Viral di Medsos, Ini Kronologi Penulis Panji Sukma Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 30 Mar 2026 13:15 WIB
Penerbit Buku Mojok Rilis Pernyataan Sikap
Pernyataan sikap Buku Mojok terkait kasus dugaan kekerasan seksual Panji Sukma/Foto: X/BukuMojok

Viral di media sosial seorang penulis dan vokalis band, Panji Sukma, diduga melakukan kekerasan seksual. Hal ini terkuak di media sosial X (dulu Twitter) setelah seorang perempuan yang mengaku sebagai korban membuat utas.

Korban mengaku bahwa dirinya mengalami manipulasi, guilt trip, isolasi dari lingkungan sosialnya, body shaming, eksploitasi, hingga kekerasan seksual. Akibat peristiwa ini, korban sangat terpuruk dan sempat berobat ke psikiater. Kini, korban masih berjuang untuk mencari keadilan.

Berikut kronologi penulis Panji Sukma diduga lakukan kekerasan seksual. 

Kronologi Penulis Panji Sukma Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Ilustrasi korban kekerasan seksual

Ilustrasi/Foto: Ilustrasi dari Iedhambaguserlangga

Korban menceritakan awal mula ia mengenal Panji Sukma, tepatnya pada 28 Maret 2025. Awalnya, korban menghubungi Panji melalui direct message (DM) Instagram untuk belajar menulis karena ingin mengikuti Sayembara Novel DKJ. Panji sendiri pernah memenangkan beberapa penghargaan kesusastraan, seperti Sayembara Novel DKJ, Anugerah Sastra Prasidatama, dan Penghargan Sastra Kemdikbud Ristek.

Tak hanya itu, Panji juga telah menerbitkan beberapa buku melalui beberapa penerbit. Rekam jejak dan sosok Panji yang dikenal santun serta pintar ini lah yang membuat korban percaya bahwa Panji punya kredibilitas di bidang kesusastraan.

Obrolan awal di pertemuan pertama terasa normal. Korban menyebut bahwa Panji memuji kepintaran dan keramahannya. Namun, Panji kemudian mengajukan pertanyaan soal kehidupan pribadi korban dan bahkan berandai-andai jika keduanya menjalin hubungan asmara.

Setelahnya, korban dan Panji masih bertemu. Pada 2 April 2025, Panji meminta korban untuk datang ke rumahnya untuk membahas soal tulisan. Korban percaya karena Panji dianggap sebagai sosok mentor.

Kala itu, Panji berusaha menarik simpati korban dengan menceritakan masalah dan kesulitan yang dialaminya. Korban pun akhirnya merasa kasihan.

Setelahnya, hubungan korban dan Panji semakin dekat. Namun, korban mengaku bahwa dirinya telah mengalami berbagai manipulasi dari Panji. Sampai suatu hari, Panji meminta foto area intim korban saat mereka sedang chatting di WhatsApp. Korban menolak, tapi Panji memaksa dengan melancarkan aksi guilt trip. Lalu Panji, menurut korban, melakukan body shaming kepadanya.

Tak hanya itu saja, korban juga mengaku bahwa diirnya sering diminta untuk mengerjakan hal-hal untuk kepentingan karier dan akademiknya hingga pekerjaan domestik.

"Dia juga sering memintaku mengerjakan hal-hal untuk kepentingan karir dan akademiknya, seperti membaca ratusan halaman novel untuk menuliskan endorse novel kawannya yang menceritakan isu lingkungan sungai kahayan, riset materi geothermal acara Rock in Solo, mendesain album cover lagu untuk spotify, membuat translate portofolio karya PS yang akan diterbitkan di luar negeri. Sidang terbuka doktoralnya, aku orang yang membuatkan MMT, PPT, bahkan mentranslate jurnal-jurnal yang menjadi referensi tugas akhir doktoralnya tersebut," ujar korban melalui akun X @tmptmengeluhku, Rabu (25/3).

Korban mengaku sangat stres dengan kondisi tersebut. Namun, korban tidak berani melawan dan tidak bisa pergi dari hubungan tersebut karena Panji menyuruhkan mengelola sebuah bisnis yang ia modali dan korban belum bisa mengembalikan modal tersebut.

Puncaknya, korban mengalami panic attack [ada November 2025 akibat hubungannya dengan Panji. Ia pun berobat ke psikiater dan disarankan untuk menjauhi Panji.

Korban memutuskan untuk pergi ke rumah Panji dengan niat membicarakan arah hubunagn mereka. Namun, saat itu, menurut korban, Panji memaksanya masuk ke kamar dan di situlah Panji mulai melancarkan aksi kekerasan seksual.

Setelah kejadian tersebut, korban masih bertahan sampai akhir November 2025 dengan Panji karena trauma bonding, sebelum akhirnya keduanya berpisah.

Korban kemudian berusaha melapor ke SAPA 129 dan pada awal 2026, ia diarahkan ke UPTD PPA setempat. Namun, korban mengaku malah mengalami reviktimisasi dan kasusnya dikatakan tidak layak naik hukum.

"Karena merasa terpukul, aku meminta bantuan komunitas SAVARA yang akhirnya mengarahkan aku ke SPEKHAM Surakarta. Aku mendapat bantuan psikologis juga hukum namun saat ini proses masih berjalan," tutur korban.

"Sampai sekarang aku masih berjuang dengan trauma, tekanan mental, kesulitan proses hukum dan dampak sosial dari kasus ini. Sementara PS belum menerima konsekuensi apa pun, dia masih santai setiap sore nongkrong di lapangan desa cangkol," ungkap korban.

Penerbit Buku Mojok Rilis Pernyataan Sikap

Pernyataan sikap Buku Mojok terkait kasus dugaan kekerasan seksual Panji Sukma

Pernyataan sikap Buku Mojok terkait kasus dugaan kekerasan seksual Panji Sukma/Foto: X/BukuMojok

Usai utas tersebut viral, penerbit Buku Mojok yang pernah menerbitkan buku karya Panji Sukma, segera mengeluarkan pernyataan sikap. Buku Mojok meminta maaf karena pernah menerbitkan buku Panji yang dinilai bernuansa seksis dan misoginis, bertajuk Ibilis dan Pengelana.

Berikut pernyataan lengkap Buku Mojok terkait kasus dugaan kekerasan seksual Panji Sukma:

Buku Mohok menyampaikan dukungan penuh untuk korban. Kami mengecam segala bentuk kekerasan seksual, serta praktis seksis dan misoginis yang dilakukan pelaku kepada korban. Oleh karena itu, Buku Mojok mendorong upaya penanganan kasus agar korban segera mendapatkan keadilan.

Selanjutnya, Buku Mojok meminta maaf karena pernah menerbitkan buku dengan konten seksis dan misoginis seperti Iblis dan Pengelana pada 2020. Sebagai penerbut, kami terus belajar agar lebih peka dengan isu gender agar tidaak lagi menerbitkan buku dengan konten misoginis. Kami juga berkomitmen untuk tidak lagi bekerja sama dengan Panji Sukma.

Sejak 2022, buku tersebut telah putus kontrak dan tidak lagi dicetak ulang. Kami sudah tidak lagi mendistribusikan buku tersebut. Kami juga terbuka jika ada toko buku atau pembaca yang ingin mengembalikan serta mendapat refund dari buku tersebut.

Kami berdiri bersama korban.

Panji Sukma belum memberikan pernyataan soal utas viral yang menyebut namanya tersebut. Berdasarkan pantauan Beautynesia pada Senin (30/3), akun media sosialnya terlihat dikunci.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE