Wajib Upgrade Skill, 10 Pekerjaan yang Rentan Tergantikan AI pada Tahun 2026

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 24 Feb 2026 12:00 WIB
9. Pekerja Teknologi (Programmer, Software Engineer, Data Analyst dan Koder)
Programmer/ Foto: Freepik.com/tonodiaz

Di tengah kondisi sulitnya mencari pekerjaan dan tingginya angka pengangguran, para pencari kerja saat ini juga harus bersaing dengan teknologi kecerdasan buatan (Artifical Intelligence/AI) yang terus berkembang pesat.

Kehadiran teknologi canggih ini memang bisa mempermudah berbagai pekerjaan manusia sehari-hari, seperti mencari informasi, mengatur jadwal meeting, desain grafis, hingga menganalisis data dengan cepat dan akurasi yang tinggi. Namun, apakah kehadirannya bisa menggantikan tenaga kerja manusia?

Berdasarkan laporan data dari Microsoft, berikut ini beberapa pekerjaan yang paling rentan tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Apa saja?

1. Customer Service dan Telemarketer

Customer Service/ Foto: Freepik.com/freepik

Di masa depan, pekerja di bidang telemarketer dan customer service juga diprediksi akan tergantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI).

Pasalnya, hampir semua bisnis yang menggunakan platform online pasti memakai tools chatbot untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Dengan didukung oleh teknologi AI, program ini dirancang untuk menanggapi pesan secara otomatis, konsisten dalam memberikan informasi, serta membantu konsumen dalam memecahkan masalah.

2. Pekerja Media (Reporter, Jurnalis, Penulis, dan Iklan)

Jurnalis/ Foto: Freepik.com/freepik

Seiring popularitas aplikasi AI seperti ChatGPT, banyak orang yang mengandalkan aplikasi tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan, terutama mereka yang bekerja di industri media. Tools AI kini mampu menulis artikel, postingan blog, deskripsi produk, hingga melakukan draf email pemasaran dalam hitungan detik berdasarkan perintah sederhana.

Sementara itu, konten yang bersifat informatif, formulatif, dan dioptimalkan untuk SEO (Search Engine Optimization) dasar, AI menawarkan kecepatan dan volume produksi yang sulit ditandingi oleh penulis manusia.

Sebab itulah, teknologi ini diprediksi akan menggantikan manusia untuk mengerjakan pekerjaan yang umum di industri media seperti penulis, jurnalis, reporter, hingga penerjemah sekali pun.

3. Petugas Entri Data

Entri Data/ Foto: Freepik.com/rawpixel-com

Tak bisa dimungkiri jika AI memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memproses dan menganalisis data dalam jumlah besar. Teknologi kecerdasan buatan ini mampu menganalisis data secara akurat dan cepat, mengurangi waktu kerja, meminimalisir kesalahan manusia, dan meningkatkan efisiensi keseluruhan pekerjaan yang berkaitan dengan data.

Kemampuan ini dikhawatirkan akan menggantikan posisi mereka yang bekerja di bidang entri data di masa depan. Apalagi jika kamu tidak siap akan perubahan, sehingga kamu harus ikut berkembang bersama teknologi kecerdasan buatan tersebut.

4. Analisis Riset Pasar

Analisis Riset Pasar/ Foto: Freepik.com/rawpixel-com

Setiap perusahaan pasti memiliki analisis riset pasar yang bertugas untuk mengumpulkan data dan mengolah data-data tersebut untuk memperkirakan tren atau memprediksi pasar di masa depan.

Namun sayangnya, pekerjaan ini diperkirakan akan segera tergantikan oleh teknologi AI yang memiliki kemampuan pengelolaan big data dan kemampuan analisis yang lebih cepat dan akurat dibandingkan tenaga manusia.

5. Akuntan dan Auditor

Akuntan/ Foto: Freepik.com/katemangostar

Mungkin selama ini kita mengira kalau profesi sebagai akuntan dan auditor adalah pekerjaan yang paling aman untuk jangka panjang. Tapi nyatanya, pekerjaan di bidang keuangan ini juga akan terancam tergantikan oleh AI.

Banyak perusahaan kini mulai mempercayakan teknologi AI untuk melakukan pekerjaan di bidang keuangan seperti pencatatan transaksi, penggajian, dan laporan keuangan.

Penggunaan AI juga dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja, mempercepat pengelolaan keuangan, dan meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi oleh manusia, di mana tingkat akurasinya lebih tinggi.

6. Kasir dan Petugas Tiket

Kasir/ Foto: Freepik.com/freepik

Saat ini, kita sudah mulai dibiasakan melakukan pembelian dan pembayaran secara mandiri melalui smartphone. Di Indonesia sendiri, beberapa layanan telah menerapkan sistem pembayaran cashless dan self check-in yang mempermudah kegiatan sehingga lebih cepat, praktis, dan aman.

Sistem ini juga didukung oleh berbagai perbankan, termasuk Bank Indonesia (QRIS) untuk menciptakan cashless society yang praktis dan efisien. Selain itu, sistem pembayaran non-tunai juga dapat meminimalisir kesalahan.

Namun, di balik kemudahan ini semua, ada ancaman besar bagi mereka yang bekerja di bidang kasir atau petugas loket. Itu karena konsumen diperkirakan akan bisa melakukan semua transaksi dan penukaran tiket tanpa bantuan petugas di masa depan.

Pasalnya, konsumen hanya membutuhkan smartphone yang terkoneksi dengan jaringan internet, dan scan barcode untuk melakukan transaksi maupun membeli atau menukar tiket.

7. Pekerja Pabrik dan Manufaktur

Pekerja pabrik/ Foto: Freepik.com/usertrmk

Para pekerja pabrik, mulai dari tim produksi, quality control, hingga manajemen logistik juga dapat terancam keberadaannya. Apalagi di era teknologi seperti sekarang ini, otomatisasi dan robotika mengalami kemajuan pesat yang dapat mengambil alih tugas-tugas perakitan, pengelasan, pengepakan, dan kontrol kualitas.

Robot ini dapat bekerja dengan presisi tinggi tanpa lelah, efisiensi waktu kerja, meningkatkan output produksi, dan mengurangi risiko kecelakaan kerja bagi manusia.

8. Desain Grafis

Desain grafis/ Foto: Freepik.com/freepik

Di era serba digital, profesi yang mengandalkan kreativitas seperti desain grafis dan ilustrator juga tidak luput dari ancaman teknologi AI. Saat ini saja, sudah banyak aplikasi AI yang bisa membantu membuat sebuah gambar berdasarkan input teks (prompt).

Meski belum sepenuhnya optimal, beberapa perusahaan sudah mulai menggunakan aplikasi ini untuk memproduksi konten pekerjaan mereka. Aplikasi AI ini menjadi solusi praktis untuk pemula.

9. Pekerja Teknologi (Programmer, Software Engineer, Data Analyst dan Koder)

Programmer/ Foto: Freepik.com/tonodiaz

Beberapa tahun belakangan, pekerjaan di bidang teknologi seperti programmer, software engineer, data analyst, dan koder menjadi profesi yang ‘wah’ dan diincar oleh banyak orang. Namun, seorang pakar menilai bahwa teknologi AI dapat dengan mudah menggantikan posisi tersebut di masa depan.

Pasalnya, banyak aplikasi AI yang beroperasi sangat baik dalam mengelola dan menganalisa angka. Jika terus dilatih, akurasinya diprediksi akan lebih tinggi daripada manusia.

Selain itu, teknologi AI yang canggih bisa menghasilkan pengkodean lebih cepat dibandingkan manusia. Artinya, satu pekerjaan yang biasanya diselesaikan oleh beberapa karyawan bisa digantikan dengan satu tools AI saja.

10. Supir atau Pengemudi

Ilustrasi pengemudi/ Foto: Freepik.com/freepik

Kendaraan tanpa pengemudi (self-driving) yang ditenagai teknologi AI merupakan masa depan industri transportasi yang terus dikembangkan sampai saat ini. Pengemudi truk, taksi, maupun layanan pengiriman barang secara bertahap akan beralih ke sistem tanpa pengemudi.

Teknologi ini menjanjikan tingkat keamanan yang lebih tinggi, meminimalisir faktor kelelahan dan kelalaian manusia, serta efisiensi rute dan bahan bakar yang lebih baik. Dalam beberapa dekade mendatang, profesi ini diprediksi akan menghadapi otomatisasi total.

Pada intinya, bukan soal apakah AI akan mengambil alih pekerjaan kita, tapi siapa yang paling cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dengan maksimal, maka itu yang akan bertahan di dunia kerja saat ini. Apakah Beauties sudah mempersiapkan skill baru untuk bersaing di masa depan?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE