Pilu, Anak SD di NTT Akhiri Hidup karena Putus Asa Tak Mampu Beli Pena dan Buku

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 04 Feb 2026 10:00 WIB
Pilu, Anak SD di NTT Akhiri Hidup karena Putus Asa Tak Mampu Beli Pena dan Buku
Pilu, Anak SD di NTT Akhiri Hidup karena Putus Asa Tak Mampu Beli Pena dan Buku/Foto: Istimewa

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pilu, seorang anak SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakhiri hidupnya. Pemicunya diduga karena anak yang duduk di bangku kelas IV SD itu kecewa dan putus asa lantaran tidak mampu membeli buku dan pena untuk keperluan sekolah.

Malam sebelum kejadian, korban berinisial YBR (10) meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena. Namun, permintaan YBR tidak bisa disanggupi ibunya karena kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit.

Diungkapkan oleh Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, kondisi ekonomi korban sangat berat. Ibu YBR harus menanggung kebutuhan hidup lima orang anak. Sementara itu, ia sudah berpisah dengan ayah korban sejak 10 tahun lalu.

YBR sendiri sehari-hari tinggal bersama sang nenek di sebuah pondok. Rumah nenek dan ibu korban berada di desa tetangga. Malam itu, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta dibelikan buku dan pena untuk keperluan sekolah.

"Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," ungkap Dion Roa, Selasa (3/2), dikutip dari detikBali.

Isi Surat YBR untuk Sang Ibu

Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT.

Surat YBR untuk sang ibu/Foto: Istimewa

YBR lalu ditemukan mengakhiri hidupnya di pohon cengkih di kebun milik neneknya pada Kamis (29/1). Pohon itu hanya berajak sekitar tiga meter dari pondok.

"Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter," kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, Jumat (31/1), dikutip dari detikBali.

Nenek korban tidak berada di pondok saat peristiwa tersebut terjadi. Ia sedang berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri. Ia baru mengetahui YBR mengakiri hidupnya setelah diberitahu oleh warga.

YBR meninggalkan sepucuk surat yang ditulis tangan dan ditemukan oleh polisi di TKP. Surat tersebut ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Di bawah pesannya, ada gambar anak terlihat menangis.

Berikut isi surat YBR kepada ibunya, dikutip dari detikBali.

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Tanggapan Menteri Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul)/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menanggapi peristiwa anak SD yang mengakhiri hidupnya lantaran kecewa tidak bisa membeli buku dan pena karena kondisi keluarga yang terhimpit ekonomi.

Gus Ipul berduka dan prihatin dan mengatakan kejadian ini harus jadi atensi bersama.

"Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/), dikutip dari detikNews.

Gus Ipul mengatakan perlunya pendampingan khusus kepada keluarga yang terbilang tidak mampu. Ia bicara pentingnya penguatan data untuk memerlukan rehabilitasi bagi keluarga yang memerlukan pemberdayaan.

"Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan. Ya, jadi itu sampai di situ dulu dan ini sungguh-sungguh menjadi perhatian bersama," lanjutnya.

Pengingat Pahit tentang Kemiskinan Struktural

Ilustrasi anak belajar

Ilustrasi/Foto: Freepik/jcomp

Peristiwa pilu yang menimpa anak SD di NTT ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen berduka dan merasa sedih akan nasib yang harus dihadapi anak SD yang ingin menuntut ilmu tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa kemiskinan bukan sekadar soal nasib dan kurang kerja keras. Jauh lebih mendalam, ada masalah besar dan telah mengakar bernama kemiskinan struktural.

Sebagai informasi, kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang dialami oleh suatu golongan masyarakat karena ketimpangan struktur sosial, ekonomi, dan politik. Mereka bukan tidak mau berusaha dan bekerja keras, tapi mereka tidak memiliki akses yang memadai dan layak terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari sumber daya, kesehatan, hingga pendidikan.

Tidak adanya akses kepada kebutuhan dasar membuat mereka pada akhirnya sulit meningkatkan taraf hidup. Mendapatkan upah yang layak terasa akan sulit jika kebutuhan dasar untuk bertahan hidup saja masih belum terpenuhi.

Meski bisa bersekolah secara gratis, tentu kita tidak bisa menutup mata pada kebutuhan lain yang membutuhkan biaya: membeli buku, seragam, alat tulis, hingga biaya transportasi dan makan. Bagi keluarga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, membeli buku dan pena bisa menjadi barang mewah yang sulit digapai. 

Narasi "malas", "kurang kerja keras", "tidak berusaha dengan gigih" bukan kata yang relevan jika dikaitkan pada korban kemiskinan struktural. Ketimpangan sistem ekonomi dan kebijakan yang tidak merata menjebak korban, mengikis harapan, dan menghambat mereka untuk bisa hidup dengan layak.

Kejadian ini tentu menjadi tamparan keras dan alarm bagi semua pihak bahwa kegagalan sistem yang tidak berpihak bisa berujung pada terkuburnya masa depan seorang anak.

Bagaimana menurutmu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE