sign up SIGN UP

Yuk, Kenali Lebih Jauh Tentang Buta Warna dan Bermacam-macam Tes Buta Warna

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Kamis, 24 Oct 2019 13:45 WIB
Yuk, Kenali Lebih Jauh Tentang Buta Warna dan Bermacam-macam Tes Buta Warna
caption
Kamu tentunya pasti pernah mengikuti tes buta warna bukan? Baik itu hanya melalui permainan maupun tes langsung oleh dokter. Umumnya tes buta warna dilakukan sebagai syarat untuk masuk kuliah atau kerja. Nah, tahukah kamu lebih jauh tentang buta warna dan macam-macam tes buta warna tersebut? Berikut dibawah ini penjelasannya.

Apa Itu Buta Warna?


Foto: https://pinterest.com

Buta warna adalah sebuah kelainan pada mata sehingga penderitanya mengalami kekurangan dalam melihat warna. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada sel kerucut yang terdapat pada retina mata. Gangguan ini mengakibatkan penderita berkurang sensitifitasnya terhadap warna-warna tertentu, seperti hijau, merah serta biru atau kuning.


Perbedaan Buta Warna Parsial dan Buta Warna Total


Foto: Istimewa

Pernahkah kamu mendengar istilah buta warna parsial dan buta warna total?
 

        
  • Buta warna parsial, adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat melihat beberapa warna. Misalnya buta warna merah hijau (tidak dapat melihat warna merah dan hijau), buta warna biru kuning (tidak dapat melihat warna biru dan kuning).
  •     
  • Buta warna total, adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat melihat warna, sehingga dunia hanya berwarna hitam dan putih (monokromasi).

Apa Saja Penyebab Buta Warna?


Buta warna bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti berikut:
 

​​​​​​​​​​​

1. Faktor genetik


Foto: Istimewa

Faktor yang satu ini sudah pasti tidak bisa dihindari. Hal ini karena genetik bukanlah suatu yang bisa kita pilih maupun dikendalikan. Kebanyakan penderita buta warna yang mengalaminya sejak lahir disebabkan oleh faktor genetik yang berikatan dengan kromosom X.
 


2. Penyakit


Foto: Istimewa

Hal ini masih bisa kamu hindari dengan cara mengurangi hal-hal yang bisa berdampak menyebabkan penyakit tersebut seperti parkinson, alzheimer, glukoma, leukemia, diabetes, pecandu minuman beralkohol kronis, degenerasi makula, dan yang lain sebagainya.
 


3. Usia


Foto: Istimewa

Kemampuan seseorang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring pertambahan usia. Ini adalah hal alami dalam proses penuaan dan tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.
 


4. Bahan kimia


Foto: Istimewa

Faktor yang satu ini bisa dikendalikan dengan menghindari bahan-bahan kimia beracun yang bisa menyebabkan buta warna. Banyak orang yang mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun seperti di tempat kerja, misalnya karbon disulfida dan pupuk.
 


Tes Buta Warna


Lalu apa itu tes buta warna? Tes buta warna merupakan cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui apakah kita mengalami kelainan buta warna atau tidak. Hal ini perlu dilakukan, karena banyak fakta yang menunjukkan bahwa penderita buta warna tidak menyadari kelainan yang dimilikinya.


Foto: https://pinterest.com

Mungkin sebelumnya kamu mengenal tes buta warna hanya satu jenis. Nyatanya, tes buta warna ada beberapa jenis seperti berikut ini:


1. Tes Ishihara


Foto: https://shopback.co.id

Tes buta warna ini adalah tes yang paling sering digunakan dan dapat membantu mengetahui kelainan terutama pada buta warna merah dan hijau. Tes ini berisikan 24 halaman yang masing-masing terdiri dari titik-titik berbagai warna. Pada bagian tengah dari titik-titik tersebut terdapat sebuah gambar atau angka. Apabila kamu memiliki gangguan penglihatan pada salah satu jenis warna, kamu akan kesulitan membaca beberapa halaman atau terkadang kamu akan memiliki jawaban yang berbeda dibandingkan mereka yang normal.


2. Tes Hardy-Rand-Rittler (HRR)


Foto: https://smelltest.eu

Tes ini pertama kali ditemukan pada tahun 1945 dan dapat digunakan untuk mendeteksi keseluruhan jenis buta warna (merah, hijau, dan biru). Pada tes ini kamu akan diminta untuk melihat beberapa bentuk gambar, seperti segitiga ataupun lingkaran.


3. Tes Farnsworth-Munsell 100-hue


Foto: https://ral-shop.nl

Tes ini terdiri dari 85 gradasi warna yang tersusun dalam 4 baris. Tes ini dilakukan dengan mengurutkan warna-warna tersebut sehingga membentuk gradasi. Hasilnya akan dijumlahkan untuk mengetahui seberapa berat atau ringan gangguan warna yang dialami.


4. Tes Anomaloskopi


Foto: https://simplyburnt.net

Tes buta warna ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti mikroskop. Kamu akan diminta untuk menghasilkan warna yang serupa dengan warna yang sudah tersedia dengan memutar beberapa tombol yang terdapat pada alat tersebut. Pemeriksaan menggunakan alat ini merupakan jenis pemeriksaan gangguan penglihatan warna yang paling akurat.


(ags/ags)

Our Sister Site

mommyasia.id