Sering Ditolak? Coba 4 Kalimat Sederhana Ini agar Orang Lebih Mudah Setuju

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Selasa, 20 Jan 2026 12:30 WIB
Sering Ditolak? Coba 4 Kalimat Sederhana Ini agar Orang Lebih Mudah Setuju
Sering merasa permintaanmu ditolak? Menurut penelitian psikologi, ada cara sederhana agar orang lebih mudah mengatakan “ya” tanpa terasa memaksa./ Foto: freepik.com

Sering kali kita berpikir bahwa agar seseorang mengatakan “ya”, kita harus pintar membujuk, menyusun argumen sempurna, atau memilih kata-kata yang paling meyakinkan. Namun, menurut berbagai penelitian psikologi sosial dan komunikasi, kunci utama justru bukan tekanan, melainkan memberi kebebasan memilih.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa tertekan, otaknya otomatis membangun pertahanan. Sebaliknya, saat mereka merasa memiliki pilihan, responsnya menjadi lebih terbuka dan kooperatif. Prinsip ini dikenal sebagai autonomy effect, yaitu kebutuhan dasar manusia untuk merasa berdaulat atas keputusannya sendiri.

Yuk, simak beberapa kalimat sederhana berikut yang bisa membuat orang lebih nyaman dan lebih mudah berkata setuju!

1. “Kamu bebas bilang tidak.”

Kalimat ini menurunkan defensif lawan bicara dan membuat keputusan terasa lebih aman. Menurut ahli komunikasi, kebebasan memilih meningkatkan peluang persetujuan secara sukarela./ Foto: freepik.com/bearfotos

Kalimat ini menurunkan defensif lawan bicara dan membuat keputusan terasa lebih aman. Menurut ahli komunikasi, kebebasan memilih meningkatkan peluang persetujuan secara sukarela./ Foto: freepik.com/bearfotos

Saat kamu mengatakan bahwa seseorang bebas menolak, sistem saraf mereka otomatis lebih rileks. Keputusan tidak lagi terasa sebagai paksaan, melainkan sebagai pilihan pribadi. Inilah yang membuat orang lebih terbuka untuk mempertimbangkan permintaanmu.

Di tempat kerja, kalimat ini cocok digunakan saat:

  • Meminta waktu atasan yang sibuk
  • Mengajak rekan terlibat dalam proyek
  • Meminta bantuan tambahan

Dalam hubungan personal, kalimat ini membantu saat membahas topik sensitif atau meminta dukungan emosional.

Contoh: “Kalau kamu sempat, boleh bantu cek ini hari ini? Kamu bebas bilang tidak, ya.”

2. “Tolong jangan merasa ini kewajiban.”

Kalimat ini mengurangi tekanan sosial yang sering memicu penolakan diam-diam. Penelitian menunjukkan bahwa rasa terpaksa membuat orang cenderung menjauh./ Foto: freepik.com

Kalimat ini mengurangi tekanan sosial yang sering memicu penolakan diam-diam. Penelitian menunjukkan bahwa rasa terpaksa membuat orang cenderung menjauh./ Foto: freepik.com

Banyak orang sebenarnya ingin membantu, tetapi menolak karena merasa tertekan atau dibebani ekspektasi. Penelitian menunjukkan bahwa rasa terpaksa membuat orang cenderung menjauh. Dengan mengatakan “jangan merasa ini kewajiban”, kamu menghapus beban psikologis tersebut.

Di kantor, kalimat ini cocok saat:

  • Meminta bantuan lintas tim
  • Meminta tugas tambahan di luar jobdesc
  • Mengingatkan sesuatu yang tidak wajib

Dalam kehidupan pribadi, kalimat ini efektif saat meminta dukungan atau membicarakan kebutuhan emosional.

Contoh: “Aku ingin kamu temani aku weekend ini, tapi jangan merasa harus, ya.”

3. “Tidak ada tekanan.”

Kalimat ini membantu orang mengambil keputusan dengan lebih tenang. Menurut ahli, keputusan tanpa tekanan menghasilkan kepuasan yang lebih tinggi./ Foto: freepik.com/drobotdean

Kalimat ini membantu orang mengambil keputusan dengan lebih tenang. Menurut ahli, keputusan tanpa tekanan menghasilkan kepuasan yang lebih tinggi./ Foto: freepik.com/drobotdean

Ketika seseorang merasa dikejar waktu atau dinilai, mereka cenderung membuat keputusan tergesa-gesa dan menyesalinya. Dengan menghilangkan tekanan, kamu justru meningkatkan kualitas respons mereka.

Kalimat ini cocok digunakan saat:

  • Memberi tenggat fleksibel
  • Mengajak diskusi karier
  • Membahas keputusan besar

Contoh: “Tidak ada tekanan, pikirkan saja dulu dengan santai.”

4. “Tidak perlu dibalas.”

Kalimat ini menjaga ruang mental dan emosional penerima pesan. Penelitian menunjukkan bahwa hilangnya kewajiban membalas meningkatkan keterbukaan./ Foto: freepik.com

Kalimat ini menjaga ruang mental dan emosional penerima pesan. Penelitian menunjukkan bahwa hilangnya kewajiban membalas meningkatkan keterbukaan./ Foto: freepik.com

Bahkan pesan kecil bisa menimbulkan stres jika seseorang merasa wajib merespons. Dengan menghilangkan kewajiban itu, kamu justru menciptakan rasa aman dan kehangatan.

Kalimat ini cocok digunakan saat:

  • Berbagi informasi opsional
  • Menyemangati seseorang
  • Memberi ruang emosional

Contoh: “Aku kirim ini kalau-kalau berguna, tidak perlu dibalas.”

Sekarang, dari keempat kalimat ini, mana yang paling ingin kamu coba lebih dulu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE