Yuk Kenalan dengan para Model Disabilitas yang Sukses Menggebrak Panggung Model Dunia
1. Madeline Stuart
Foto: https://food.detik.comMadeline Stuart yang berasal dari Australia ini digadang-gadang sebagai model pertama yang tampil dengan penyakit down syndrome. Karena hal itu, akhirnya Madeline dianggap sebagai fenomena dalam dunia modelling yang mampu mengubah pandangan dunia mengenai inklusivitas.
Penyakit down syndrome memang umumnya identik dengan badan yang cenderung gemuk. Karena itu, Madeline pun berjuang mengurangi berat badannya sampai 20 kg.
Kini, Madeline pun begitu sukses dalam kariernya sebagai modelling. Nama Madeline juga sudah terdaftar dalam beberapa runway di beberapa negara, seperti Paris Fashion Week, London Fashion Week, New York Fashion Week, Mercedez Benz Fashion Week China, Runway Dubay, dan beberapa yang lainnya. Selain itu, Madeline juga tampil dalam beberapa majalah di dunia.
2. Kelly Knox
Foto: https://thesun.co.ukKelly Knox adalah seorang model disabilitas yang terlahir tanpa lengan kiri. Pada awalnya, Kelly pernah memakai tangan palsu. Namun pada akhirnya ia memutuskan untuk membuangnya dan mengatakan pada temannya, bahwa ingin menjadi model.
Untuk mencapai keinginannya, Kelly terus berjuang dan berkali-kali harus menerima penolakan. Dan pada akhirnya, keinginannya pun tercapai. Di tahun 2017, Kelly menjadi salah satu model disabilitas pertama yang tampil di London Fashion Week. Ia saat itu berjalan di atas catwalk untuk duo desain Inggris/Irlandia, Teatum Jones. Kehadiran Kelly yang begitu mencuri perhatian di panggung London Fashion Week tersebut malah membuatnya menjadi salah satu role model disabilitas.
3. Diandra Forrest
Foto: https://pinterest.comDiandra Forrest adalah seorang model disabilitas yang berdarah Afrika-Amerika. Diandra yang mengidap albino pernah sempat frustrasi dengan fisik yang dialaminya. Namun pada akhirnya, Diandra yang memiliki kulit pucat dan rambut pirang alami ini mampu untuk bangkit. Kini Diandra sukses menjadi seorang model catwalk profesional yang selalu tampil total dan menakjubkan.
4. Jack Eyers
Foto: https://pinterest.comTak hanya model wanita disabilitas saja, model pria disabilitas yang cukup sukses juga ada banyak. Salah satunya adalah pria yang bernama Jack Eyers ini. Jack merupakan orang pertama yang mengenakan Mr England dengan kaki yang teramputasi. Ia berhasil dinobatkan sebagai 'Tuan Inggris' dalam kompetisi yang berlangsung pada Oktober 2019 yang lalu. Jack juga tergabung dalam Models of Diversity, yaitu sebuah agensi model yang menjujung kesetaraan dan keadilan dalam fashion dan media.
Jack juga pernah menorehkan sejarah sebagai model pria disabilitas pertama yang berjalan di panggung New York Fashion Week di tahun 2015 yang lalu. Selain itu, Jack juga menjadi model utama yang berjalan di catwalk pertunjukan AW17 Teatum Jones di London Fashion Week. Sebagai model disabilitas, Jack mempunyai misi untuk meningkatkan derajat para penyandang disabilitas, terutama di industri fashion.
5. Jillian Mercado
Foto: https://sports.yahoo.comSejak remaja, Jillian Mercado telah menderita distrofi otot. Hal ini pun lantas membuat dirinya tidak bisa berkembang seperti remaja lain pada umumnya. Akan tetapi, hal tersebut tidak sampai mematahkan keinginan Jillian untuk menggeluti dunia fashion.
Setelah menandatangan kontrak dengan sebuah manajemen model kenamaan IMG Models sejak enam tahun lalu, kini Jillian pun semakin eksis. Ia pun kini lebih dikenal sebagai model profesional.
6. Kanya Sesser
Foto: https://araabinews.comKanya Sesser adalah seorang model disabilitas asal Amerika yang terlahir tanpa kaki. Ia terlahir di Thailand dan ditinggal oleh orang tuanya. Pada usia lima tahun, Kanya dibawa oleh orang tua angkatnya untuk tinggal di Portland, Oregon, di Amerika Serikat.
Di usia 15 tahun, Kanya memulai karirnya sebagai model. Ia pun menjadi model brand ternama seperti Nike, Billabong, dan model pakaian dalam. Dari hasil profesinya tersebut, ia pun menghasilkan lebih dari 1.000 dollar AS perhari.
Kanya juga tidak pernah merasa minder dengan keadaan fisiknya. Ia pun menolak menggunakan kursi roda ataupun kaki palsu. Kanya lebih memilih menggunakan skateboard sebagai sarana mobilitasnya.