5 Cara Menjaga Kesehatan di Tengah Waspada Abu Vulkanik
Beauties, belakangan ini kita disuguhkan kabar soal meningkatnya aktivitas  vulkanik  yang membuat sejumlah wilayah harus waspada terhadap sebaran abu vulkanik.
Fenomena alam seperti ini memang nggak bisa dihindari, tapi bukan berarti kita cuma bisa pasrah begitu saja, ya. Ada banyak langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi seperti ini Beauties.
Abu vulkanik sendiri mengandung partikel silika yang tajam dan halus, sehingga bisa berdampak pada saluran pernapasan, mata, hingga kulit kalau kita nggak berhati-hati.
Daripada panik berlebihan, yuk simak lima cara menjaga kesehatan di tengah waspada abu vulkanik berikut ini, Beauties, supaya kamu dan keluarga tetap aman!
1. Gunakan Masker dengan Filtrasi Tinggi Saat Beraktivitas di Luar
Ilustrasi masker dengan filtrasi tinggi/foto: magnific.com
Langkah pertama yang paling penting untuk dilakukan adalah menggunakan masker dengan tingkat filtrasi tinggi seperti N95 atau KN95 saat harus beraktivitas di luar rumah.
Masker jenis ini dinilai jauh lebih efektif dalam menyaring partikel abu vulkanik yang berukuran sangat kecil dibandingkan masker kain biasa. Selain memilih jenis masker yang tepat, penggunaannya pun perlu diperhatikan dengan baik.
Penting untuk diingat, masker yang biasa kita gunakan sehari-hari ternyata kurang mampu menahan partikel halus dari abu vulkanik. Partikel-partikel kecil ini bisa dengan mudah menembus pori-pori masker, sehingga tetap berisiko terhirup dan menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan kita. Selain memilih jenis masker yang tepat, penggunaannya pun perlu diperhatikan dengan baik.
Sebaiknya gunakan masker sesuai petunjuk pemakaian dan jangan dimodifikasi dengan cara membasahinya, karena kondisi basah justru bisa mengganggu fungsi filtrasi masker tersebut.
Jika memang harus keluar rumah dalam waktu lama saat abu vulkanik sedang turun, ada baiknya membawa masker cadangan untuk berjaga-jaga, mengingat masker yang sudah terlalu lama digunakan bisa berkurang efektivitasnya dalam menyaring partikel abu.
Dengan konsisten menggunakan masker berfiltrasi tinggi ini, risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat paparan abu vulkanik bisa diminimalisir dengan cukup signifikan, sehingga kesehatan pernapasan tetap lebih terjaga.
2. Lindungi Mata dan Jangan Sekali-kali Mengucek
Ilustrasi melindungi mata dan tidak megucek mata/foto: magnific.com
Selain saluran pernapasan, mata juga jadi salah satu organ yang rentan terdampak abu vulkanik, Beauties. Untuk itu, penting banget untuk menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah dan area yang terpapar abu, guna menghindari partikel tajam masuk dan mengiritasi permukaan mata.
Kalau tanpa sengaja mata kemasukan abu vulkanik, hindari kebiasaan mengucek mata, ya. Sebab, tindakan ini justru bisa membuat partikel abrasif tersebut bergesekan langsung dengan permukaan mata, sehingga meningkatkan risiko iritasi maupun luka pada kornea. Langkah yang tepat untuk dilakukan adalah segera membilas mata menggunakan air bersih yang mengalir hingga partikel abu benar-benar keluar.
Cara ini jauh lebih aman dibandingkan berusaha mengeluarkannya dengan cara mengucek atau menyentuh area mata secara langsung. Jika setelah dibilas mata masih terasa sakit, merah, atau penglihatan mulai terganggu, jangan tunda untuk segera mencari pertolongan medis. Gejala seperti ini bisa jadi tanda adanya iritasi lebih serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.
Dengan melindungi mata sejak awal serta menangani paparan abu dengan cara yang tepat, kamu bisa terhindar dari berbagai gangguan kesehatan mata seperti konjungtivitis maupun luka gores pada kornea akibat abu vulkanik.
3. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan, Terutama Bagi Kelompok Rentan
Ilustrasi membatasi aktivitas di luar ruangan/foto: magnific.com
Selain perlindungan fisik lewat masker dan kacamata, membatasi aktivitas di luar ruangan juga jadi langkah penting yang perlu dilakukan selama abu vulkanik masih turun. Semakin sedikit waktu yang dihabiskan di area terpapar, semakin kecil pula risiko gangguan kesehatan yang mungkin muncul.
Kelompok yang memiliki risiko khusus seperti anak-anak, bayi, lansia, hingga penderita gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular perlu lebih diperhatikan.
Bagi kelompok ini, ada baiknya untuk mengurangi paparan terhadap abu vulkanik semaksimal mungkin demi mencegah kondisi kesehatan yang sudah ada menjadi lebih parah.
Jika memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tunda dulu rencana bepergian atau aktivitas di luar rumah sampai kondisi sebaran abu vulkanik mereda.
Menunggu di dalam rumah untuk sementara waktu jauh lebih aman dibandingkan memaksakan diri beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.
Dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan, risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik seperti masalah pernapasan maupun iritasi kulit dan mata bisa ditekan secara maksimal.
4. Bersihkan Diri dan Lingkungan dengan Cara yang Tepat
Ilustrasi membersihkan lingkungan khususnya area rumah/foto: magnific.com
Setelah beraktivitas di area yang terpapar abu vulkanik, penting untuk segera membersihkan diri begitu sampai di rumah. Abu vulkanik bisa saja menempel di rambut, lekukan tubuh, maupun pakaian tanpa kita sadari, sehingga membersihkan diri secara menyeluruh jadi langkah wajib untuk mencegah partikel tersebut terhirup lebih jauh. Selain membersihkan diri, membersihkan lingkungan rumah dari abu vulkanik juga perlu dilakukan dengan cara yang tepat.
Hindari langsung menyapu atau mengelap abu dalam kondisi kering, karena tindakan ini justru bisa membuat partikel abu kembali beterbangan dan berisiko terhirup.
Sebaiknya basahi terlebih dahulu area yang terkena abu vulkanik menggunakan air sebelum membersihkannya. Cara ini membantu memastikan partikel abu tidak mudah terangkat ke udara, sehingga proses pembersihan menjadi lebih aman bagi kamu maupun anggota keluarga lainnya.
Selama abu vulkanik masih turun, ada baiknya juga untuk menunda menjemur pakaian di luar rumah, guna mencegah pakaian yang sudah bersih justru terkontaminasi kembali oleh partikel abu yang masih beterbangan di udara.
Dengan membersihkan diri dan lingkungan rumah secara tepat, kamu bisa membantu meminimalisir risiko paparan abu vulkanik yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kebersihan rumah tetap terjaga di tengah kondisi yang kurang ideal ini.
5. Perbanyak Minum Air Putih dan Siapkan Perlengkapan Darurat
Ilustrasi mengonsumsi banyak air putih/foto: magnnific.com
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama masa waspada abu vulkanik. Perbanyak minum air putih dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap, sekaligus mengurangi rasa kering atau iritasi yang mungkin muncul akibat paparan abu.
Selain menjaga hidrasi tubuh, penting juga untuk mempersiapkan tas atau perlengkapan darurat di rumah, terutama jika kamu tinggal di area yang berpotensi terdampak lebih serius.
Isi tas ini bisa berupa masker cadangan, kacamata pelindung, air minum, hingga obat-obatan pribadi yang mungkin dibutuhkan sewaktu-waktu. Perlengkapan darurat lainnya yang tidak kalah penting untuk disiapkan antara lain makanan ringan, senter, power bank, telepon seluler, serta dokumen-dokumen penting.
Selain persiapan fisik, menjaga ketenangan diri juga jadi hal yang tidak kalah penting di tengah situasi seperti ini. Tetap update informasi dari sumber resmi seperti BMKG maupun Badan Geologi, namun hindari ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Dengan menjaga hidrasi tubuh serta mempersiapkan perlengkapan darurat sejak dini, kamu bisa lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi akibat aktivitas vulkanik, sekaligus menjaga kesehatan diri dan keluarga tetap optimal di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini.
langkah-langkah di atas bisa membantu kamu dan keluarga untuk tetap sehat dan aman di tengah kondisi waspada abu vulkanik yang sedang terjadi, ya. Ingat, yang terpenting bukan panik berlebihan, melainkan melakukan langkah-langkah pencegahan yang memang benar-benar berguna.
Semoga kondisi ini segera membaik dan kita semua tetap sehat selalu ya, Beauties.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!