Wajib Tahu! 8 Waktu Mustajab untuk Berdoa yang Sering Terlewat

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Minggu, 12 Apr 2026 20:00 WIB
8. Saat Mengalami Kesulitan atau Terzalimi
Ilustrasi saat mengalami kesulitan/Freepik: wirestock

Dalam kehidupan sehari-hari, berdoa sering jadi rutinitas yang terasa biasa saja. Padahal, dalam ajaran Islam, ada waktu-waktu tertentu yang disebut sebagai waktu mustajab, yaitu momen di mana doa memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan. Sayangnya, banyak orang justru melewatkan waktu-waktu ini karena kurangnya pengetahuan atau kesadaran.

Beauties, memahami waktu mustajab bukan hanya soal ibadah, tapi juga tentang memaksimalkan setiap kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah Swt. Lalu, kapan saja sebenarnya waktu-waktu mustajab yang sering terlewat ini?

1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir disebut sebagai waktu paling mustajab karena Allah membuka pintu pengabulan doa bagi hamba-Nya.

Ilustrasi salat/ Foto: Pexels.com/Zeynep Sude Emek

Sepertiga malam terakhir menjadi salah satu waktu mustajab yang paling utama dalam Islam. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. menjelaskan bahwa Allah Swt. turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan menawarkan ampunan serta mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon.

Dr. Yasir Qadhi dalam ceramahnya di Muslim Central juga menjelaskan bahwa terdapat satu ayat yang meyakinkan untuk berdoa di waktu ini. 

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

2. Antara Azan dan Iqamah

Ilustrasi menunggu iqamah/Freepik: freepik

Waktu antara adzan dan iqamah sering dianggap sepele, padahal memiliki keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa doa di antara azan dan iqamah tidak akan ditolak.

Sheikh Assim Al-Hakeem dalam penjelasannya di situs IslamQA mengatakan bahwa banyak orang justru menyia-nyiakan waktu ini dengan aktivitas lain. Ia menegaskan bahwa momen ini adalah kesempatan emas untuk berdoa karena merupakan panggilan langsung menuju ibadah.

3. Sujud dalam Salat

Potret sujud dalam salat/Freepik: rawpixel.com

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa seorang hamba berada dalam posisi paling dekat dengan Allah Swt. ketika sujud. Oleh karena itu, momen ini sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Dr. Jonathan Brown dari Georgetown University dalam wawancaranya dengan Al Jazeera English menjelaskan bahwa sujud melambangkan kerendahan hati total seorang hamba. Ia juga menyebutkan bahwa kondisi ini membuat doa menjadi lebih tulus dan penuh pengharapan.

4. Hari Jumat

Ilustrasi sholat Jumat/Freepik: rawpixel.com

Hari Jumat dikenal sebagai hari penuh keberkahan dalam Islam. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa ada satu waktu di hari Jumat di mana doa tidak akan ditolak.

Dr. Ingrid Mattson, dalam tulisannya di HuffPost Religion menjelaskan bahwa ketidakjelasan waktu tersebut justru mendorong umat Islam untuk memperbanyak doa sepanjang hari. Hal ini meningkatkan peluang untuk mendapatkan waktu mustajab tersebut.

5. Saat Buka Puasa

Ilustrasi buka puasa/Freepik: rawpixel.com

Momen berbuka puasa bukan hanya tentang makan setelah menahan lapar, tetapi juga waktu terbaik untuk berdoa. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak.

Kondisi setelah berpuasa membuat seseorang lebih bersyukur dan rendah hati. Hal ini menjadikan doa yang dipanjatkan lebih tulus dan penuh makna.

6. Saat Hujan Turun

Ilustrasi hujan/Freepik: freepik

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa doa saat hujan turun termasuk doa yang mustajab. Namun, banyak orang tidak memanfaatkan momen ini.

Sheikh Omar Suleiman menjelaskan dalam ceramahnya bahwa hujan merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada bumi. Ia juga menambahkan bahwa suasana hujan membantu seseorang lebih reflektif dan khusyuk dalam berdoa.

7. Saat Safar atau Perjalanan Jauh

Ilustrasi safar/Foto: womenshealthmag.com: Hearst Owned

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa doa orang yang sedang dalam perjalanan termasuk doa yang tidak tertolak. Safar seringkali menghadirkan ketidakpastian yang membuat seseorang lebih bergantung kepada Allah.

PBS Religion & Ethics NewsWeekly menjelaskan bahwa kondisi perjalanan meningkatkan kesadaran spiritual seseorang. Ia menyebut bahwa rasa ketergantungan ini membuat doa menjadi lebih tulus dan kuat.

8. Saat Mengalami Kesulitan atau Terzalimi

Ilustrasi saat mengalami kesulitan/Freepik: wirestock

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa doa orang yang terzalimi tidak memiliki penghalang antara dirinya dan Allah Swt. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya doa dalam kondisi sulit.

Kondisi tertekan membuat seseorang berdoa dengan lebih jujur dan tanpa kepura-puraan. Ia juga menambahkan bahwa keikhlasan dalam kondisi ini menjadi kunci utama kekuatan doa.

Beauties, memahami dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab ini bisa menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar dalam hidupmu, jadi mulai sekarang jangan ragu untuk lebih peka terhadap momen-momen tersebut dan jadikan doa sebagai kekuatan utama dalam setiap langkahmu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.