Kebebasan pers di Palestina kian terikat. Sepanjang serangan sejak Oktober 2023 lalu, telah menewaskan ratusan jurnalis yang bertugas, termasuk empat jurnalis dari Al Jazeera, yakni Ismail al-Ghou, Ramy El Rify, Samer Abu Daqqa, dan Hamza Al Dahdooh.
Terbaru, pasukan Israel yang bersenjata lengkap dan bertopeng memasuki paksa kantor Al Jazeera di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, Minggu (22/9) dini hari.
Mereka memberikan surat perintah untuk menutup aktivitas selama 45 hari. Dalam surat tersebut, Kepala kantor Al Jazeera, Walid Al-Omari mengatakan anggota staf hanya punya waktu sepuluh menit untuk mengambil barang-barang pribadi, kamera, serta mengosongkan kantor.
Mengutip AP News, Israel memaksa penutupan kantor berita tersebut karena Al Jazeera dituduh melakukan hasutan dan mendukung terorisme.
"Digunakan untuk memicu teror, mendukung kegiatan teroris dan bahwa siaran saluran tersebut membahayakan ... keamanan dan ketertiban umum."