Trik Jitu Anak Muda Melek Finansial Bisa Makin Kaya Raya dan Bebas Utang

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Senin, 25 May 2026 17:15 WIB
Peran Digitalisasi untuk Pertumbuhan Finansial
Business talks pada hari kedua JFF 2026, Minggu (23/5/2026)/ Foto: Dok. LPS/FAISAL RAHMAN

Di era modern seperti sekarang, literasi keuangan adalah sebuah kebutuhan, Beauties. Dengan memahaminya, kamu bisa melihat peluang dan memaksimalkan kesempatan supaya makin cuan. Jogja Financial Festival (JFF) 2026 pun hadir sebagai wadah berkumpulnya anak-anak muda yang melek finansial untuk belajar langsung dari para pakar.

Jogja Financial Festival 2026 diselenggarakan pada 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Beauties. Acara ini menjadi ajang kolaborasi antara regulator, industri keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk membangun budaya keuangan baru, yang melek digital dan matang secara finansial. Para peserta mengikuti sesi Business Talk dan Educational Class untuk memperdalam ilmu keuangan mereka. Selain itu, JFF 2026 turut dimeriahkan oleh acara hiburan yang hadirkan artis-artis ternama, seperti Ari Lasso dan Happy Asmara.

Pentingnya Literasi Keuangan untuk Mengurangi Risiko

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS), Anggito Abimanyu

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS), Anggito Abimanyu/ Foto: Dok. LPS

Pinjaman online ilegal dan judi online menjadi ancaman besar keuangan ketika generasi muda tidak memahami cara mengelola keuangan yang benar. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS), Anggito Abimanyu, menyampaikan dalam pembukaannya di JFF 2026 (22/5/2026), “Pinjaman online ilegal tumbuh cepat. Judi digital menyusup melalui platform teknologi. Kejahatan keuangan menjamur. Investasi semu terus memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat.”

Oleh karena itu, peran JFF 2026 sangat penting untuk memitigasi risiko, Beauties. Sebab, JFF 2026 memungkinkan para pesertanya untuk belajar lebih jauh tentang ekonomi, investasi dan literasi keuangan langsung dari ahlinya. Beberapa narasumber yang mengisi kelas seperti Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ADK IAKD) OJK, Adi Budiarso, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.

Sementara di rangkaian sesi Educational Class, hadir narasumber yang tidak kalah mentereng, seperti SR Advisor Fraud Banking Investigation PT Bank Central Asia Tbk (BCA) & Ketua Komite Kerja Siber Fraud, Wani Sabu. Lalu, ada Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar dan Komposer, Produser, & Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto. Hadir juga Stock Enthusiast, Michael Yeoh.

“Jogja Financial Festival menjadi tempat anak-anak muda belajar bahwa mengolah masa depan bukan hanya soal mencari manfaat finansial tetapi tentang membangun ketahanan, menguasai teknologi, memitigasi risiko, menjaga martabat dan menciptakan peluang,” imbuh Anggito. “Ini adalah pertemuan gagasan, keberanian dan harapan bagi generasi muda Indonesia.”

Peran Digitalisasi untuk Pertumbuhan Finansial

Business talks pada hari kedua JFF 2026, Minggu (23/5/2026)

Business talks pada hari kedua JFF 2026, Minggu (23/5/2026)/ Foto: Dok. LPS/FAISAL RAHMAN

Pada hari kedua perhelatannya, JFF 2026 menggarisbawahi pentingnya transformasi digital, Beauties, terlebih dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Perbankan adaptif menyediakan layanan digital yang memudahkan nasabah melakukan transaksi.

“Transaksi harian, BRImo itu sehari itu Rp32 triliun, setahun itu Rp7.500 triliun,“ tutur Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi. Sementara jumlah transaksi harian layanan perbankan digital Livin' bahkan dapat menembus 13 juta transaksi, sebagaimana diungkap oleh Direktur Finance & Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Novita Widya Anggraini. Data ini disajikan tidak hanya untuk menunjukkan signifikansi, tapi juga betapa efisiennya layanan digital oleh perbankan.

"Itu artinya hampir mencapai 4,5 miliar setahun untuk mengakses aplikasi Livin tersebut, itu artinya bisa dibayangkan apabila transaksi tersebut masih dilayani secara offline, secara branch," tambah Novita.

Digitalisasi ini juga membantu program KPR subsidi yang tepat sasaran, yakni kepada kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). "KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR," terang Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu.

Tren Investasi yang Terus Meningkat

PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik sebagai narasumber Business Talks hari kedua JFF 2026 (23/5/2026)

PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik sebagai narasumber Business Talks hari kedua JFF 2026 (23/5/2026)/ Foto: Dok. LPS

Sesi Business Talks: Financial Market yang terdapat dalam agenda JFF 2026 turut menghadirkan PJS Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, yang membicarakan seputar investasi, Beauties. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih sangat optimis pasar modal Indonesia bisa tumbuh di 2026 karena tren investasi anak muda masih akan terus meningkat.

"Dua tahun covid jumlah investor tumbuh dari 4-5 juta jadi 10 juta. Tapi kalau dibandingkan tahun 2020 dengan saat ini, angka 10 juta itu sudah jadi 27,4 juta. Dalam 5 tahun, ada tambah lebih dari 17 juta atau dua kali lipat," ucapnya.

Bagaimana denganmu, Beauties? Tertarik berinvestasi untuk menambah cuan juga?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.