Mungkin kamu punya masa kecil yang kelam dan membuatmu nggak pernah merasakan kehangatan cinta, atau pun dicintai dengan tulus oleh keluarga atau sahabatmu. Akhirnya kamu sulit mencintai pasanganmu.
Retaknya hubunganmu dengan pasangan bisa jadi karena masa kecilmu yang hampa akan cinta. Tapi menyalahkan masa lalu yang nggak dapat kamu ubah, tak akan memperbaiki keadaan. Kamu perlu fokus pada hal yang dapat kamu kontrol atau kendalikan di masa kini. Berikut tips yang dirangkum dari beberapa temuan psikologis, supaya kamu berhenti melakukan self sabotage dalam relasi percintaanmu.
1. Pahami dan Kenali Masa Lalu Kamu dan Pasangan
Kenali Masa Lalu Diri Sendiri dan Pasangan. Foto freepik.com: Lifestylememory |
Nggak cuma paham tentang dirimu sendiri, tapi kamu wajib mengenali masa lalu pasanganmu. Dikutip dari penelitian Madeline Cooper yang dimuat di situs mindbodygreen, kamu perlu bicara dengan pasanganmu secara jujur, tanpa rasa takut untuk saling cerita tentang relasi pasanganmu dengan keluarganya, termasuk orangtua, saudara, dan sahabatnya.
Dari situ kamu akan lebih mengenal alasan pasanganmu lebih mudah marah, cemburu, posesif dan kenapa pasanganmu mudah cemas. Bisa jadi karena orangtua pasanganmu sangat protektif, punya ekspektasi yang tinggi. Atau keluarganya nggak terbuka dan cuek, sehingga pasanganmu nggak ada ruang untuk mengekspresikan perasaannya. Lewat mengenali masa lalu, latar belakang tentang pasanganmu serta keluarganya, maka kamu dan pasangan jadi lebih mudah memahami kebutuhan satu sama lain.
2. Ikut Sesi Couple Counseling
Couple Counseling. Foto Freepik.com: Freepik |
Kalau kamu dan pasangan masih kesulitan untuk mengenal diri satu sama lain, nggak ada salahnya loh, Beauties untuk ikut couple counseling. Dikutip dari buku Theories of Psychotherapy and Counseling: Concepts and Cases yang ditulis oleh Richard Sharf, konselor atau psikolog akan membantumu lewat berbagai diskusi, asesmen untuk menggali kebutuhan kamu dan pasangan. Bahkan kamu dan pasangan jadi lebih paham tentang akar permasalahan dan konflik yang dihadapi dalam menjalin hubungan selama ini.
Pergi konseling bukan berarti kamu menerima nasihat. Tapi, konselor atau psikolog akan siap membantu dengan membuka insight atau cara pandang kamu dan pasangan dalam melihat sebuah masalah. Jadi, kamu dan pasangan harus siap terbuka untuk bercerita, ya, Beauties.