Sering Meragukan Diri Sendiri? Ini Cara Mengatasi Imposter Syndrome agar Lebih Percaya Diri

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Senin, 03 Aug 2026 11:30 WIB
3. Berhenti Menuntut Diri untuk Selalu Sempurna
Ilustrasi perempuan sedang menenangkan diri/Foto: Magnific/magnific

Beauties, pernah tidak merasa keberhasilan yang kamu raih masih terasa kurang? Padahal, orang lain melihatmu sebagai seseorang yang mampu dan sudah melakukan banyak hal. Perasaan seperti ini bisa jadi tanda imposter syndrome.

Istilah imposter syndrome pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes pada 1978. Melansir Stanford Center for Teaching and Learning, hal ini bisa membuat seseorang terus meragukan kemampuan dirinya sendiri meski sebenarnya sudah memiliki berbagai pencapaian.

Kondisi ini cukup sering dialami oleh perempuan, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab besar dalam pekerjaan, termasuk di posisi kepemimpinan. Tekanan untuk terus membuktikan diri, ekspektasi tinggi, dan bias gender bisa membuat rasa percaya diri ikut terpengaruh.

Akibatnya, seseorang bisa merasa harus bekerja lebih keras dari orang lain, sulit menikmati keberhasilan sendiri, atau ragu mengambil kesempatan baru karena takut tidak mampu menjalaninya.

Supaya rasa ragu itu tidak terus menghambat langkahmu, ada beberapa cara mengatasi imposter syndrome yang bisa kamu coba terapkan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Ubah Pola Pikirmu

Ilustrasi perempuan sedang berpikir/Foto: Magnific/magnific

Menurut Psychology Today, imposter syndrome sering muncul saat kamu sedang menghadapi tantangan baru. Misalnya ketika mendapat tanggung jawab lebih besar, memulai pekerjaan baru, atau mencoba hal yang belum pernah kamu lakukan. 

Di momen seperti ini, jangan buru-buru menganggap kamu tidak mampu. Bisa saja rasa gugup itu muncul karena kamu sedang beradaptasi, bukan karena tidak pantas berada di posisi tersebut.

Saat pikiran negatif muncul, jangan langsung menganggapnya sebagai kenyataan. Coba lihat lagi situasinya dengan lebih tenang. 

2. Apresiasi Pencapaian Diri Sendiri

Ilustrasi perempuan tersenyum sambil menulis daftar pencapaiannya/Foto: Magnific/karlyukav

Sering kali kita lebih mudah mengkritik diri sendiri daripada menghargai usaha yang sudah dilakukan. Akibatnya, hal-hal baik yang sudah dicapai terasa seperti sesuatu yang biasa saja.

Coba ingat lagi apa saja yang sudah kamu lewati sampai hari ini. Tidak harus selalu hal besar, setiap langkah kecil yang berhasil kamu lewati juga tetap punya arti.

Saat mulai menghargai usaha sendiri, rasa percaya diri biasanya ikut tumbuh. Kamu pun bisa melihat bahwa keberhasilan yang diraih bukan sekadar karena keberuntungan. 

Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri, Beauties. Sesekali beri apresiasi untuk diri sendiri karena setiap proses yang kamu jalani tetap layak dihargai.

3. Berhenti Menuntut Diri untuk Selalu Sempurna

Ilustrasi perempuan sedang menenangkan diri/Foto: Magnific/magnific

Terkadang imposter syndrome muncul karena kita terlalu menuntut diri sendiri untuk selalu melakukan semuanya dengan baik. Padahal, melakukan kesalahan adalah hal yang wajar saat sedang belajar dan mencoba hal baru. 

Alih-alih terus menyalahkan diri sendiri, coba berikan ruang untuk memahami apa yang sedang kamu rasakan. Tidak semua hal harus berjalan sempurna agar kamu tetap dianggap mampu.

Belajar menerima kekurangan bukan berarti berhenti berkembang. Justru, dengan lebih menghargai diri sendiri, kamu bisa lebih percaya diri menghadapi berbagai tantangan.

Tidak apa-apa jika masih ada hal yang belum dikuasai, Beauties. Setiap orang punya waktunya masing-masing untuk belajar dan berkembang.

4. Berani Cerita dan Cari Dukungan

Ilustrasi dua perempuan sedang bercerita/Foto: Magnific/magnific

Menyimpan rasa ragu sendirian terkadang justru membuat pikiran terasa semakin penuh. Padahal, berbagi cerita dengan seseorang yang dipercaya bisa membantu melihat keadaan dengan lebih tenang.

Coba mulai berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya, seperti teman dekat, keluarga, atau mentor. Dari obrolan sederhana, kamu mungkin menyadari bahwa banyak orang juga pernah berada di fase ketika mereka meragukan dirinya sendiri.

Dukungan dari orang sekitar bisa menjadi pengingat saat kamu mulai lupa dengan kemampuan yang dimiliki. Terkadang, orang lain justru bisa melihat sisi baik dalam diri kita yang belum sempat kita sadari.

Beauties, itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi imposter syndrome. Semoga langkah-langkah sederhana ini bisa membantu kamu menghadapi rasa ragu dengan lebih tenang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.