Simpel dan Mudah Dimengerti dalam Berkata-kata, Bisa Jadi Pertanda Kamu Cerdas, Ini Alasan Ilmiahnya!

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Rabu, 26 Oct 2022 20:30 WIB
Simpel dan Mudah Dimengerti dalam Berkata-kata, Bisa Jadi Pertanda Kamu Cerdas, Ini Alasan Ilmiahnya!

Beauties, bagaimana kamu mengenali seseorang yang cerdas? Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, kamu mungkin butuh berpikir sejenak. Ya, kecerdasan terkadang tampak begitu relatif karena tolak ukurnya yang berbeda-beda. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa, setiap perkataan yang muncul dari seseorang merupakan salah satu cerminan kecerdasan itu.

Uniknya adalah, seseorang yang cerdas digambarkan dengan kemampuan menjelaskan sesuatu secara simpel dan menghindari istilah yang sulit dimengerti. Tujuannya tidak lain agar lawan bicaranya mudah mengerti terhadap apa yang ia sampaikan.

Ini mungkin bertolak belakang dengan adanya anggapan yang menggambarkan sosok cerdas dari seseorang yang selalu berkata-kata dengan istilah-istilah tingkat tinggi dan kalimat panjang yang tidak semua orang mengetahuinya.

Nah, untuk menjawabnya, sebagaimana dikutip dari laman Fastcompany, ternyata ada alasan ilmiah yang bisa ditelusuri untuk menjelaskan hal ini.

Penggunaan Kata-kata dan Kecerdasan

Ilustrasi cerdas dengan bahasa simpel tirachardz
Ilustrasi cerdas dengan bahasa simpel/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Daniel M. Oppenhaimer, seorang profesor psikologi UCLA Anderson School of Management mengatakan “seringkali, intuisi tentang apa yang akan membuat orang lain terkesan, bisa salah”. Nah, salah satu contohnya adalah ketika seseorang berpikir bahwa ia akan terlihat cerdas dengan kata-kata atau istilah 'sulit' yang dikeluarkannya, padahal sebenarnya tidak.

Mengapa demikian? Kebanyakan menganggap bahwa saat ia berbicara dengan bahasa tingkat tinggi dengan penggunaan istilah-istilah tidak umum, maka orang lain akan menilainya sebagai seseorang yang cerdas. Padahal, penelitian berkata lain, lho, Beauties. Lanjut ke poin berikutnya

Penelitian tentang Hubungan Penggunaan Kata-kata dan Kecerdasan

Ilustrasi berbahasa simpel/ Foto: Freepik.com/jcomp
Ilustrasi berbahasa simpel/ Foto: Freepik.com/jcomp

Dalam penelitian yang dipimpin Oppenhaimer, para peneliti mencoba mengganti kalimat yang tertera dalam esai penerimaan perguruan tinggi. Adapun kalimat yang diganti menjadi 2 versi yaitu lebih pendek dan lebih panjang. Setelahnya, para peneliti meminta peserta untuk mengevaluasi kualitas penulis berdasarkan kalimat panjang dan pendek tersebut.

Bagaimana hasilnya? Nah, menarik nih, Beauties. Ternyata peserta menilai esai dengan kalimat yang lebih panjang, ditulis oleh penulis yang kurang mampu dan kurang percaya diri. Sebaliknya, peserta menilai esai dengan kata-kata lebih pendek, ditulis oleh penulis yang lebih mampu dan cerdas.

Penelitian Lebih Lanjut...

Ilustrasi bicara simpel/ Foto: Freepik.com/tirachardz
Ilustrasi bicara simpel/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Tidak puas dengan penelitian berdasarkan esai tadi, Oppenheimer menindaklanjuti penelitiannya dengan melakukan penyelidikan tentang dampak bahasa dan perilaku manusia. Dalam hal ini, ia meneliti tentang nama dan harga saham. Sudah ketebak apa hasilnya, Beauties?

Nah, menarik nih, hasilnya menunjukkan bahwa saham dengan nama yang lebih sulit diucapkan, membuat orang cenderung tidak membeli. Bahkan, dalam bukunya, Oppenhaimer menunjukkan bahwa seorang politisi dengan nama yang sulit diucapkan dapat dirugikan dalam jajak pendapat dikarenakan lebih sulit untuk mengucapkan nama mereka.  

Keterkaitan Kata-kata Simpel dengan Kecerdasan

Ilustrasi kata kata simpel tanda cerdas/ Foto: Freepik.com/lifestylememory
Ilustrasi kata kata simpel tanda cerdas/ Foto: Freepik.com/lifestylememory

Nah, untuk  menindaklanjuti fenomena hasil penelitian yang sudah diperoleh, Oppenhaimer memberi penjelasan bahwa kemudahan memproses informasi sangat terkait dengan kualitas positif seperti kecerdasan, kemampuan dan kepercayaan diri.

Sederhananya menurut Oppenhaimer, ketika kamu menggunakan kata-kata panjang kemudian hal tersebut membuat orang jadi sulit memproses informasi, maka orang tersebut akan menilai kamu tidak baik dan demikian pula sebaliknya.

Catatan Tambahan:

Ilustrasi berkata simpel cerdas/ Foto: Freepik.com/lifestylememory
Ilustrasi berkata simpel cerdas/ Foto: Freepik.com/lifestylememory

Meskipun menggunakan kata-kata panjang dan rumit menghasilkan kesan lebih tidak cerdas menurut penelitian yang ada, ini bukan berarti menggunakan kata-kata sederhana dan pendek selalu benar.

Oppenhaimer dalam hal ini menjelaskan bahwa penting untuk melihat situasi dan kondisi yang tepat untuk menyampaikan argumen, apakah dalam versi kata-kata pendek atau panjang dan lebih rumit.

Lebih dari itu, yang ditekankan dalam hal ini adalah menghindari untuk menggunakan kata-kata panjang dan rumit demi mendapatkan penilaian cerdas dari orang lain. Menurut Oppenhaimer, ini malah akan menjadi bumerang.

Ingat, penggunaan kata-kata yang simpel dan familier bagi audiens-mu justru akan lebih efektif dimengerti dan diterima mereka, Beauties. Karena itu sebelum berkata-kata di manapun kamu berada, pelajari dulu audiens kamu itu siapa saja.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE