Ternyata Ini yang Dilakukan Keluarga Kerajaan Inggris pada Pakaian dan Barang yang Tak Lagi Dipakai

Nadya Quamila | Beautynesia
Sabtu, 23 May 2026 15:00 WIB
Ternyata Ini yang Dilakukan Keluarga Kerajaan Inggris pada Pakaian dan Barang yang Tak Lagi Dipakai
Ternyata Ini yang Dilakukan Keluarga Kerajaan Inggris pada Pakaian dan Barang yang Tak Lagi Dipakai/Foto: Instagram/theroyalfamily

Melihat pakaian atau barang tak terpakai menumpuk di sudut lemari atau ruangan memang bisa bikin pusing. Tapi kita bisa mendonasikan pakaian atau barang yang masih layak pakai, didaur ulang, atau di-upcycle menjadi barang baru untuk mencegah penumpukan limbah.

Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana nasib pakaian hingga barang yang tak lagi dipakai di keluarga kerajaan Inggris, Beauties? Apakah mereka diizinkan untuk menyingkirkannya atau justru tetap menyimpannya karena barang-barang yang mereka gunakan merupakan bagian dari sejarah monarki? Apakah didonasikan atau disimpan untuk diwariskan ke anggota keluarga?

Nah, untuk menjawab rasa penasaranmu, pakar mode kerajaan sekaligus penulis buku "The Duchess of Cambridge: A Decade of Modern Royal Style dan The Queen: 70 Years of Majestic Style", Bethan Holt, membagikan informasi seputar proses bersih-bersih dan kebiasaan daur ulang keluarga kerajaan Inggris.

Dirangkum dari Reader's Digest, yuk, cari tahu jawabannya!

Apa yang Dilakukan Keluarga Kerajaan Inggris dengan Barang yang Tidak Lagi Dipakai?

Ratu Elizabeth II/Foto: Instagram/theroyalfamily

Ratu Elizabeth II/Foto: Instagram/theroyalfamily

Keluarga kerajaan Inggris tampaknya memiliki aturan untuk setiap aspek dalam kehidupan mereka. Termasuk pula dalam mengelola barang-barang yang sudah tidak lagi dipakai.

Menurut Holt, keluarga kerajaan biasanya akan mengelola barang tersebut berdasarkan sifat serta pemiliknya. Meskipun beberapa barang harus disimpan untuk generasi mendatang, ia menggambarkan keluarga kerajaan sebagai orang-orang yang umumnya praktis dan ingin barang-barang tak terpakai tersebut tetap bisa bermanfaat bagi orang lain.

Berikut adalah apa yang dilakukan keluarga kerajaan Inggris dengan barang yang tak lagi dipakai.

Upcycle

Menurut Holt, mendiang Ratu Elizabeth II tidak suka membuang pakaian yang masih layak pakai hanya karena ia tidak menyukainya lagi.

“Ia selalu sangat berhati-hati dengan pakaiannya dan memiliki pola pikir masa perang, jadi ada cerita tentang ia menggunakan kembali kain untuk membuat pakaian baru,” kata Holt.

Hal ini, ujar Holt, terutama berlaku untuk pakaian-pakaian di luar jam dinas. Sang ratu sering kali mengubah pakaiannya yang sudah usang atau tidak lagi ia inginkan menjadi pakaian baru. Nantinya, pakaian baru ini akan ia gunakan berulang kali saat berada di rumah alias istananya.

Jika pakaian tersebut memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi, maka Ratu Elizabeth II akan mengubahnya menjadi kain lap.

Tetap Dipakai

Raja Charles III didiagnosis menderita kanker pada bulan Februari lalu (Raja Charles III/Foto: instagram.com/theroyalfamily)

Raja Charles III/Foto: instagram.com/theroyalfamily

Pangeran Philip, Raja Charles, dan Putri Anne memiliki sikap yang sama dengan Ratu Elizabeth. Mereka akan mengenakan kembali barang-barang yang sama, sering kali dari dekade ke dekade.

Misalnya, Raja Charles sering mengenakan mantel yang dulunya milik ayahnya. Lalu, Putri Anne juga pernah terlihat mengenakan mantel berusia 57 tahun ke Perjamuan Kenegaraan. Pangeran Philip juga diketahui mengenakan sepatu pernikahannya selama 70 tahun setelah acara pernikahan.

Hal serupa juga diterapkan oleh mendiang Putri Diana. Ia termasuk salah satu anggota keluarga kerajaan yang kerap mendaur ulang pakaiannya. Salah satunya adalah gaun biru muda lengan panjang yang ia kenakan saat kunjungan ke Portugal pada 1987. Gaun tersebut terlihat dikenakan kembali, tanpa lengan tetapi dengan garis leher tanpa tali berbentuk hati yang baru, di sebuah pesta amal dua tahun kemudian. 

Diwariskan kepada Anggota Keluarga Kerajaan Lainnya

Barang yang tidak lagi terpakai bisa diwariskan kepada anggota keluarga kerajaan lainnya, terutama perhiasan. Meskipun perhiasan mahkota dipegang sebagai amanah untuk negara oleh raja dan secara teknis bukan milik keluarga kerajaan, perhiasan pribadi berada di luar klasifikasi ini.

“Ada koleksi besar perlengkapan upacara bersejarah dan perhiasan tak ternilai yang dikumpulkan dan diwariskan selama beberapa generasi,” kata Holt. “Meskipun tidak secara tegas dilarang bagi keluarga kerajaan untuk menyingkirkan barang-barang ini, saya pikir mereka menganggap diri mereka sebagai penjaga barang-barang ini daripada pemiliknya.”

Salah satu perhiasan paling terkenal yang telah diwariskan selama lebih dari seabad adalah Tiara Simpul Kekasih Ratu Mary. Hiasan kepala berkilauan ini, yang menampilkan deretan mutiara tegak, awalnya dirancang untuk Ratu Mary pada tahun 1913 dan telah dikenakan oleh Ratu Elizabeth II, Putri Diana, dan Putri Kate selama bertahun-tahun.

Disimpan di Arsip

Kecantikan Putri Diana selalu menjadi buah bibir di setiap generasi (Putri Diana/Foto: instagram.com/princesssdianaa)

Putri Diana/Foto: instagram.com/princesssdianaa

Holt mengungkapkan bahwa mengingat pentingnya sejarah pakaian Ratu Elizabeth, banyak di antaranya disimpan dengan cermat di arsip khusus di Windsor yang menyimpan lebih dari 4.000 item. Arsip tersebut berada di Menara Bundar Kastil Windsor dan tidak terbuka untuk umum.

Namun, tahun ini, para penggemar dapat melihat sekilas beberapa pakaian langka dalam rangka ulang tahun ke-100 mendiang Ratu Elizabeth. Galeri Raja di Istana Buckingham menyelenggarakan pameran khusus berjudul Ratu Elizabeth II: Kehidupannya dalam Gaya. Pameran ini menampilkan 200 item, termasuk gaun pengiring pengantin yang dikenakannya pada usia 8 tahun untuk pernikahan pamannya, Adipati Kent, dengan Putri Marina dari Yunani pada tahun 1934, bersama dengan gaun pernikahan dan penobatannya sendiri serta pilihan gaun malam dari tahun 1970-an.

Dalam hal furnitur, barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan (atau hanya ketinggalan zaman dan tidak diinginkan) sering kali masuk ke arsip Royal Trust, dipindahkan ke istana, dan perkebunan lain. Jika rusak, kemungkinan besar akan dibuang.

Dilelang

Putri Diana pernah menjual 79 gaunnya di sebuah lelang pada Juni 1997 dan mengumpulkan lebih dari 3 juta USD. Uang tersebut kemudian digunakan untuk penelitian kanker dan AIDS.

Anggota keluarga kerajaan lainnya menyimpan barang-barang mereka, tetapi kerabat mereka melelangnya setelah mereka meninggal. Holt menyebut Putri Margaret sebagai contohnya. Pada 2006, Tiara Poltimore miliknya terjual hampir 1 juta poundsterling di Rumah Lelang Christie's, tempat barang-barang milik saudara perempuan Ratu Elizabeth lainnya juga dijual.

Dalam kasus ini, uang tersebut tidak masuk ke badan amal tetapi langsung ke petugas pajak.

"[Anak-anak Margaret] perlu menjual barang-barangnya untuk membayar pajak warisan, yang menunjukkan bahwa keluarga kerajaan sering menghadapi kenyataan yang sama seperti kita semua, meskipun dalam skala yang lebih rumit," tutur Holt.

Beauties, itulah yang dilakukan keluarga kerajaan Inggris dengan barang-barang yang tak lagi mereka pakai atau inginkan.  Memakai ulang dan mendaur ulang pakaian telah lama menjadi bagian dari praktik kerajaan, tetapi mendiang ratu dan suaminya membantu menjadikan hal itu sebagai standar kembali.

“Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip adalah generasi dari penjatahan masa perang dan filosofi ‘memanfaatkan dan memperbaiki’,” kata Holt. “Terlepas dari kekayaan dan kemegahan mereka, mereka selalu mempertahankan sikap realistis.”

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE