5 Dampak Buruk Penggunaan Obat Nyamuk Bakar yang Perlu Diwaspadai
Obat nyamuk bakar masih menjadi pilihan banyak keluarga karena harganya terjangkau dan mudah digunakan. Cukup dibakar, asapnya langsung menyebar dan nyamuk pun menjauh. Praktis, cepat, dan terasa ampuh, terutama di daerah yang masih rawan gigitan nyamuk.
Namun Beauties, di balik kepraktisan tersebut, asap dari obat nyamuk bakar menyimpan berbagai zat berbahaya bagi tubuh. Melansir Only My Health, Dr. P. Venkata Krishnan, Konsultan Senior Penyakit Dalam, menjelaskan bahwa obat nyamuk bakar mengandung bahan aktif seperti allethrin, piretroid, dan insektisida sintetis lainnya.Â
Saat dibakar, produk ini melepaskan partikel sangat halus yang mengandung formaldehida, benzena, serta hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Sebagai bentuk kewaspadaan, yuk pahami sejumlah bahaya obat nyamuk bakar berikut ini!Â
1. Memicu Gangguan Pernapasan
Memicu gangguan pernapasan/ Foto: Freepik.com/jcomp
Salah satu risiko paling nyata dari penggunaan obat nyamuk bakar adalah gangguan pernapasan. Menurut Dr. Krishnan, asap hasil pembakaran mengandung partikel debu halus (PM2.5) dan senyawa organik volatil (VOC) yang dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan bagian dalam.
"Paparan berkepanjangan terhadap partikel-partikel ini dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama pada individu dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya seperti asma atau bronkitis," katanya.
Risikonya akan meningkat jika obat nyamuk bakar digunakan di ruangan tertutup dengan ventilasi minim. Konsentrasi partikel berbahaya dapat menumpuk di udara tanpa disadari.
Sebuah studi menunjukkan bahwa dalam hal emisi partikel halus (PM2.5), satu keping obat nyamuk bakar dapat menghasilkan polusi partikel yang setara dengan 75 hingga 137 batang rokok. Meski kandungan racunnya berbeda dengan rokok, kepekatan asap ini sangat membebani kerja paru-paru jika digunakan setiap malam.
2. Meningkatkan Risiko Kanker
Meningkatkan risiko kanker/ Foto: Freepik.com/Wiroj Sidhisoradej
Pembakaran obat nyamuk bakar melepaskan zat kimia seperti formaldehida dan benzena, yang telah diakui sebagai karsinogen oleh lembaga kesehatan internasional seperti Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC). Paparan zat-zat ini, meski dalam kadar rendah namun terjadi terus-menerus, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker, terutama kanker paru-paru.
Dr. Krishnan menekankan bahwa tingkat risiko memang dipengaruhi oleh durasi, frekuensi penggunaan, serta kondisi ruangan. Namun, rumah tangga yang menggunakan obat nyamuk bakar hampir setiap hari memiliki potensi paparan lebih tinggi. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, akumulasi zat berbahaya ini dapat memicu kerusakan sel secara perlahan tanpa gejala yang langsung terasa.
3. Memicu Sakit Kepala
Memicu sakit kepala/ Foto: Freepik.com/freepik
Mengutip Healthshots, beberapa zat logam seperti aluminium yang terdapat dalam obat nyamuk bakar dapat memicu sakit kepala. Hal ini juga dapat terjadi karena proses pembakaran menghasilkan karbon monoksida (CO) yang dapat mengurangi kadar oksigen dalam aliran darah menuju otak. Selain itu, kandungan senyawa kimia yang menguap (VOC) dapat mengiritasi sistem saraf pusat dan memicu mual atau pusing.
Kondisi ini sering kali muncul setelah obat nyamuk bakar digunakan dalam ruangan tertutup atau dalam waktu lama. Bagi orang yang rentan migrain atau sensitif terhadap aroma tajam, paparan asap ini bisa memperparah keluhan. Lingkungan yang terasa pengap dan sesak turut dapat memperburuk kualitas udara di dalam rumah.
4. Menyebabkan Iritasi Kulit dan Reaksi Alergi
Menyebabkan iritasi kulit/ Foto: Freepik.com/freepik
Obat nyamuk bakar diketahui mengandung berbagai logam berat seperti aluminium dan kromium. Paparan partikel dari asapnya dapat memicu iritasi pada kulit. Iritasi ini turut dipicu oleh reaksi alergi terhadap bahan pengikat dan wewangian sintetis yang digunakan dalam produk.
Tak sampai di situ, asap obat nyamuk bakar biasanya juga membawa residu partikel kimia dan sisa pembakaran yang dapat menempel pada permukaan kulit. Bagi pemilik kulit sensitif, kontak dengan partikel ini dapat memicu dermatitis kontak atau iritasi. Gejala yang bisa muncul meliputi gatal, kemerahan, ruam, hingga rasa perih pada area tertentu.
5. Berbahaya bagi Kesehatan Anak
Berbahaya bagi kesehatan anak/ Foto: Freepik.com/freepik
Sistem pernapasan anak masih berkembang dan lebih sensitif terhadap polusi udara. Asap obat nyamuk bakar mengandung bahan kimia yang tidak aman untuk dihirup dalam jangka panjang. Paparan ini dapat memicu batuk, pilek berkepanjangan, iritasi saluran napas, hingga memperburuk alergi atau asma pada anak.
Selain itu, anak-anak cenderung menghabiskan waktu lebih lama di dalam rumah, sehingga risiko terpapar asap lebih besar. Jika penggunaan obat nyamuk bakar tidak dikontrol dengan baik, kualitas udara di dalam ruangan dapat menurun dan berdampak pada kesehatan mereka secara perlahan.
Jadi, itulah sejumlah dampak buruk penggunaan obat nyamuk bakar. Jika terpaksa menggunakannya, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai agar asap tidak terperangkap. Sebagai alternatif, Beauties juga bisa mempertimbangkan penggunaan raket listrik, kelambu atau memanfaatkan bahan alami seperti minyak serai hingga lavender untuk mengusir nyamuk.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!