5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Masakan Rumah Menurut Psikologi

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Selasa, 03 Nov 2026 21:00 WIB
2. Peduli dengan Kesehatan
Peduli dengan kesehatan/ Foto: magnific.com/magnific

Beberapa orang sangat suka dine out atau makan di luar rumah sembari menikmati pemandangan atau waktu bersama orang-orang terkasih.

Namun, ada juga orang-orang yang lebih suka dengan  masakan rumahan,  Beauties. Menariknya, ada beberapa ciri kepribadian tertentu dari orang-orang yang lebih suka masakan rumahan menurut psikologi.

Dirangkum dari  Times of India,  simak penjelasannya berikut ini, yuk!

1. Berhati-hati dan Bertanggung Jawab

Waktu istirahat setelah memasak membantu uap menyelesaikan proses pematangan nasi.

Berhati-hati dan bertanggung jawab/ Foto: freepik.com

Seseorang yang lebih suka masakan rumahan cenderung memiliki sifat berhati-hati dan bertanggung jawab, Beauties.

Salah satu temuan paling kuat dalam psikologi kepribadian berkaitan dengan sifat ini, salah satu dari lima dimensi kepribadian utama yang diidentifikasi oleh psikolog Paul Costa dan Robert McCrae.

Individu dengan tingkat sifat ini umumnya terorganisasi, disiplin, dan berorientasi pada masa depan. Sebuah meta-analisis tahun 2004 oleh psikolog Thomas Bogg dan Brent W. Roberts yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin menganalisis 194 studi dan menemukan bahwa sifat ini secara konsisten dikaitkan dengan perilaku yang lebih sehat serta berkurangnya keterlibatan dalam perilaku berisiko.

Meskipun studi tersebut tidak secara khusus meneliti kegiatan memasak di rumah, para peneliti mencatat bahwa individu yang memiliki sifat ini cenderung lebih sering melakukan kebiasaan yang mendukung kesehatan jangka panjang yang mungkin mencakup menyiapkan makanan sendiri di rumah, Beauties.

2. Peduli dengan Kesehatan

Orang Jepang telah menanamkan pola makan sehat yang seimbang sejak kecil, sehingga membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk diabetes.

Peduli dengan kesehatan/ Foto: magnific.com/magnific

Penelitian telah berulang kali mengaitkan kepribadian dengan kebiasaan makan. Dalam sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan di jurnal Appetite, psikolog Carmen Keller dan Michael Siegrist menemukan bahwa sifat teliti memengaruhi gaya makan dan pilihan makanan.

Peserta dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi cenderung lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran serta menunjukkan pengendalian diri yang lebih baik dalam pola makan.

Makanan yang dimasak di rumah sering kali memberikan kendali lebih besar atas bahan-bahan dan porsi, sehingga menjadikannya pilihan menarik bagi orang-orang yang memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan mereka, Beauties.

3. Merasa Nyaman untuk Menunda 'Kepuasan'

Memasak bisa menjadi kegiatan menyenangkan ketika bosan sekaligus kesempatan untuk mencoba makanan yang belum pernah dibuat.

Merasa nyaman untuk menunda kepuasan/ Foto: freepik.com

Memasak memerlukan perencanaan, kesabaran, dan usaha, berbeda dengan memesan makanan untuk dibawa pulang atau takeaway yang menawarkan kemudahan instan.

Para psikolog telah lama mengaitkan penundaan kepuasan dengan pengendalian diri dan sifat berhati-hati. Melalui penelitian longitudinal, Brent W. Roberts beserta rekan-rekannya menunjukkan bahwa individu dengan tingkat sifat berhati-hati yang lebih tinggi umumnya lebih mampu mengatur dorongan hati dan mempertahankan kebiasaan yang bermanfaat bagi mereka dalam jangka panjang.

Memilih untuk memasak alih-alih mencari kemudahan instan mungkin mencerminkan kecenderungan tersebut.

4. Menghargai Tradisi Keluarga dan Hubungan Sosial

Makan malam bersama keluarga / Foto : Freepik/ Freepik

Menghargai tradisi keluarga dan hubungan sosial/ Foto: freepik.com

Makanan selalu memainkan peran penting dalam kehidupan keluarga dan identitas budaya. Resep tradisional dan makan bersama sering kali membawa makna emosional dan memperkuat ikatan sosial, Beauties.

Sebuah tinjauan sistematis tahun 2021 yang dipimpin oleh Dr. Carmela M. Esposito dan diterbitkan dalam Advances in Nutrition menyimpulkan bahwa kepribadian, faktor sosial, dan pengaruh budaya semuanya berkontribusi pada perilaku diet.

Orang-orang yang lebih menyukai makanan rumahan sering mengaitkannya dengan kenangan masa kecil, tradisi keluarga, dan rasa memiliki.

5. Mencari Keamanan Emosional dan Keakraban

Masakan rumahan dengan bumbu sederhana justru menghadirkan rasa hangat dan akrab saat perayaan Tahun Baru di rumah. Hidangan seperti nasi goreng atau ayam kecap menjadi simbol kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Mencari keamanan emosional dan keakraban/ Foto: freepik.com

Para psikolog dan peneliti makanan telah lama menyadari hubungan antara makanan dan emosi. Hidangan yang familiar sering memberikan perasaan nyaman, nostalgia, dan stabilitas, terutama selama periode stres.

Tinjauan Dr. Esposito menemukan bahwa faktor emosional memengaruhi pilihan makanan dan bahwa sifat kepribadian dapat membentuk pola makan. Bagi banyak orang, makanan rumahan lebih dari sekadar nutrisi, melainkan juga sebagai pengingat akan keluarga, budaya, dan rutinitas yang menenangkan.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE