Waspada Bag Lady Syndrome, Ketika Rasa Takut Jatuh Miskin Mengganggu Keputusan Finansial

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 29 May 2026 10:00 WIB
Mengenal bag lady syndrome, fenomena psikologi yang bisa mengganggu keputusan finansial/Foto: Magnific.com/shurkin_son

Rasa takut kekurangan uang bisa muncul dalam bentuk yang halus, tapi dampaknya cukup besar terhadap cara kamu mengatur hidup. Mulai dari keputusan kecil seperti menahan pengeluaran sehari-hari sampai keputusan besar seperti investasi atau menabung ekstrem, semua bisa dipengaruhi oleh kecemasan ini. Kondisi ini sering dikaitkan dengan bag lady syndrome, yaitu ketakutan berlebihan terhadap kemungkinan jatuh miskin di masa depan yang memengaruhi keputusan finansial.

Uang seharusnya dipandang sebagai alat untuk hidup lebih tenang. Alih-alih membuat kamu semakin kaya, sindrom ini justru berisiko merusak kualitas hidup dan mengacaukan keputusan finansial yang rasional. Melansir dari HuffPost dan Golden Road Advisors, yuk, cari tahu lebih lanjut tentang fenomena psikologis ini dan bagaimana cara membebaskan diri dari cengkeramannya!

Pengertian Bag Lady Syndrome


Pengertian bag lady syndrome/Foto: Magnific.com/user18526052

Istilah bag lady syndrome pertama kali muncul sekitar tahun 1970-an untuk menggambarkan fenomena psikologis di mana seorang perempuan sukses dan mandiri secara finansial tetap dihantui ketakutan ekstrem akan menjadi gelandangan. Kata bag lady sendiri merujuk pada istilah tunawisma perempuan yang membawa seluruh harta bendanya dalam kantong belanja di jalanan.

Meskipun secara statistik sindrom ini lebih banyak didokumentasikan menyerang perempuan karena faktor kesenjangan upah dan harapan hidup yang lebih panjang, pada realitasnya di zaman modern, siapa pun bisa mengalami kecemasan serupa tanpa memandang gender.

Dari sudut pandang psikologi keuangan, kondisi ini sering berkaitan dengan scarcity mindset, yaitu cara berpikir yang selalu merasa sumber daya terbatas. Pola pikir ini membuat setiap keputusan finansial terasa penuh tekanan, seolah-olah satu kesalahan kecil bisa berdampak besar di masa depan.

(naq/naq)