Pesan dukungan untuk tentara di medan perang memang bukan hal baru. Namun, bagaimana jadinya jika pesan itu justru menyerukan kekerasan seksual? Hal inilah yang terungkap baru-baru ini dalam aksi genosida Israel di Palestina.
Melansir laman Middle East Eye, pesan berisi seruan untuk melakukan asusila justru muncul dalam paket kopi yang dikirim untuk tentara Israel di Gaza. Di dalam 'surat' itu terdapat seruan agar para tentara Israel tidak ragu memerkosa warga Palestina dengan cara yang kejam.
Mirisnya, pengirimnya diduga masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Hal ini jelas memunculkan keprihatinan baru di tengah serangan yang berlangsung. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Seruan Kekerasan Seksual pada Bungkus Kopi
Pesan Kontroversial di Bungkus Kopi Tentara Israel/Foto: X.com |
Daniel Amram, jurnalis independen asal Israel, mengunggah gambar di Instagramnya, yang memperlihatkan bungkus kopi yang dibubuhi tulisan:
"Rape them in the ass with a rusty iron bar until there is blood coming out, thank you for protecting us. Michal, second grade."
Dia menyatakan bahwa kopi tersebut memang diterima oleh tentara Israel yang bertugas. Namun, tak lama setelah menuai perhatian dan komentar publik, unggahan tersebut dihapus.
Meski demikian, berbagai tangkapan layar sudah terlanjur menyebar, lengkap dengan reaksi netizen yang justru memperkuat keresahan. Mirisnya, kalimat tersebut diklaim berasal dari anak kelas dua SD bernama Michal. Meski belum bisa diverifikasi sepenuhnya, gambar itu dilaporkan dibagikan langsung kepada tentara Israel yang bertugas di Gaza.