Bikin geger, seorang perempuan berinisial EWL di Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berencana tetap menikah usai ditikam sang pacar, Fika Andrean Banjarnahor hingga 16 kali. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/7) malam.
Percekcokan terjadi sebelum insiden penikaman. Setelah menganiaya pacarnya, Andrean tersadar akan perbuatannya dan merasa kasihan. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit akibat mendapatkan luka tikaman.
Namun, yang bikin netizen terheran-heran, EWL mengaku insiden itu hanya pertengkaran biasa yang terjadi pada pasangan. Ia pun berencana tetap menikah dengan Andrean.
Dirangkum dari detikSumut, berikut fakta-fakta kasus perempuan tetap ingin nikahi sang pacar usai ditikam 16 kali.
Kronologi
Peristiwa terjadi ketika Andrean dan EWL berada di dalam mobil. Keduanya terlibat dalam percekcokan. Lalu, Andrean mulai menganiaya pacarnya.
Setelah melihat korban tak berdaya, Andrean tersadar atas perbuatannya. Merasa kasihan dengan kondisi EWL, Andrean meminta maaf dan mengantarkannya pulang ke tempat kerjanya.
Berdasarkan keterngan dari Kanit di Satreskrim Polres Asahan Iptu Arbin Rambe, pelaku sempat meminta korban berbohong atas aksinya. Jika ada yang bertanya mengapa ia dalam kondisi berdarah-darah, Andrean meminta EWL berkata karena ia alami pembegalan.
"Jadi mulanya kita mendapatkan laporan dari warga menyebutkan ada korban dibegal di daerah Terminal Kisaran pada Minggu (9/7) malam. Setelah dicek ternyata korban mengaku ditikam oleh pacarnya," kata Rambe, Selasa (11/7), dilansir dari detikSumut.
Korban Alami 16 Luka Tikaman
Usai penganiayaan, korban langsung dirawat di rumah sakit. Korban dilaporkan mendapat 16 luka tikaman di bagian perut hingga tangan.
Menurut keterangan korban, pelaku yang tengah emosi ketika menikamnya, tiba-tiba menghentikan aksinya dan sadar atas apa yang telah ia lakukan.
"Bahkan dia sempat minta maaf dan mengantarkan korban ini ke tempat kerjanya dan minta korban berbohong jika ada yang bertanya kondisinya berdarah-darah itu karena habis dibegal," ujar Rambe.
Pelaku Ditangkap
Pelaku langsung ditangkap keesokan harinya dan digelandang ke Polres Asahan. Polisi pun turut serta mengamankan barang bukti pisau dan mobil yang digunakan tersangka saat kejadian.
Di kantor Polisi, menurut pengakuan pelaku ia tega melakukan penganiayaan kepada pacarnya itu karena kesal terus dimintai uang oleh korban dengan alasan keperluan yang bermacam-macam.
"Alasannya karena dimintai uang. Tapi keterangan dari korban ini masih kita dalami karena korban kondisinya masih syok dan dirawat jadi belum bisa dimintai keterangan secara lengkap," ujar Rambe.