10 Penyebab Pusing Setelah Bangun Tidur, serta Cara Mengatasinya Menurut Ahli

Natasha Riyandani | Beautynesia
Kamis, 15 Oct 2026 09:00 WIB
10 Penyebab Pusing Setelah Bangun Tidur, serta Cara Mengatasinya Menurut Ahli
Ilustrasi bangun tidur dengan rasa pusing/ Foto: Magnific.com/benzoix

Beauties mungkin pernah mengalami bangun tidur di pagi hari dengan kepala terasa pusing atau berat? Bangun tidur yang seharusnya membuat tubuh terasa segar dan siap menjalani aktivitas, namun malah mengalami pusing yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pusing sesekali usai bangun tidur merupakan hal yang wajar, tetapi jika terjadi berulang kali, maka itu bisa menunjukkan kondisi medis tertentu.

Menurut seorang ahli neurologi, Dr. Susan W. Lee mengungkap ada beberapa penyebab kepala terasa pusing setelah bangun tidur di pagi hari dan cara untuk mengatasinya, seperti dilansir dari Medical News Today.

1. Sleep Apnea

Ilustrasi mendengkur saat tidur/ Foto: Magnific.com/jcomp

Gangguan tidur, seperti sleep apnea atau mendengkur saat tidur, dapat menjadi penyebab kepala terasa sakit setelah bangun di pagi hari. Itu karena napas terhenti sementara sehingga menurunkan kadar oksigen dalam darah (hipoksia).

Saat saluran napas menyempit atau menutup, tubuh akan kekurangan oksigen sehingga otak tidak mendapat pasokan udara yang cukup selama tidur di malam hari. Hal ini memungkinkan sakit kepala atau rasa pening saat pagi harinya.

Tanda-tanda sleep apnea yang bisa dikenali, seperti bangun dengan mulut kering, insomnia, ngantuk berlebihan di siang hari, sulit fokus, dan emosi tidak stabil.

2. Dehidrasi

Ilustrasi bangun tidur dengan dehidrasi/ Foto: Magnific.com/magnific

Tubuh yang kekurangan cairan dapat membuat volume darah berkurang, menyebabkan tekanan darah cenderung menurun. Hal ini membuat otak tidak menerima pasokan oksigen yang cukup sehingga memicu rasa pusing atau kepala terasa ringan saat bangun.

Kondisi ini diperparah apabila sebelum tidur kurang minum air putih. Oleh sebab itu, disarankan untuk minum 1–2 gelas air putih setelah bangun tidur guna mengembalikan cairan tubuh.

3. Gula Darah Rendah

Ilustrasi gula darah rendah/ Foto: Magnific.com/pikisuperstar

Kadar gula darah yang terlalu rendah, atau dikenal juga sebagai hipoglikemia, dapat membuat otak kekurangan sumber energi utama berupa glukosa. Ketika tubuh kekurangan glukosa, hal itu bisa menyebabkan kamu bangun tidur dengan keadaan pusing atau bingung.

Kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes akibat insulin yang tinggi tanpa diimbangi asupan karbohidrat yang cukup.

Selain pusing dan kepala berat, hipoglikemia saat bangun tidur sering disertai dengan tubuh lemas, gemetar, keringat dingin, emosi tidak stabil, hingga kesulitan fokus. Jika ini terjadi, Beauties bisa mengatasinya dengan makan atau minum sesuatu yang manis seperti segelas es teh manis atau es jeruk.

4. Obat-Obatan

Ilustrasi mengonsumsi obat/ Foto: Magnific.com/jcomp

Konsumsi obat-obatan tertentu bisa menimbulkan efek samping farmakologis atau perubahan tekanan darah di dalam tubuh, sehingga memicu pusing atau perasaan kepala berputar saat bangun tidur.

Misalnya, obat antihipertensi, dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah, terutama pada pagi hari sehingga menyebabkan pusing. Selain itu, obat penenang (sedatif) juga dapat membuat tubuh dan otak masih dalam kondisi “tertekan” atau mengantuk berat saat bangun tidur.

Jika dirasa obat-obatan tersebut mengganggu aktivitasmu, maka bicarakan dengan dokter dan mintalah untuk diganti obat yang lain.

5. Vertigo

Ilustrasi vertigo/ Foto: Magnific.com/jcomp

Jika Beauties terbangun dengan rasa pusing dan berputar, kemungkinan itu vertigo. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam.

Ketika kepala bergerak saat bangun atau perubahan posisi yang terlalu cepat, dari berbaring ke duduk atau berdiri, maka telinga dalam meresponsnya sebagai gerakan yang ekstrem.

6. Kualitas Tidur yang Buruk

Ilustrasi insomnia/ Foot: Magnific.com/magnific

Pola tidur yang buruk akibat insomnia atau sleep apnea dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk menyebabkan pusing, sakit kepala, hingga kepala terasa melayang setelah bangun tidur di pagi hari.

Gangguan tidur seperti insomnia membuat tubuh tidak cukup istirahat. Di samping itu, bangun dari tidur yang tidak nyenyak atau terpotong-potong dapat membuat otak kesulitan bertransisi dari fase tidur dalam ke kesadaran penuh.

Kualitas tidur yang baik, salah satunya dengan memiliki durasi tidur yang cukup, yaitu sekitar 7-9 jam setiap hari bagi orang dewasa.

7. Posisi Tidur yang Salah

Ilustrasi posisi tidur yang salah/ Foto: Magnific.com/jcomp

Posisi tidur yang tidak tepat, seperti tekanan berlebih pada leher, bahu, atau tulang belakang, bisa mengganggu aliran darah ke otak sehingga memicu rasa pusing setelah bangun tidur.

Tidur dalam posisi yang salah dalam waktu lama juga berpotensi menyebabkan ketegangan otot di sekitar leher dan bahu, yang sering kali menjalar menjadi sakit kepala atau pusing ringan.

8. Posisi Bantal yang Terlalu Tinggi

Ilustrasi posisi bantal yang terlalu tinggi/ Foto: Magnific.com/katemangostar

Tidur dengan posisi bantal yang tidak tepat, seperti terlalu tinggi atau terlalu rendah juga dapat menyebabkan leher tertekuk. Kondisi ini menyebabkan otot-otot leher dan punggung menjadi kaku dan tegang.

Ketegangan otot yang berlebihan dan berlangsung selama berjam-jam dapat mengganggu sirkulasi darah ke area kepala. Akibatnya, bisa memicu pusing atau sakit kepala di bagian belakang.

9. Stres

Ilustrasi stres/ Foto: Magnific.com/magnific

Pusing setelah bangun tidur sering kali dianggap sepele, padahal bisa jadi tanda bahwa kamu mengalami stres atau depresi. Saat stres, tubuh cenderung memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, yang memengaruhi tekanan darah dan kontraksi pembuluh darah.

Selain itu, stres juga memicu otot-otot di area leher, pundak, dan kepala menjadi kaku serta tegang sepanjang malam. Akibatnya, waktu istirahat jadi terganggu, bahkan tidur tidak nyenyak.

10. Konsumsi Alkohol dan Kafein

Ilustrasi minum kopi/ Foto: Unsplash.com/ Jakub Kapusnak

Mengonsumsi alkohol dan kafein, terutama mendekati waktu tidur, dapat mengganggu kualitas tidur sehingga tubuh terasa tidak segar saat bangun. Keduanya memiliki efek diuretik yang bisa memicu dehidrasi, di mana berkontribusi pada sensasi pusing di pagi hari.

Kafein juga memiliki stimulan yang membuat otak tetap aktif sehingga menyulitkan tertidur lelap. Sementara, konsumsi alkohol berlebihan di malam hati bisa menyebabkan hangover keesokan harinya, yang ditandai dengan sakit kepala, pusing, dan mual.

Cara Mengatasi Pusing Setelah Bangun Tidur

Cara mengatasi pusing setelah bangun tidur/ Foto: Unsplash.com/ bruce mars

Jika Beauties mengalami kondisi ini, ada berbagai cara menghilangkan pusing saat bangun tidur di pagi hari yang bisa kamu coba terapkan. Dengan begitu kondisi ini dapat segera teratasi dan kamu bisa kembali aktivitas normal.

1. Bangun secara Perlahan

Jika Beauties mengalami pusing saat bangun tidur, disarankan bangun secara perlahan. Duduk terlebih dahulu selama 1-2 menit di tepi tempat tidur merupakan langkah yang tepat. Cara ini untuk mencegah penurunan tekanan darah mendadak (hipotensi ortostatik).

Hindari terlalu cepat berdiri saat baru bangun tidur karena dapat memperburuk rasa pusing, bahkan bisa memicu kambuhnya vertigo.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Ketika tubuh kekurangan cairan, sirkulasi darah ke otak akan terganggu sehingga menyebabkan sensasi pusing saat bangun tidur di pagi hari. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sepanjang hari, terutama sebelum tidur maupun setelah bangun tidur di pagi hari.

Beauties disarankan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas per hari agar tubuh terhidrasi dengan baik.

3. Penuhi Kebutuhan Tidur

Hindari kebiasaan tidur larut malam atau begadang. Pola tidur yang buruk menjadi salah satu pemicu sakit kepala dan pusing saat bangun tidur karena durasi tidur yang terlalu singkat.

Usahakan tidur yang cukup selama 7-9 jam setiap malam, dengan kualitas yang baik. Cara ini bermanfaat untuk memulihkan fungsi tubuh agar berjalan dengan lebih lancar dan sakit kepala setelah bangun tidur bisa dihindari.

4. Kelola Stres

Ketika stres, otak melepaskan senyawa tertentu yang dapat menyebabkan perubahan pembuluh di otak sehingga memicu sakit kepala atau migrain. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk meredam stres itu sendiri.

Misalnya, Beauties bisa melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam untuk mengurangi tingkat stres.

5. Hindari Konsumsi Alkohol atau Kafein Berlebihan

Hindari konsumsi minuman yang dapat mengganggu kualitas tidur, terutama saat malam hari. Misalnya, alkohol, kopi, dan teh hijau, karena dapat memengaruhi pola tidur dan menyebabkan dehidrasi.

Batasi konsumsi kopi atau teh hijau satu gelas per hari, serta diminum tidak lebih dari jam 4 sore karena bisa membuat sulit tidur di malam hari.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE