Antigua menjelaskan bahwa psikiater melakukan penanganan dengan pendekatan medis yang terstruktur. Prosesnya dapat melibatkan wawancara klinis, evaluasi riwayat kesehatan fisik dan mental, hingga pemberian resep obat sesuai diagnosis. Obat yang diberikan bertujuan menyeimbangkan fungsi kimia otak, mengurangi gejala berat, serta membantu pasien mencapai kondisi mental yang lebih stabil agar dapat berfungsi dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan itu, penanganan oleh psikolog berfokus pada sesi konseling atau terapi bicara yang dilakukan secara berkala. Dalam sesi ini, psikolog membantu klien mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup yang memengaruhi kondisi mentalnya. Pendekatan terapi disesuaikan dengan kebutuhan individu, dengan tujuan jangka panjang membantu klien membangun pola pikir yang lebih sehat dan kemampuan coping yang lebih adaptif.

Contoh Kasus

Ilustrasi kasus kesehatan mental/Freepik: freepik

Sebagai contoh, seseorang yang mengalami depresi berat hingga kehilangan minat hidup, mengalami gangguan tidur parah, dan kesulitan menjalani aktivitas harian kemungkinan membutuhkan bantuan psikiater. Dalam kondisi seperti ini, penanganan medis diperlukan untuk menstabilkan gejala melalui pengobatan, sebelum individu tersebut dapat menjalani terapi lanjutan secara optimal.

Sementara itu, kamu  yang mengalami stres berkepanjangan akibat tekanan pekerjaan, konflik hubungan, atau trauma emosional ringan biasanya akan sangat terbantu dengan pendampingan psikolog. Melalui sesi terapi, individu dapat belajar memahami akar masalahnya, mengelola emosi dengan lebih sehat, serta membangun kembali kepercayaan diri dan keseimbangan mental tanpa harus melalui pengobatan medis.

Beauties, memahami perbedaan antara psikiater dan psikolog bukan hanya soal istilah profesi, ini tentang bagaimana kamu mengambil langkah yang paling sesuai untuk kesehatan mental diri sendiri atau orang yang kamu sayangi. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional yang tepat dan terus beri perhatian pada kesejahteraan batin kamu, karena kesehatan mental yang kuat adalah fondasi untuk hidup yang lebih bahagia dan produktif.

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE