Susah Fokus? Kenali 5 Penyebab Brain Rot dan Cara Mengatasinya

Natasha Riyandani | Beautynesia
Rabu, 03 Jun 2026 09:00 WIB
Cara Mengatasi Brain Rot
Ilustrasi membaca buku sebelum tidur/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Di era digital saat ini, penggunaan smartphone telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Smartphone bukan sekedar alat komunikasi, tapi bertransformasi menjadi pusat gaya hidup seperti media hiburan tanpa batas. Di mana aktivitas scrolling media sosial telah menjadi kebiasaan.

Jika diabaikan, kebiasaan tersebut bisa mengakibatkan brain rot atau pembusukan otak. Istilah yang belakangan sering muncul di media sosial itu, menggambarkan terjadinya penurunan kemampuan intelektual dan mental seseorang akibat doomscrolling yang patut diwaspadai.

Lantas, apa penyebab utama brain rot dan bagaimana cara mengatasinya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut rangkuman informasinya. Simak!

Apa Itu Brain Rot?

Ilustrasi brain rot/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Mengutip laman detikHealth, brain rot mengacu pada menurunnya kondisi mental atau intelektual seseorang akibat terlalu banyak mengonsumsi konten singkat dan kurang bermanfaat di internet.

Kebiasaan menonton konten-konten receh di sosial media tanpa jeda tersebut akibatnya dapat merusak otak, yang dikaitkan dengan gejala seperti kabut otak (brain fog), kemampuan berkonsentrasi berkurang, cepat bosan, mudah lelah, dan ketidakmampuan untuk mengatur diri sendiri.

Ketua Feil Family Brain and Mind Research Institute dan ahli saraf di Weill Cornell Medicine, Dr. Costantino Ladecola, mengungkap bahwa kondisi ini sangat berdampak pada anak-anak dan remaja yang otaknya masih berkembang.

Meski bukan merupakan diagnosis medis resmi, istilah ini dinilai relevan untuk menggambarkan kelelahan otak dan mental akibat konsumsi konten digital secara berlebihan.

Neurolog, Susan Lotkowski, menjelaskan bahwa platform digital memang dirancang agar pengguna bisa terus terlibat pada setiap notifikasi, like, atau video lucu yang memicu lonjakan kecil dopamin, zat kimia di otak yang berperan dalam rasa senang dan motivasi.

Penyebab Brain Rot

Ilustrasi scrolling social media/ Foto: Magnific.com/freepik

Brain rot bisa disebabkan oleh berbagai faktor, terutama akibat konsumsi konten media sosial yang bersifat repetitif dan tidak informatif. Beberapa di antaranya, sebagai berikut:

1. Terlalu Banyak Konsumsi Konten Instan

Beragam aplikasi digital seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts, memang dirancang untuk memberikan hiburan dengan durasi yang singkat. Sayangnya, kebiasaan konsumsi video pendek mendorong lonjakan dopamin cepat sehingga memicu otak untuk terus scrolling tanpa henti.

2. Kurangnya Aktivitas yang Menantang

Salah satu pemicu utama terjadinya brain rot adalah karena kurangnya aktivitas kognitif yang menantang. Saat otak terbiasa menerima hiburan atau informasi secara instan, kemampuan berpikir kritis akan menurun dan otak bisa kehilangan ketajamannya.

3. Multitasking Berlebihan

Sebagian orang mungkin tidak menyadarinya, namun kebiasaan multitasking berlebih ternyata bisa menjadi pemicu brain rot. Itu karena otak sebenarnya tidak bisa melakukan banyak tugas secara bersamaan.

Pergantian fokus (context switching) yang terlalu cepat dapat menguras energi otak secara drastis, sehingga menyebabkan kelelahan mental, stres, dan menurunkan efektivitas kerja otak.

4. Pola Hidup Tidak Sehat

Menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang tidur, jarang beraktivitas fisik, dan stres, bisa menjadi pemicu brain rot. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan kognitif dan penurunan fungsi otak karena konsumsi konten instan yang berlebihan, yang diperparah dengan kebiasaan buruk sehari-hari.

5. Kecanduan Dopamin Instan

Kebiasaan mengonsumsi konten media sosial yang tidak bermanfaat, cepat, dan berulang secara berlebihan bisa meningkatkan risiko brain rot. Hal ini membuat otak terbiasa dengan hiburan serba cepat dan menolak aktivitas yang membutuhkan kesabaran atau fokus panjang.

Gejala Brain Rot

Ilustrasi bermain handphone saat makan/ Foto: Magnific.com/drobotdean

Brain rot dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak hingga orang dewasa, yang terlalu sering terpapar internet dan media sosial. Kondisi ini umumnya muncul secara perlahan lewat perubahan kebiasaan sehari-hari yang sering tidak disadari.

Adapun beberapa gejala brain rot yang paling sering muncul dan dialami oleh banyak orang, sebagai berikut:

  • Lebih fokus bermain handphone dibanding menikmati waktu bersama orang di sekitar.
  • Tidak bisa jauh dari smartphone meskipun sedang bekerja atau belajar.
  • Berkali-kali membuka ponsel hanya sekedar mengecek pesan, notifikasi, atau scrolling media sosial.
  • Pikiran terasa penuh karena terlalu banyak melihat informasi yang sebenarnya tidak penting.
  • Jam tidur mulai berantakan dan sulit tidur di malam hari.
  • Mata terasa pegal, cepat lelah, atau kepala pusing setelah terlalu lama menatap layar smartphone tanpa tujuan yang jelas.

Dampak Negatif Brain Rot

Ilustrasi sulit fokus saat bekerja/ Foto: Magnific.com/pressfoto

Kebiasaan doomscrolling, menonton konten-konten singkat dan tidak bermutu di sosial media tanpa batas ternyata dapat memengaruhi fungsi otak dan kesehatan mental. Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah dampak negatif brain rot yang perlu diwaspadai:

  • Otak terasa sangat penuh dan sulit fokus
  • Kurang peka dengan keadaan sekitar
  • Mudah terdistraksi
  • Kemampuan daya ingat menurun
  • Sulit mengambil keputusan
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Rasa cemas yang meningkat
  • Gangguan tidur

Cara Mengatasi Brain Rot

Ilustrasi membaca buku sebelum tidur/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Jika Beauties mulai merasa kesulitan berkonsentrasi dan terlalu bergantung pada smartphone, maka penting untuk segera mencari cara mengatasi brain rot tersebut. Dengan menjalani kebiasaan yang tepat, kondisi ini dapat perlahan dikurangi agar pikiran lebih tenang dan bisa produktif kembali.

Berikut beberapa cara mengatasi brain rot yang bisa dicoba:

1. Batasi Penggunaan Gadget

Tak bisa dimungkiri, saat ini, kita hidup di era di mana perangkat digital sudah menjadi bagian dari hampir setiap aktivitas. Baik itu bekerja, belajar, atau sekedar bersantai, semuanya seakan terhubung dengan perangkat digital.

Namun jarang disadari, terlalu banyak waktu di depan layar dapat membuat otak kelelahan, kehilangan daya fokus, dan pada akhirnya bisa menyebabkan “brain rot”.

Oleh karena itu, Beauties perlu membatasi penggunaan gadget atau screen time untuk sementara waktu. Langkah ini menjadi salah satu cara paling realistis untuk mengatasi brain rot.

Tidak harus langsung drastis, Beauties dapat memulainya dengan menentukan jam tertentu untuk tidak menggunakan ponsel, seperti saat makan atau satu jam sebelum tidur. Hal ini dapat membantu pikiran dan tubuh lebih rileks, serta mengurangi kecanduan gadget.

2. Kurasi Konten

Seperti cuaca, algoritma sosial media juga sering kali tidak bisa diprediksi dan sulit ditebak. Beberapa di antaranya bahkan tidak relate dengan informasi yang kita butuhkan. Hal yang dianggap “lumrah” ini justru bisa membuat kita terjebak doomscrolling karena sudah terlanjur terlena dengan konten-konten yang kita tonton.

Untuk itu, pilihlah konten-konten yang memberikan manfaat atau sekiranya dibutuhkan, bukan sekedar hiburan semata. Jika konten yang muncul tidak relevan dengan yang kamu cari, jangan ragu untuk skip.

2. Melakukan Aktivitas yang Melatih Otak atau Meningkatkan Kreativitas

Kita selalu punya pilihan untuk bisa melakukan hal-hal yang positif. Salah satunya dengan melibatkan diri dalam kegiatan yang melatih otak atau kreativitas, meskipun kamu merasa bukan orang yang kreatif.

Daripada menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling media sosial, cobalah melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bisa melatih otak seperti menulis, berkebun, menggambar, mengorganisir barang-barang, belajar memasak, membuat kerajinan tangan, dan kegiatan lainnya.

Kegiatan ini dapat memberikan ruang bagi otak untuk berekspresi dan melepaskan stres, sehingga bisa keluar dari kebiasaan yang monoton.

3. Latihan Mindfulness

Meski terkesan sepele, kebiasaan makan sambil menonton series atau scrolling sosial media, dapat mengganggu kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi, hingga berisiko hilangnya kemampuan otak mengenali rasa kenyang akibat kegiatan ‘multitasking' tersebut.

Untuk itu, Beauties disarankan untuk mempraktikkan mindfulness. Mindfulness merupakan praktik yang membantu kita fokus pada momen saat ini, sehingga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kemampuan berpikir.

4. Bersosialisasi dengan Orang di Sekitar

Tak jarang karena terlalu larut scrolling media sosial, kita jadi lupa dengan keadaan di sekitar. Di era serba digital ini, sangat penting untuk meluangkan waktu untuk aktivitas yang tidak melibatkan digital screen seperti bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar.

Cobalah untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman. Interaksi sosial dapat membantu otak istirahat sejenak dari arus dunia maya dan memberi ruang untuk regenerasi mental.

Selain itu, Beauties juga bisa melakukan kegiatan fisik seperti jogging, bersepeda, atau sekedar jalan-jalan di taman. Tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga membantu menyegarkan pikiran.

Beauties, itulah penjelasan mengenai pengertian brain rot, penyebab, gejala, dampak, dan cara mengatasinya yang tepat. Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera ubah kebiasaan bermain smartphone agar terhindar dari risiko brain rot. Semoga bermanfaat ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE