Waspada, 8 Kalimat 'Beracun' Ini Diam-diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahanmu!

Nurmalia Ratnasari | Beautynesia
Senin, 27 Feb 2023 22:30 WIB
Waspada, 8 Kalimat 'Beracun' Ini Diam-diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahanmu!
Waspada, 8 Kalimat 'Beracun' Ini Diam-diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahanmu!/Foto: Freepik/pressfoto

Menikah dengan orang yang kita cintai tentu menjadi sebuah kebahagiaan besar dalam hidup. Mengarungi kehidupan bersama orang terkasih tentu terdengar menyenangkan. Namun, menjaga hubungan pernikahan bukanlah hal yang mudah, tentu ada tantangannya, termasuk dalam cara kamu berkomunikasi dengan pasangan.

Seorang psikolog pernikahan dan penulis buku  Letting Go of Your Ex, Dr. Cortney S. Warren, PhD, telah mengidentifikasi 8 kalimat yang diam-diam bisa merusak hubungan pernikahan. Jika terus diucapkan, maka hubungan dapat terancam dan menjadi tidak sehat.

Penasaran apa saja 8 kalimat beracun tersebut? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

8 Kalimat yang Diam-diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahan

1. “Kamu Nggak Pantas Buat Aku"

Pasangan bertengkarIlustrasi pasangan bertengkar/Foto: Freepik/ drazen zigic

Menghadapi perbedaan satu sama lain dalam hubungan pernikahan memang tidak mudah. Dilansir dari CNBC, Dr. Warren mengatakan bahwa hubungan bisa dengan cepat menurun ketika salah satu atau kedua pasangan berbicara satu sama lain dengan nada menghina. 

Agar hal itu tidak terjadi, tetap berjuang menyatakan perasaan kamu kepada pasangan dengan tenang, namun  jujur. Misalnya, “Aku sedang berjuang dalam situasi hubungan (atau status) kita sebagai pasangan sekarang.” 

2. “Berhenti Menanyakan Apakah Aku Baik-Baik Saja, Semuanya Baik-Baik Saja” (Padahal Tidak!)

Kalimat yang pasif-agresif bisa membuat pasangan kesulitan membicarakan masalah secara langsung dan terbuka, lho. Hal ini juga bisa membuat konflik jadi sulit terselesaikan.

Kamu bisa coba katakan, “Aku benar-benar kesal, tetapi aku belum siap untuk membicarakannya.” Jadi, alih-alih menyatakan tidak ada masalah, lebih baik untuk ungkapkan yang sebenarnya atau luangkan waktu untuk mengatakannya saat kamu sudah siap.

3. “Kamu Menyedihkan”

Kamu mulai menganggap pasanganmu tidak bisa memahamimu sebaik diaIlustrasi/Foto: pexels.com/budgeron-bach

Saat situasi terlihat buruk dan rumit, menyederhanakan situasi dengan ungkapan negatif bukan ide yang bagus. Hal yang bisa kamu coba adalah dengan mengungkapkan perasaan kamu mengenai situasi yang terjadi dengan lebih spesifik. Misalnya, “Aku tidak suka cara kamu menangani situasi itu”, lalu jelaskan hal apa yang kamu maksud dan alasannya.

Waspada, 8 Kalimat 'Beracun' Ini Diam-diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahanmu!

Bertengkar dengan pasangan/Foto:freepik/pressfoto

Waspada, 8 Kalimat 'Beracun' Ini Diam-diam Bisa Merusak Hubungan Pernikahanmu!/Foto: Freepik/pressfoto

4. “Aku Benci Kamu”

Momen emosional yang memanas memang tak jarang membuat kita menyatakan perasaan yang tidak mewakili situasi yang sebenarnya, salah satunya adalah ungkapan “Aku benci kamu!”

Saat itu terjadi, kamu bisa coba katakan, “Sulit untuk berada di dekat kamu sekarang.” Jadi kamu bisa meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri, sebelum kamu mengatakan sesuatu yang tidak benar, meskipun saat itu terasa benar.

5. “Kamu Orangtua yang Buruk”

Asian boy kid sitting and crying on bed while parents having fighting or quarrel conflict at home. Child covering face and eyes with hands do not want to see the violence. Domestic problem in family.Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Kiwis

Kalimat ini tentu saja sangat menyakitkan dan dapat merusak kepercayaan satu sama lain. Jadi, saat pasangan kesulitan mengatasi situasi dengan anak-anak, menurut Dr. Warren kamu bisa ungkapkan hal-hal sensitif seperti ini dengan komunikasi yang tidak menyerang karakter ataupun masa lalu pasangan.

Misalnya, “Saya pikir situasi ini berkaitan dengan masalah dari masa lalu kamu. Bagaimana cara kita untuk bisa mengatasi hal ini bersama?” 

6. “Kamu gila!”

Pertengkaran bisa dihindari dengan memperbaiki ungkapan toksik dengan kalimat yang lebih spesifik dan konstruktif/foto: freepik.com/Drazen Zigic
Pertengkaran bisa dihindari dengan memperbaiki ungkapan toksik dengan kalimat yang lebih spesifik dan konstruktif/foto: freepik.com/Drazen Zigic

Kalimat manipulatif yang membuat pasangan meragukan diri mereka sendiri dan merusak persepsi mereka tentang realitas disebut dengan gaslighting.

Apa yang harus dikatakan sebagai gantinya?

Kamu bisa ungkapkan apa yang kamu tidak sukai tentang tindakan pasanganmu dengan cara yang konstruktif, daripada mencoba memanipulasi pasanganmu. Misalnya, “Menurutku, respon kamu seperti ini bisa membuat situasinya semakin buruk. Bisa kita coba pecahkan dan sisir alur (masalahnya) bersama-sama?” 

7. “Kamu Mengganggu”

Mungkin kamu pernah merasa pasanganmu sedang menyebalkan atau umumnya mengganggu dengan hal-hal yang tidak begitu penting. Hindari mengatakan kalimat, "Kamu menggangguku," dan kamu bisa coba katakan, “Aku mendengar bahwa kamu sedang menginginkan perhatianku, tetapi aku sedang merasa membutuhkan ruang dan waktu untuk fokus dulu saat ini."

8. “Aku Sudah Lelah!”

Sering bertengkar bisa jadi tanda pertama dari relationship burnoutIlustrasi/Foto: Freepik.com

Bahasa yang mengancam hubungan seperti, “Aku pergi” atau “Aku sudah lelah” yang menciptakan insekuritas dan mengurangi keintiman kamu dengan pasangan, bisa kamu ganti dengan ungkapan yang lebih baik. Salah satunya, “Aku benar-benar kesal sekarang dan perlu waktu sejenak,” atau “Kita perlu melakukan pembicaraan serius tentang hubungan kita.”

Beauties, itulah beberapa 8 kalimat beracun yang bisa menghancurkan hubungan pernikahan. Cobalah untuk mengungkapkan perasaan dengan cara yang jelas dan terbuka, sopan serta menghargai satu sama lain. Semoga hubungan pernikahanmu terus berjalan baik dan bahagia, ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE