Terjebak Writer's Block Bikin Stres, Ini 7 Cara Mengatasinya!

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 18 Jan 2026 15:30 WIB
5. Ciptakan Ritual Menulis
Ilustrasi ritual menulis dengan minum teh/Freepik: senivpetro

Menulis seharusnya menjadi ruang menuangkan ide dan pikiran, tetapi bagi banyak penulis, momen menatap layar kosong justru bisa berubah menjadi sumber stres. Writer’s block sering datang tiba-tiba, membuat ide terasa buntu, kata-kata sulit dirangkai, dan kepercayaan diri perlahan menurun. Kondisi ini tidak hanya dialami penulis pemula, tetapi juga mereka yang sudah terbiasa menulis setiap hari, termasuk kamu, Beauties, yang dituntut untuk terus produktif dan kreatif.

Ketika writer’s block menyerang, ada banyak cara sederhana namun efektif yang bisa dilakukan untuk membuka kembali alur ide dan mengembalikan semangat menulis. Penasaran bagaimana langkah-langkahnya dan mengapa cara tersebut bisa bekerja untuk otakmu? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

1. Berpindah Aktivitas & Istirahat

Ilustrasi mendengarkan musik/Freepik: freepik

Saat pikiran terasa mentok, berpindah dari aktivitas menulis ke aktivitas fisik ringan terbukti membantu mengurangi stres sekaligus memberi jeda mental agar ide-ide baru muncul. Riset oleh Marily Oppezzo dari PhD menunjukkan bahwa berjalan kaki sederhana dapat “mengaktifkan kembali” kreativitas otak yang sempat stagnan, sehingga ide lebih mudah mengalir ketika kamu kembali menulis.

Istirahat sejenak dengan kegiatan menyenangkan seperti mendengarkan musik, tidur siang singkat (power nap), atau mengerjakan hobi lain seperti menggambar juga memberi otak waktu untuk berhenti “mengunci” diri pada tulisan. Perubahan suasana dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kreatif karena otak mendapatkan rangsangan baru dari lingkungan yang berbeda.

2. Ubah Pendekatan Menulis

Ilustrasi pendekatan menulis/Freepik: lookstudio

Ketika pikiran terasa buntu, sering kali masalahnya bukan pada ide, melainkan pada cara kamu memulai dan memandang proses menulis. Dengan mengubah pendekatan sejak awal, tekanan berlebihan bisa berkurang dan alur tulisan pun terasa lebih ringan. Berikut adalah beberapa contoh pendekatan menulis yang bisa kamu terapkan saat kamu mengalami writer's block.

a. Freewriting

Freewriting adalah pendekatan menulis tanpa mengedit atau menilai kualitas tulisan terlebih dahulu. Kamu hanya menulis nonstop selama sekitar 10–15 menit tanpa berhenti. Ini bukan soal membuat tulisan bagus, tapi melepaskan hambatan mental sehingga tulisan bisa mulai mengalir. Freewriting secara signifikan meningkatkan kelancaran berbahasa dan menurunkan kecemasan menulis, terutama pada penulis yang cemas terhadap penilaian hasil karyanya.

b. Tulis Semua Ide, Edit Belakangan

Banyak penulis profesional dan akademik menyarankan untuk menulis apa pun yang muncul terlebih dahulu tanpa memikirkan struktur atau kualitasnya. Dengan cara ini, tekanan untuk menulis sempurna tidak menghentikan proses kreatif. Kemudian, kamu kembali melakukan editing setelah semua ide sudah tertuang.

c. Buat Outline

Menyusun outline detail sebelum menulis membantu mengurangi kebutuhan untuk berpikir terlalu keras saat memulai paragraf. Riset tentang proses menulis menunjukkan bahwa mempunyai kerangka tulisan yang jelas membuat penulis lebih fokus pada pengembangan ide daripada khawatir tentang struktur.

3. Hindari Gangguan

Ilustrasi ponsel sebagai gangguan/Freepik: freepik

Gangguan, terutama yang bersumber dari perangkat digital, sering kali menjadi penyebab utama tulisan terasa tersendat tanpa disadari. Saat kamu menulis lalu berpindah fokus ke notifikasi ponsel, email, atau media sosial, otak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke kondisi fokus penuh.

Harvard Business Review menjelaskan bahwa setiap gangguan kecil dapat memecah konsentrasi dan meningkatkan stres mental, sehingga membuat tugas kreatif seperti menulis terasa jauh lebih berat.

Untuk itu, menciptakan ruang menulis yang minim gangguan sangat penting bagi kamu yang ingin keluar dari writer’s block. Kamu bisa memulai dengan mematikan notifikasi, meletakkan ponsel di luar jangkauan, atau menggunakan aplikasi pemblokir distraksi saat menulis.

4. Tetapkan Tujuan Kecil

Ilustrasi menetapkan satu tujuan kecil/Freepik: freepik

Menetapkan tujuan besar saat sedang mengalami writer’s block justru sering membuat pikiran terasa semakin tertekan. Ketika kamu menargetkan tulisan harus sempurna atau harus selesai dalam jumlah kata yang banyak sekaligus, otak akan memandang tugas tersebut sebagai beban berat. Inilah yang akhirnya memperparah rasa cemas dan membuat kamu semakin sulit memulai. Dengan membagi target menjadi tujuan kecil dan realistis, proses menulis terasa lebih ringan dan bisa dijalani tahap demi tahap.

American Psychologist menjelaskan bahwa tujuan yang spesifik, terukur, dan mudah dicapai mampu meningkatkan motivasi serta fokus, terutama dalam tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti menulis. Dengan kata lain, menargetkan 200–300 kata per sesi atau menyelesaikan satu subjudul terlebih dahulu jauh lebih efektif dibanding memaksa diri menyelesaikan satu artikel penuh sekaligus.

5. Ciptakan Ritual Menulis

Ilustrasi ritual menulis dengan minum teh/Freepik: senivpetro

Memiliki ritual menulis yang konsisten dapat membantu otak mengenali kapan waktunya fokus dan kapan waktunya beristirahat, sehingga proses menulis terasa lebih alami. Ritual ini bisa berupa waktu menulis yang sama setiap hari, minum kopi atau teh sebelum mulai menulis, memutar musik tertentu, atau menyiapkan meja kerja dengan cara yang sama. Kebiasaan sederhana tersebut berfungsi sebagai sinyal psikologis yang memberi tahu otak bahwa kamu sedang memasuki mode menulis, sehingga hambatan mental perlahan berkurang.

Hal ini selaras dengan penjelasan A Mind for Numbers bahwa rutinitas yang konsisten membantu otak masuk ke focused mode, yaitu kondisi ketika konsentrasi meningkat dan gangguan internal seperti rasa malas atau cemas menjadi lebih terkendali. Dalam konteks menulis, ritual berfungsi sebagai jembatan antara kondisi santai dan kondisi produktif.

6. Cari Inspirasi dari Hal Paling Dekat

Ilustrasi mencari inspirasi/Freepik: benzoix

Saat ide menulis terasa kering, kamu bisa mencari inspirasi dari berbagai sumber seperti membaca artikel, buku, atau tulisan inspiratif dari penulis internasional memberi perspektif baru dan memicu ide kreatif. Bahkan pengalaman sehari-hari, percakapan, atau pemandangan di sekitar bisa menjadi bahan tulisan yang segar. Dengan membuka diri terhadap pengalaman dan informasi baru, otak mulai memetakan koneksi baru yang sebelumnya tidak terlihat, sehingga memudahkan aliran ide kembali lancar.

Menurut Julia Cameron, penulis buku The Artist’s Way, mereka menyarankan penulis rutin melakukan morning pages atau kegiatan eksplorasi kreatif lainnya untuk memicu inspirasi.  Selain itu, Beauties bisa memanfaatkan sumber daring seperti artikel internasional, video edukatif, atau podcast inspiratif untuk menambah wawasan. 

7. Manfaatkan Teknologi

Ilustrasi menggunakan teknologi/Freepik: freepik

Di era digital saat ini, teknologi seperti AI dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk mengatasi writer’s block. Kamu bisa menggunakan AI seperti Gemini atau ChatGPT untuk mencari ide, membantu menemukan sudut pandang baru, atau menyusun outline kasar sebelum mulai menulis. AI tidak menggantikan kreativitasmu, tetapi berfungsi sebagai pendorong ide ketika otak terasa buntu, sehingga proses menulis lebih lancar dan terarah.

Penelitian dan praktik terbaru menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas penulis dengan memberi inspirasi, menyediakan referensi, dan membantu memecahkan kebuntuan ide. IMD Business School menyebutkan bahwa AI efektif digunakan sebagai asisten kreatif untuk membantu mencoba berbagai pendekatan tulisan secara cepat, misalnya menulis ulang kalimat dengan variasi yang berbeda atau mengeksplorasi topik dari perspektif yang tidak terpikirkan sebelumnya.

____

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

menu

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.