Viral di Medsos, Ini Kronologi Lulusan Harvard Andhika Sudarman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 03 Mar 2026 11:30 WIB
Profil Andhika Sudarman
Andhika Sudarman/Foto: Instagram/andhikasudarman_

Viral di media sosial seorang pebisnis yang merupakan lulusan Universitas Harvard sekaligus penerima beasiswa LPDP, Andhika Sudarman, diduga melakukan pelecehan seksual. Hal ini pertama kali terkuak melalui media sosial X (dulu Twitter) setelah sebuah akun bernama Matcha Green mengunggah kronologi dan tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan kepada Andhika Sudarman.

Berdasarkan pengakuan Matcha Green di media sosial, Andhika Sudarman diduga melakukan pelecehan seksual terhadap peserta SejutaCita Future Leaders (SFL), bahkan ada beberapa yang masih di bawah umur.

Sebagai informasi, SFL adalah program Edu-Leadership Trip ke luar negeri bagi WNI berumur 13-35 tahun dengan mengusung nilai transformasional untuk Self-Growth dan Future Career Planning. SFL adalah program dari platform yang didirikan oleh Andhika Sudarman. Peserta diminta membayar dengan jumlah yang tidak sedikit untuk bisa mengikuti program ini, yaitu kurang lebih sebanyak Rp30 juta.

"REVIEW JUJUR SEJUTACITA FUTURE LEADERS (SFL) DARI ALUMNI - SejutaLies? Scam? Study trip puluhan juta mentoring dengan alumni LPDP Harvard malah bahas hal seksual? Sharing pengalaman asli yang tidak seindah postingan media sosialnya. TW // Pelecehan seksual," tulis akun @matchagreen100 di X, Minggu (22/2).

Berikut kronologi viralnya kasus dugaan pelecehan seksual Andhika Sudarman.

Kronologi Lulusan Harvard Andhika Sudarman Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Andhika Sudarman

Andhika Sudarman/Foto: Instagram/andhikasudarman_

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh Andhika Sudarman pertama kali terungkap melalui media sosial. Akun Matcha Green membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialami oleh sejumlah peserta SFL.

Sekilas soal SFL, ini adalah program yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa Indonesia, Beauties. Program ini mengajak peserta untuk berkunjung ke universitas top di luar negeri sembari menjalin jejaring atau networking, mendapatkan edukasi soal leadership dan pengembangan diri, hingga mendapatkan sertifikat yang bisa dimuat di CV peserta nantinya.

Di awal utas, akun tersebut menceritakan alur seleksi yang harus dilalui peserta jika ingin mengikuti SFL. Peserta sempat mengeluhkan soal lambatnya konfirmasi pembayaran hingga harus terus-menerus bertanya kepada admin SFL.

Selanjutnya, akun itu memaparkan berbagai bentuk pengalaman tak menyenangkan yang mereka alami selama mengikuti trip Edu-Leadership Trip bersama SFL. Misalnya, manajemen acara yang jelek karena peserta merasa program ini lebih terkesan layaknya holiday trip dibanding study trip. Lalu, peserta juga merasa terburu-buru dalam menjalankan itinerary sehingga ada beberapa tempat yang batal dikunjungi.

Poin utama yang paling disorot adalah ketika peserta mengaku bahwa sesi mentoring belajar dan karier yang dijanjikan selama trip malah membahas hal berbau seksual dan tidak relevan.

"Mentoring Sekolah (SMP-SMA). Peserta disuruh bersumpah apabila membocorkan percakapan maka tidak akan diterima di universitas impian Mawar, peserta yang sedang studi fashion mencurahkan keresahannya yang ingin linjur saat kuliah. AS bilang bahwa Mawar tidak memiliki masa depan.

AS juga menyebut bahwa Mawar itu cantik dan polos. Selain itu, AS juga bertanya pada Mawar, "menurut kamu, dari 1000 teman laki-laki saya, berapa orang yang dapat dipercaya?". Melati, ditanyai AS apakah tidak ada keinginan untuk melepas hijab walau sudah berada di luar negeri. AS juga sesekali menepuk paha Lili layaknya teman sebaya yang menimbulkan perasaan tidak nyaman. AS menceritakan temannya yang pernah melakukan hubungan intim dan akhirnya putus," bunyi cuitan akun Matcha Green.

[Gambas:Instagram]

Usai utas tersebut viral di media sosial, muncul banyak komentar dari peserta SFL lainnya yang mengaku mengalami kejadian serupa. Bahkan, beberapa mantan karyawan di perusahaan yang dibangun Andhika Sudarman juga mengaku bahwa mereka pernah menjadi korban.

Andhika Sudarman Buka Suara

Andhika Sudarman

Foto: Instagram/andhikasudarman_

Berselang beberapa hari setelah utas tersebut ramai diperbincangkan, Andhika Sudarman akhirnya buka suara menanggapi tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan kepadanya. Melalui akun Instagramnya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, alumni, orang tua, mantan rekan kerja, rekan kerja, dan pihak lainnya yang merasa tidak nyaman dengan kejadian ini.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban secara profesional, Andhika mengatakan bahwa evaluasi terhadap program SFL akan dilakukan. Untuk menjaga objektivitas dan menunjukkan komitmen serius Andhika, efektif per Senin (2/3), seluruh pengelolaan program SFL akan dipimpin oleh Geraldine Abigail.

"Geraldine Abigail akan memimpin evaluasi dan memastikan kelancaran seluruh tata kelola dan pelaksanaan program SejutaCita. Sebab, kepentingan pihak-pihak yang terlibat di SejutaCita, termasuk para peserta, alumni, orang tua, dan karyawan merupakan fokus utama SejutaCita," tulisnya di akun Instagram @andhikasudarman_, Senin (2/3).

Ada tiga poin yang disampaikan Andhika dalam pernyataan resminya. Pertama, soal penyelenggaraan program SFL yang belum sesuai dengan harapan sebagian peserta selama program berlangsung.

Kedua, Andhika menjawab soal tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Ia mengatakan bahwa pengalaman ini menyadarkan dirinya bahwa gaya komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang.

Berikut pernyataan lengkap Andhika soal tuduhan pelecehan seksual:

Tuduhan Komunikasi & Interaksi

Terkait tuduhan yang beredar, saya memahami bahwa ini adalah isu yang sangat serius.

Saya menghargai keberanian setiap pihak yang menyampaikan pengalaman, perhatian, dan kekhawatiran mereka, sebab saya mengerti hal tersebut pastilah tidak mudah.

Membaca dan mendengar hal tersebut menjadi refleksi penting bagi saya bahwa dalam lingkungan profesional, terlebih dalam program yang melibatkan anak muda, batasan interaksi harus dijaga secara jauh lebih jelas.

Saya memahami setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda. Perasaan setiap individu adalah valid terlepas dari intensi yang dimiliki pihak lainnya.

Pengalaman ini juga menyadarkan saya bahwa gaya komunikasi saya dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi sebagian orang.

Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf secara tulus kepada siapa pun yang pernah merasa tidak nyaman dalam interaksi dengan saya. Namun, secara tegas saya menyatakan tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur.

Saya tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pengalaman atau klarifikasi secara langsung.

Saya juga mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap semua tuduhan yang beredar. Saya berharap proses ini dapat memberikan kejelasan bagi semua pihak.

[Gambas:Instagram]

Menanggapi tuduhan pelecehan seksual Andhika Sudarman, Harvard Club of Indonesia (HCI) juga mengeluarkan pernyataan resmi. HCI secara resmi telah mengakhiri hubungan Andhika Sudarman dengan jajaran pengurus (Board) HCI. Selain itu, Board HCI juga telah menerima surat pengunduran diri Andhika dan memastikan sisa masa jabatannya diselesaikan tanpa keterlibatan yang bersangkutan.

Profil Andhika Sudarman

Andhika Sudarman

Andhika Sudarman/Foto: Instagram/andhikasudarman_

Nama Andhika Sudarman cukup sering muncul di media sosial. Sebelum kasus ini terkuak, namanya selalu dikaitkan dengan sosok anak muda Indonesia yang berprestasi hingga ke kancah internasional.

Andhika Sudarman adalah lulusan Universitas Indonesia jurusan Hukum dan melanjutkan studi Master of Laws di Universitas Harvard melalui beasiswa LPDP.

Ia aktif di berbagai organisasi dan memiliki prestasi akademik yang cemerlang, salah satunya yang sukses melambungkan namanya adalah saat ia menjadi pembicara Indonesia pertama di wisuda Harvard Law School. Sejak saat itu, ia dikenal menjadi sosok yang inspiratif dan banyak membagikan ilmu seputar karier hingga pengembangan diri.

Setelah menyelesaikan studinya, Andhika membangun sejumlah perusahan rintisan, yaitu:

  • SejutaCita (CEO & Founder) sebuah platform penyedia program pengembagan diri
  • Dealls (CEO & Founder), sebuah platform pencarian kerja hingga mentoring karier
  • KantorKu HRIS (CEO & Founder), sebuah platform teknologi manajemen sumber daya (HR Tech) untuk perusahaan.

Selain itu, Andhika Sudarman juga menulis dan menerbitkan dua buku bertajuk Kitab Suci Kuliah dan Masuk PTN itu Gampang?.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE