5 Ciri Duck Syndrome yang Bikin Banyak Orang Kelelahan Diam-diam, Kamu Rasakan?

Maura Valysha Carmelie | Beautynesia
Sabtu, 31 Jan 2026 09:00 WIB
1. Kelihatan Santai, padahal Sedang Berjuang Keras
Duck syndrome adalah kondisi saat seseorang terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya mengalami kelelahan mental. Ini termasuk contoh duck syndrome yang sering muncul akibat tekanan sosial tersembunyi/Foto: freepik.com/freepik

Beauties, hidup sempurna itu sebenarnya jarang ada, tapi banyak dari kita yang terlihat seolah-olah baik-baik saja. Di tengah tekanan kuliah, pekerjaan, tuntutan sosial, dan media sosial yang penuh pencapaian orang lain, nggak sedikit orang yang tampak tenang dan sukses di luar. Padahal, di balik senyum dan hasil yang terlihat, mereka sedang lelah secara mental, cemas, dan berjuang sendirian.

Kondisi ini dikenal sebagai duck syndrome, yaitu saat seseorang terlihat bahagia dan tanpa masalah, tapi sebenarnya sedang bekerja sangat keras secara emosional dan mental untuk menutupi kelelahan tersebut. Fenomena ini sering dialami generasi muda dan mahasiswa yang merasa harus selalu kuat, produktif, dan nggak boleh terlihat lemah di depan orang lain.

Nah Beauties, supaya kamu nggak hanya tahu istilahnya, yuk kita bahas 5 ciri duck syndrome yang sering buat banyak orang kelelahan diam-diam!

1. Kelihatan Santai, padahal Sedang Berjuang Keras

Duck syndrome adalah kondisi saat seseorang terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya mengalami kelelahan mental. Ini termasuk contoh duck syndrome yang sering muncul akibat tekanan sosial tersembunyi/Foto: freepik.com/freepik

Salah satu ciri paling jelas dari duck syndrome adalah tampil tenang di luar, tapi lelah setengah mati di dalam. Ibarat bebek yang terlihat mengapung santai di air, padahal kakinya terus bergerak cepat supaya tetap bertahan. Begitu juga dengan banyak orang yang kelihatannya hidup aman terkendali, padahal sebenarnya sedang menahan tekanan besar sendirian.

Menurut BetterHelp, duck syndrome menggambarkan kondisi ketika seseorang tampak baik-baik saja di permukaan, namun diam-diam berjuang keras menghadapi tuntutan hidup yang terasa berat, baik yang datang dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

2. Terlalu Sering Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Salah satu ciri ciri duck syndrome adalah kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan orang lain, yang dapat memicu kecemasan berlebihan/Foto: freepik.com/stockking

Beauties, duck syndrome juga sering muncul dari kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Entah itu soal pencapaian, penampilan, atau progres hidup, semuanya terasa seperti perlombaan yang nggak ada garis finish-nya. Media sosial memperparah kondisi ini karena yang kita lihat biasanya cuma sisi terbaik hidup orang lain.

Menurut Psychology Today, perasaan harus selalu terlihat “lebih” sering muncul karena anggapan bahwa orang lain hidupnya jauh lebih baik. Akibatnya, rasa percaya diri menurun dan kecemasan pun meningkat tanpa disadari.

3. Sudah Berusaha Maksimal, Tapi Tetap Merasa Kurang

Terus bekerja tanpa henti namun merasa tidak pernah cukup merupakan ciri ciri toxic productivity dan contoh nyata dampak duck syndrome/Foto: freepik.com/freepik

Ciri lain duck syndrome adalah kerja keras tanpa henti tapi tetap merasa belum cukup. Kamu sudah belajar, kerja, dan berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap merasa tertinggal dibanding orang lain. Dari luar terlihat produktif dan ambisius, tapi di dalam hati justru lelah dan kosong.

Menurut Campus Peak, kondisi ini sering ditandai dengan rasa lelah berlebihan dan kehilangan motivasi karena merasa tanggung jawab hidup terus menumpuk, meski orang lain melihatmu sebagai sosok yang “kuat” dan bisa diandalkan.

4. Pikiran Nggak Bisa Diam dan Sulit Merasa Tenang

Ciri kecemasan berlebihan dan sulit rileks termasuk ciri ciri kelelahan mental yang sering dialami oleh orang dengan duck syndrome/Foto: freepik.com/EyeEm

Beauties, kalau kamu sering merasa gelisah, overthinking, atau susah benar-benar rileks, ini juga bisa jadi tanda Duck Syndrome. Bukan sekadar capek fisik, tapi capek mental yang membuat pikiran terus jalan tanpa rem, meskipun dari luar kamu terlihat santai.

Menurut BetterHelp, duck syndrome bisa memicu perasaan kewalahan, sulit fokus, susah tidur, sampai tubuh terasa tegang dan energi cepat habis. Semua ini terjadi meski seseorang terus berusaha terlihat kuat di depan orang lain.

5. Menjauh dari Orang Sekitar karena Takut Dianggap Lemah

Menjauh dari orang sekitar bisa menjadi dampak duck syndrome, terutama ketika pengaruh tekanan sosial membuat seseorang takut terlihat lemah/Foto: freepik.com/freepik

Tanda terakhir yang sering luput disadari adalah menarik diri dari lingkungan sosial. Banyak orang dengan duck syndrome memilih memendam semuanya sendiri karena takut dihakimi, dianggap lemah, atau gagal memenuhi ekspektasi.

Menurut The Stanford Daily, budaya yang sangat kompetitif membuat banyak orang enggan membuka diri atau meminta bantuan. Mereka merasa harus selalu terlihat mampu, padahal sebenarnya sedang butuh dukungan.

Beauties, Duck Syndrome bukan sekadar istilah viral, tapi gambaran nyata tekanan hidup yang dialami banyak orang. Meski bukan diagnosis medis, kondisinya sering berkaitan dengan kecemasan dan stres berat. Kalau kamu atau orang terdekatmu mengalaminya, ingat: nggak apa-apa untuk nggak selalu kuat. Mengakui lelah adalah langkah awal untuk pulih.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang dapat ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.