10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Sarapan
Sarapan sering dianggap sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang, sarapan tidak hanya memberikan energi untuk memulai aktivitas, tapi juga meningkatkan konsentrasi dan mengontrol nafsu makan di siang hari.
Namun, tahukah kamu kalau tidak semua jenis makanan cocok dikonsumsi untuk sarapan? Beberapa makanan yang tampaknya praktis dan lezat justru tidak memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Makanan itu bisa membuat tubuh cepat lapar, merasa lemas, atau bahkan berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dihindari untuk sarapan? Dilansir dari Healthline, berikut daftar lengkapnya. Simak!
1. Sereal Manis
Sereal manis/ Foto: Magnific.com/stockking
Sereal sering kali disajikan sebagai menu sarapan yang praktis, mudah dibuat, dan lezat. Namun, kandungan gula tambahan dan karbohidrat olahan yang tinggi, dapat memicu lonjakan energi sementara diikuti penurunan drastis sehingga bisa membuat cepat lapar kembali.
Selain itu, sereal manis juga bisa meningkatkan kadar glukosa di dalam darah yang bisa membuat kita mudah mengantuk saat beraktivitas. Sereal jenis ini cenderung rendah serat dan protein sehingga berpotensi memicu obesitas, kolesterol, hingga penyakit jantung.
Jika tetap ingin mengonsumsi sereal, pilihlah sereal berbahan dasar gandum utuh atau rendah gula. Beauties juga bisa mencoba oatmeal yang cocok untuk sarapan simpel.
2. Pancake atau Wafel Beku
Wafel/ Foto: Magnific.com/wirestock
Meskipun praktis, mengonsumsi wafel beku atau pancake sebagai menu sarapan harian sebaiknya dibatasi. Keduanya mengandung gula yang tinggi, karbohidrat olahan, serta rendah nutrisi sehingga kurang ideal untuk memulai hari, karena tidak dapat menahan lapar lebih lama.
Selain itu, banyak varian wafel beku dan pancake instan mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Dengan menambahkan sirup atau mentega hanya akan meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik.
Namun, jika tetap ingin mengonsumsinya, sebaiknya buat sendiri di rumah menggunakan tepung yang lebih bernutrisi seperti tepung gandum utuh atau tepung almond, sebagai alternatif sarapan yang lebih sehat.
3. Roti Panggang Putih
Roti panggang putih/ Foto: Magnific.com/chandlervid85
Roti panggang sekilas tampak seperti menu sarapan yang ringan dan sehat jika dibandingkan menu lainnya, karena tidak mengandung gula tambahan. Namun, roti putih terbuat dari tepung olahan yang mengandung lebih sedikit serat dan nutrisi.
Mengonsumsi roti panggang, apalagi dengan selai atau mentega, hanya akan meningkatkan kalorinya namun tidak mengenyangkan. Kombinasi ini juga tidak menyediakan protein yang cukup untuk memulai aktivitas pagi hari, sehingga akan cepat lapar kembali.
4. Donat dan Kue Manis
Donat/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers
Beragam jenis kue manis seperti muffin, donat, cinnamon roll, bagel, hingga pastry, sebaiknya dihindari sebagai menu sarapan. Meskipun praktis dan terasa lezat, makanan manis ini mengandung kalori dan lemak tak sehat yang sangat tinggi.
Donat, misalnya, proses pembuatannya menggunakan tepung terigu, gula dan mentega, lalu digoreng dengan metode deep fried. Ini membuatnya tinggi akan kalori namun rendah nutrisi karena hanya mengandung karbohidrat dan lemak. Beberapa variannya bahkan dilengkapi dengan beragam topping yang tinggi gula.
Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan manis untuk sarapan hanya akan memicu kelesuan dan tidak memberikan rasa kenyang yang lama.
5. Yogurt Rasa
Yogurt/ Foto: Magnific.com/chandlervid85
Banyak orang menyarankan konsumsi yogurt sebagai menu sarapan sehat. Padahal, tidak semua jenis yogurt aman dikonsumsi setiap hari, terutama yogurt rasa (berperisa) yang banyak dijual di pasaran. Itu karena mengandung gula dan pemanis tambahan yang sangat tinggi, bahkan bisa melebihi minuman botol.
Mengonsumsi yogurt berperisa saat sarapan berisiko menyebabkan lonjakan gula darah, yang menyebabkan energi cepat habis dan cepat lapar sebelum waktu makan siang.
Pilihlah jenis plain yogurt atau Greek yogurt yang lebih sehat dan tinggi protein untuk menambah energi di pagi hari. Beauties bisa menambahkan buah-buahan segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian agar lebih sehat dan bertekstur. Atau, bisa juga menambahkan madu murni agar kandungan gulanya lebih terkontrol.
6. Snack Bar
Snack bar/ Foto: Magnific.com/azerbaijan-stockers
Sering dianggap sarapan sehat, banyak snack bar instan yang sebenarnya mengandung kalori tinggi, gula tersembunyi, dan bahan pengawet. Itu menjadikannya pilihan yang tidak sehat untuk memulai hari.
Meskipun praktis dan mudah dikonsumsi, terutama saat bepergian, namun mengonsumsinya sebagai pengganti sarapan yang seimbang hanya akan menyebabkan kenaikan berat badan dan berisiko memicu penyakit kronis.
7. Daging Olahan
Daging olahan/ Foto: Magnific.com/chandlervid85
Beragam daging olahan seperti sosis, nugget, bacon, dan ham, sering kali dikonsumsi sebagai menu sarapan simpel dan praktis. Apalagi bagi orang Indonesia, daging olahan seperti sosis dan nugget memang cocok dijadikan pendamping nasi hangat.
Sayangnya, hampir semua daging olahan mengandung tinggi natrium, lemak jenuh, dan pengawet, sehingga kurang sehat jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong di pagi hari. Mengonsumsinya secara rutin hanya akan meningkatkan risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, serta tidak baik untuk kesehatan jangka panjang.
8. Hash Brown
Hash brown/ Foto: Magnific.com/timolina
Beberapa restoran fast food menyajikan hash brown sebagai menu breakfast spesial, padahal makanan ini tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memulai hari.
Hash brown diproses dengan cara digoreng dalam minyak panas yang banyak (deep-fried), biasanya menggunakan lemak jenuh atau lemak trans yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan obesitas.
Selain itu, produk hash brown sering kali disimpan beku, sehingga mengandung natrium yang sangat tinggi. Sarapan seperti ini terus-menerus dapat membuat tubuh “berat” untuk beraktivitas dan dalam jangka panjang bisa mengganggu metabolisme.
9. Smoothies dan Jus dalam Kemasan
Smoothies kemasan/ Foto: Magnific.com/freepik
Jika sedang terburu-buru, membeli smoothies atau jus dalam kemasan memang sangat praktis. Namun, banyak produk buah olahan tersebut yang mengandung sedikit serat dan tinggi gula tambahan, sehingga tidak cocok dikonsumsi untuk sarapan karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan energi cepat habis.
Selain itu, mengonsumsi minuman dingin saat perut kosong dapat memperlambat pencernaan dan mengganggu metabolisme.
Jika ingin sarapan praktis, Beauties bisa membuat smoothie atau jus sendiri dengan buah-buahan segar dan takaran gula yang terkontrol.
10. Kopi Manis
Kopi manis/ Foto: Unsplash.com/Blake Wisz
Banyak orang memilih kopi manis untuk mengawali hari. Itu karena kafein dalam kopi dapat memberikan dorongan energi instan, sementara rasa manis memberikan sensasi nyaman dan meningkatkan mood untuk memulai aktivitas.
Namun sayangnya, beberapa kopi manis seperti kopi susu, late, dan kopi instan dengan tambahan gula atau krimer, dapat memicu lonjakan gula darah, obesitas, dan diabetes. Selain itu, mengonsumsi kafein saat perut kosong di pagi hari dapat meningkatkan asam lambung, maag, kembung, hingga gangguan pencernaan.
Sebaiknya, konsumsi air putih terlebih dahulu sebelum kopi. Jika ingin meminum kopi, pilihlah kopi hitam tanpa gula seperti americano, daripada kopi kemasan.
Nah, itulah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk sarapan karena tidak memberikan energi yang cukup untuk memulai hari dan berisiko memicu masalah kesehatan. So, apa saja sarapan favorit Beauties?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!