5 Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui

Vira Nabilla | Beautynesia
Senin, 07 Sep 2026 08:00 WIB
5. Mempengaruhi Pencernaan
Ilustrasi gangguan pencernaan/ Foto: Freepik.com/stockking

Erupsi  Gunung Anak Krakatau  kembali menjadi perhatian nih, Beauties. Sejak erupsi yang berlangsung pada Jumat, (4/9/2026), abu vulkaniknya terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah. Terpantau abu vulkanik tersebut sudah mencapai daerah Sumatra, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat. 

BMKG juga mencatat adanya sebaran abu yang ketinggiannya hingga sekitar 50.000 kaki. Kalau dilihat sekilas, abu vulkanik memang hanya seperti debu biasa yang bikin lingkungan kotor. Padahal, partikel-partikel halus di dalamnya bisa mengganggu kesehatan, lho! 

Lantas, sebenarnya apa saja bahaya abu vulkanik bagi kesehatan? Simak selengkapnya, yuk! 

1. Mengganggu Saluran Penapasan

Ilustrasi gangguan saluran pernapasan/ Foto: Freepik.com

Salah satu dampak yang paling perlu diwaspadai adalah gangguan pada saluran pernapasan. Partikel abu vulkanik yang sangat kecil bisa terhirup ketika kita berada di luar ruangan dan kemudian masuk ke hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan. 

Paparannya dapat membuat tenggorokan terasa gatal atau perih, memicu batuk, pilek, sesak, serta membuat napas terasa kurang nyaman. Apalagi untuk orang yang memiliki masalah pernapasan, paparan abu bisa terasa lebih mengganggu hingga menyebabkan penyakit pernapasan akut atau kronis. 

Karena itu, ketika abu vulkanik sedang menyebar, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker yang sesuai jika memang harus keluar. Kementrian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin berada di dalam rumah dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu. 

2. Menyebabkan Iritasi Mata

Ilustrasi iritasi mata/ Foto: Freepik.com

Mata juga menjadi salah satu bagian tubuh yang cukup rentan terkena abu vulkanik. Partikel abu yang bertebaran bisa masuk ke mata dan menyebabkan rasa perih, gatal, kemerahan, berair atau sensasi seperti ada benda asing yang mengganjal. 

WHO juga memasukkan iritasi mata dan konjungtivitis sebagai salah satu dampak kesehatan yang dapat terjadi akibat aktivitas vulkanik. Makanya, kalau kondisi di luar sedang berdebu akibat abu vulkanik, sebaiknya memakai kacamata sebagai pelindung tambahan. 

Hindari mengucek mata ketika terasa gatal atau seperti kemasukan debu karena justru akan membuat iritasi semakin parah. Kalau keluhan mata terasa berat atau tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan ke tenaga medis ya, Beauties. 

3. Mengiritasi Kulit

Ilustrasi iritasi kulit/ Foto: Freepik.com

Bukan hanya mata dan pernapasan, kulit juga bisa ikut terkena dampaknya. Abu vulkanik yang menempel pada kulit dapat menyebabkan rasa gatal, kering, kemerahan, hingga iritasi, terutama pada orang yang kulitnya sensitif. Kementerian Kesehatan menyebutkan abu vulkanik memang berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit. 

Oleh karena itu, setelah beraktivitas di area yang terkenal abu, sebaiknya segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian yang sudah terkena debu ya, Beauties. Hindari membiarkan abu menempel terlalu lama di kulit. 

4. Silikosis

Ilustrasi silikosis/ Foto: Freepik.com/8photo

Silikosis merupakan bahaya jangka panjang jika kamu terpapar abu vulkanik. Paparan berulang atau berkepanjangan terhadap partikel abu vulkanik tertentu juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan pada paru-paru. 

Hal ini dikarenakan abu vulkanik mengandung silika yakni zat kimia yang jika terpapar terlalu lama akan mengganggu pernapasan. Adapun gejala silikosis yang harus kamu waspadai ialah batuk berdahak atau kering, sesak napas, terasa nyeri pada dada, demam, napas berbunyi nyaring, hingga penurunan berat badan. 

Maka dari itu, jangan menganggap remeh abu hanya karena setelah beberapa jam tubuh terasa baik-baik saja. Selama sebaran abu masih terjadi, usahakan mengurangi paparan sebanyak mungkin, terutama dengan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang tepat. 

5. Mempengaruhi Pencernaan

Ilustrasi gangguan pencernaan/ Foto: Freepik.com/stockking

Abu vulkanik yang jatuh ke lingkungan juga berpotensi mencemari sumber makanan dan air. WHO menyebutkan abu dan bahan kimia dari aktivitas erupsi dapat menimbulkan risiko kontaminasi Makanan serta air. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada sistem pencernaan. 

Zat beracun dan partikel tajam yang tertelan, akan menyebabkan iritasi pada dinding lambung dan usus. Maka dari itu, penting untuk kamu menutup rapat makanan dan minuman kamu ya, Beauties. Dengan begitu, risiko abu ikut masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman bisa diminimalkan. 

Selama penyebaran abu vulkanik masih berlangsung, patut untuk selalu berhati-hati dan tetap mengikuti saran dari Kemenkes ya, Beauties! 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE