10 Negara dengan Tingkat Obesitas Terendah di Dunia, Indonesia di Posisi Berapa?

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 21 Aug 2026 11:30 WIB
9. Republik Demokratik Kongo
Republik Demokratik Kongo, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Unsplash.com/Johnnathan Tshibangu

WHO mencatat prevalensi obesitas orang dewasa di dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1990. Pada 2022, sekitar 2,5 miliar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan dan 890 juta di antaranya hidup dengan obesitas. Pada kelompok usia 5–19 tahun, jumlah anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan juga telah meningkat tajam.

Meski obesitas menjadi salah satu persoalan kesehatan global yang terus berkembang, sejumlah negara justru mencatat tingkat obesitas yang relatif rendah. Kira-kira negara mana saja dan Indonesia berada di posisi ke berapa? Melansir CEOWORLD Magazine, berikut 10 daftar negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia.

1. Vietnam

Vietnam menjadi peringkat pertama negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia dengan tingkat obesitas total sebesar 1,72 persen.
Vietnam, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/Thuan Pham

Vietnam menempati posisi teratas dalam daftar dengan tingkat obesitas total 1,72 persen. Angka ini terdiri atas 1,31 persen pada pria dan 2,14 persen pada perempuan. Dengan prevalensi tersebut, Vietnam menjadi satu-satunya negara dalam daftar yang mencatat tingkat obesitas di bawah 2 persen.

Salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan rendahnya angka tersebut adalah pola makan tradisional Vietnam. Menu sehari-hari masyarakatnya banyak mengandalkan nasi, sayuran segar, rempah, dan ikan, sementara konsumsi daging merah serta makanan yang digoreng cenderung lebih terbatas. Hidangan seperti sup, lumpia segar, dan tumisan juga lebih umum dibandingkan makanan tinggi kalori dengan saus yang berat.

2. Timor-Leste

Timor-Leste berada di posisi kedua negara dengan tingkat obesitas terendah dengan tingkat obesitas total 2,45 persen.
Timor-Leste, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/GILBERTO SOARES DOS SANTOS

Timor-Leste mencatat tingkat obesitas total sebesar 2,45 persen. Berdasarkan data, tingkat obesitas pada pria mencapai 1,18 persen, sedangkan perempuan 3,72 persen. Timor-Leste juga menjadi salah satu negara Asia yang masuk dalam kelompok negara dengan tingkat obesitas orang dewasa paling rendah, bersama beberapa negara di Afrika.

Pola makan tradisional masyarakat Timor-Leste menjadi salah satu alasan rendahnya angka tersebut. Makanan sehari-hari di Timor-Leste umumnya terdiri atas nasi, jagung, dan singkong, dengan ikan lebih banyak dikonsumsi masyarakat di wilayah pesisir serta sayuran dan tanaman yang diperoleh dari lingkungan sekitar di wilayah pedalaman.

3. Etiopia

Etiopia, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/Christian Alemu

Etiopia berada di urutan ketiga dengan tingkat obesitas total 3,14 persen. Tingkat obesitas pada pria tercatat 0,92 persen, sedangkan perempuan 5,37 persen.

Salah satu makanan pokok masyarakat Etiopia adalah injera, yaitu roti pipih hasil fermentasi yang dibuat dari biji-bijian teff yang mengandung protein, serat, zat besi, dan vitamin B6. Injera umumnya disajikan bersama wot, yaitu hidangan semur yang dibuat dari lentil, kacang-kacangan, rempah, dan cabai merah.

Pada hari-hari tertentu, sebagian masyarakat juga menjalani pola makan berbasis nabati sehingga konsumsi daging dan produk susu menjadi lebih terbatas. Meski demikian, pola makan ini perlu dibedakan dari kondisi kekurangan pangan yang juga dapat berkontribusi terhadap rendahnya angka obesitas di Etiopia.

4. Rwanda

Rwanda masuk daftar negara dengan tingkat obesitas terendah dengan tingkat obesitas total 3,70 persen.
Rwanda, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/Ana Kenk

Rwanda berada di posisi keempat dengan tingkat obesitas total 3,70 persen. Data mencatat tingkat obesitas pada pria di Rwanda sebesar 1,09 persen dan perempuan 6,32 persen. Secara keseluruhan, angka obesitas di Rwanda masih berada di bawah 4 persen.

Pola pangan Rwanda masih banyak dipengaruhi oleh pertanian dan aktivitas subsisten. Makanan sehari-hari umumnya terdiri atas matoke, yakni hidangan berbahan pisang masak atau pisang olahan, yang disajikan bersama kacang-kacangan, ubi jalar, singkong, dan sorgum.

Kombinasi pola makan dan aktivitas fisik yang cukup tinggi berkaitan dengan rendahnya asupan kalori rata-rata dan tingkat obesitas. Namun, di wilayah perkotaan, pola konsumsi mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya konsumsi makanan olahan.

5. Kamboja

Kamboja berada di posisi kelima negara dengan tingkat obesitas terendah dengan tingkat obesitas total 3,72 persen.
Kamboja, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/Serg Alesenko

Kamboja menempati posisi kelima dalam daftar dengan tingkat obesitas total sebesar 3,72 persen. Berdasarkan data, tingkat obesitas pada pria tercatat 1,84 persen, sedangkan perempuan mencapai 5,60 persen. Angka ini masih berada di bawah 5 persen dan menempatkan Kamboja dalam kelompok negara dengan tingkat obesitas terendah secara global.

Pola makan tradisional Kamboja banyak mengandalkan nasi, ikan air tawar, sayuran, dan rempah segar, sehingga konsumsi makanan yang sangat diproses belum mendominasi, terutama di wilayah pedesaan. Aktivitas fisik juga masih menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat karena banyak pekerja terlibat dalam sektor pertanian, konstruksi, dan pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik.

Berjalan kaki dan bersepeda juga masih digunakan sebagai sarana transportasi di sejumlah wilayah. Sementara itu, makanan cepat saji dan produk ultra-proses lebih banyak ditemukan di pusat perkotaan seperti Phnom Penh. Kondisi ekonomi, ketahanan pangan, serta pola produksi pangan berbasis pertanian turut membentuk pilihan makanan masyarakat Kamboja.

6. Madagaskar

Madagaskar, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Unsplash.com/gemmafjam

Madagaskar menempati posisi keenam dalam daftar dengan tingkat obesitas total sebesar 3,76 persen. Data mencatat tingkat obesitas pada pria berada di angka 3,32 persen, sedangkan perempuan 4,20 persen. Prevalensi ini menempatkan Madagaskar dalam kelompok negara dengan tingkat obesitas orang dewasa sekitar 4 persen atau lebih rendah.

Rendahnya angka obesitas di Madagaskar berkaitan dengan sejumlah kondisi sosial dan ekonomi. Sebagian besar masyarakat di wilayah pedesaan masih bergantung pada pertanian subsisten dan pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik, sementara pola makan tradisional banyak mengandalkan nasi, singkong, sayuran, serta ikan dalam jumlah terbatas.

Konsumsi makanan ultra-proses dan makanan tinggi lemak juga relatif lebih terbatas di luar pusat perkotaan. Di sisi lain, kemiskinan dan persoalan ketahanan pangan dapat membatasi ketersediaan kalori dan lemak dalam makanan sehari-hari. Karena itu, rendahnya tingkat obesitas di Madagaskar tidak dapat dipisahkan dari persoalan akses pangan dan gizi yang masih dihadapi sebagian masyarakat.

7. Eritrea

Eritrea berada di posisi ketujuh negara dengan tingkat obesitas terendah dengan tingkat obesitas total sebesar 3,85 persen.
Eritrea, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Magnific.com/natanaelginting

Eritrea mencatat tingkat obesitas total sebesar 3,85 persen. Berdasarkan data, prevalensi obesitas pada pria sebesar 1,78 persen, sedangkan perempuan mencapai 5,92 persen. Angka ini menempatkan Eritrea di antara negara dengan prevalensi obesitas orang dewasa paling rendah di dunia.

Pola makan tradisional Eritrea banyak mengandalkan biji-bijian seperti teff, sorgum, dan millet yang dapat diolah menjadi injera, serta kacang-kacangan dan bahan pangan lokal lainnya. Konsumsi makanan ultra-proses, makanan cepat saji, dan minuman tinggi gula relatif terbatas dibandingkan negara berpendapatan tinggi.

Keterbatasan produksi dan akses pangan juga membuat asupan kalori masyarakat relatif terbatas. Sejumlah laporan bahkan menggambarkan Eritrea sebagai negara yang menghadapi kerawanan pangan dan membutuhkan bantuan eksternal untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya.

8. Bangladesh

Bangladesh menjadi salah satu negara dengan tingkat obesitas terendah dengan tingkat obesitas total sebesar 4,12 persen.
Bangladesh, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/Ian Taylor

Bangladesh berada di posisi kedelapan dengan tingkat obesitas total 4,12 persen. Tingkat obesitas pada pria tercatat 1,79 persen, sedangkan perempuan mencapai 6,46 persen.

Sebagai salah satu negara dengan kepadatan penduduk tinggi dalam daftar, Bangladesh memiliki pola yang berbeda dari negara kepulauan atau wilayah yang lebih banyak bergantung pada pertanian. Makanan sehari-hari masyarakat umumnya bertumpu pada nasi dan dal atau lentil, kemudian dilengkapi ikan, sayuran musiman, dan daging dalam jumlah terbatas.

Penggunaan minyak untuk memasak cenderung tidak sebanyak pola makan di sejumlah negara Barat, sementara ukuran porsi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi rumah tangga. Seiring meningkatnya pendapatan dan berkembangnya budaya makanan cepat saji di perkotaan, pola konsumsi masyarakat Bangladesh pun mulai mengalami perubahan, meski pergeserannya berlangsung secara bertahap.

9. Republik Demokratik Kongo

Republik Demokratik Kongo, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Unsplash.com/Johnnathan Tshibangu

Republik Demokratik Kongo atau RD Kongo menempati posisi kesembilan dengan tingkat obesitas total 4,65 persen. Tingkat obesitas pada pria tercatat 2,43 persen, sedangkan perempuan mencapai 6,88 persen.

Rendahnya tingkat obesitas tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan sosial yang berbeda dari negara berpendapatan tinggi, termasuk tingkat pendapatan rata-rata yang rendah dan tingginya ketergantungan sebagian masyarakat pada pekerjaan fisik.

Pola makan sehari-hari di RD Kongo banyak mengandalkan bahan pangan lokal seperti singkong, jagung, pisang olahan, dan sayuran hijau. Di luar kota-kota besar, keterbatasan infrastruktur pasar juga membuat makanan ultra-proses dan produk komersial tinggi kalori relatif lebih sulit ditemukan atau lebih mahal.

10. Niger

Niger melengkapi daftar negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia dengan tingkat obesitas total sebesar 4,67 persen.
Niger, negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia/Foto: Pexels.com/Elias Momoh

Niger berada di posisi kesepuluh dengan tingkat obesitas total 4,67 persen. Berdasarkan data, tingkat obesitas pada pria mencapai 3,33 persen, sementara perempuan sebesar 6,02 persen.

Rendahnya tingkat obesitas di Niger berkaitan dengan kondisi kehidupan masyarakat yang masih banyak bergantung pada pertanian subsisten dan pekerjaan fisik. Sebagian penduduk bekerja di sektor pertanian atau harus berjalan kaki dalam jarak cukup jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, kemiskinan dan persoalan ketahanan pangan membatasi akses terhadap makanan berkalori tinggi dan makanan ultra-proses. Urbanisasi serta ketersediaan makanan cepat saji juga belum seluas di negara yang lebih maju.

Indonesia Nomor Berapa?

Indonesia berada di posisi ke-46 dalam daftar negara dengan tingkat obesitas terendah, dengan tingkat obesitas total sebesar 11,1 persen.
Indonesia berada di posisi ke-46 dalam daftar negara dengan tingkat obesitas terendah/Foto: Unsplash.com/nickgunner

Berdasarkan data tersebut, Indonesia berada di posisi ke-46 dengan tingkat obesitas total sebesar 11,1 persen. Angka obesitas pada pria tercatat 6,76 persen, sedangkan perempuan mencapai 15,45 persen.

Angka ini juga dipengaruhi oleh faktor tren obesitas di kawasan Asia Tenggara. WHO mencatat kawasan Asia Tenggara masih memiliki persoalan kekurangan berat badan yang cukup besar, tetapi prevalensi obesitas di kawasan tersebut juga meningkat.

Itulah beberapa negara yang masuk dalam daftar negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia berdasarkan data CEOWORLD Magazine. Data tersebut menunjukkan perbedaan tingkat obesitas antarnegara yang dilihat dari berbagai faktor, seperti pola makan, aktivitas fisik, kondisi sosial ekonomi, dan ketahanan pangan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE