Sering Tak Disadari, Ini 5 Hal yang Membuatmu Cepat Burnout
Burnout memang tak datang dengan tanda besar di awal. Mungkin kamu tidak mengalami kelelahan ekstrem atau keinginan berhenti total, tapi kamu mulai mudah lelah, kehilangan semangat, atau merasa apa pun yang dilakukan tidak lagi memuaskan. Anehnya, semua itu terjadi meski kamu merasa “baik-baik saja” dan masih mampu menjalani rutinitas.
Faktanya, burnout sering dipicu oleh kebiasaan kecil yang tampak normal. Tanpa sadar, pola ini menggerogoti energi emosional dan mentalmu setiap hari. Jika kamu ingin mencegahnya, kenali beberapa hal yang membuatmu cepat burnout berikut.
1. Terlalu Sering Mengatakan “Iya”
Terlalu sering mengatakan iya. Keinginan untuk membantu atau terlihat kompeten sering membuatmu sulit menolak./ Foto: Freepik.com / Freepik
Keinginan untuk membantu atau terlihat kompeten sering membuatmu sulit menolak. Dikutip dari Journal of Occupational Health Psychology (2019), beban kerja berlebih yang tidak diimbangi kontrol pribadi menjadi faktor utama burnout. Saat kamu terus menerima tanggung jawab tanpa batas, energimu habis bukan karena kurang mampu, melainkan karena terlalu banyak yang harus ditanggung.
2. Perfeksionisme yang Tidak Disadari
Perfeksionisme. Perfeksionisme erat dengan kelelahan emosional./ Foto: Freepik.com / Freepik
Perfeksionisme sering dianggap sebagai kualitas positif. Namun penelitian dalam Personality and Individual Differences (2018) menunjukkan bahwa perfeksionisme maladaptif berkaitan erat dengan kelelahan emosional. Jika kamu merasa semuanya harus sempurna agar layak dihargai, tekanan internal itu bisa lebih berat daripada tuntutan eksternal.
3. Kurangnya Batas antara Pekerjaan dan Istirahat
Kurangnya batas antara pekerjaan dan istirahat. Batas antara pekerjaan dan waktu pribadi makin kabur. / Foto: Freepik.com / Freepik
Di era digital, batas antara pekerjaan dan waktu pribadi makin kabur. Menurut Journal of Applied Psychology (2020), ketidakmampuan memisahkan peran kerja dan kehidupan pribadi meningkatkan risiko kelelahan kronis. Jika pikiranmu tetap bekerja bahkan saat tubuh sedang istirahat, pemulihan mental menjadi tidak optimal.
4. Menahan Emosi Terlalu Lama
Menahan emosi terlalu lama. Regulasi emosi yang terus-menerus tanpa ekspresi sehat dapat mempercepat kelelahan psikologis/ Foto: Freepik.com / Freepik
Sering kali kamu tetap tersenyum meski sedang lelah atau kecewa. Studi dalam Emotion Review (2017) menjelaskan bahwa regulasi emosi yang terus-menerus tanpa ekspresi sehat dapat mempercepat kelelahan psikologis. Menahan semuanya sendirian membuat beban terasa dua kali lipat lebih berat.
5. Mengabaikan Sinyal Tubuh yang Sudah Memberi Peringatan
Mengabaikan sinyal tubuh. Misalnya sulit tidur, mudah tersinggung, atau kehilangan motivasi./ Foto: Freepik.com / Freepik
Tubuh biasanya memberi tanda sebelum burnout benar-benar terjadi, seperti sulit tidur, mudah tersinggung, atau kehilangan motivasi. Penelitian di Journal of Health Psychology (2021) menyebutkan bahwa mengabaikan sinyal awal kelelahan memperpanjang waktu pemulihan. Mengenali tanda kecil lebih efektif daripada menunggu sampai benar-benar tumbang.
Burnout tak hanya tentang bekerja terlalu keras. Ia sering lahir dari pola yang terlihat biasa, tapi terus berlangsung tanpa jeda. Dengan mengenali hal-hal yang membuatmu cepat burnout, kamu bisa mulai mengatur ulang ritme hidup sebelum energimu benar-benar habis.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!