5 Kebiasaan Pagi Hari yang Tanpa Sadar Bisa Merusak Ginjal

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Rabu, 16 Sep 2026 07:15 WIB
5 Kebiasaan Pagi Hari yang Tanpa Sadar Bisa Merusak Ginjal
Ilustrasi seseorang yang bangun di pagi hari/ Foto: Pexels.com/ Ron Lach

Beauties, apa yang biasanya kamu lakukan setelah bangun tidur? Minum air putih, langsung sarapan, pergi ke toilet, atau justru mengambil ponsel dan kembali rebahan?

Rutinitas pagi mungkin terlihat sederhana, tetapi beberapa kebiasaan yang dilakukan berulang ternyata perlu diperhatikan karena dapat berhubungan dengan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah kesehatan ginjal, organ yang berperan penting dalam menyaring limbah dari darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Dilansir dari NesiaHealth, ada beberapa rutinitas pagi yang tanpa disadari dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh, terutama jika berkaitan dengan kurangnya cairan, kebiasaan menahan buang air kecil, penggunaan obat, dan pola makan. Lantas, apa saja kebiasaan buruk yang merusak ginjal yang perlu dihindari? Yuk, simak selengkapnya!

1. Tidak Minum Air Setelah Bangun Tidur

Tidak minum air setelah bangun tidur/ Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Setelah tidur selama beberapa jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan seperti ketika kamu sedang beraktivitas. Karena itu, tubuh bisa mengalami kekurangan cairan ringan ketika bangun tidur. Sayangnya, sebagian orang justru langsung memulai aktivitas tanpa minum air. Ada juga yang memilih minum kopi atau teh terlebih dahulu tanpa memperhatikan kebutuhan cairan tubuh.

Padahal, menjaga tubuh tetap terhidrasi penting untuk mendukung fungsi ginjal. Kurang minum setelah bangun dapat membuat urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko dehidrasi apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik.

Kamu tidak harus langsung minum air dalam jumlah yang sangat banyak. Cukup biasakan menyediakan air putih dan meminumnya setelah bangun tidur, kemudian lanjutkan dengan memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Kebiasaan sederhana seperti minum air putih secara cukup justru dapat membantu tubuh menjalankan fungsinya dengan lebih baik.

2. Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Menahan buang air kecil terlalu Lama/ Foto: Pexels.com/ Get Lost Mike

Pernah bangun tidur dalam keadaan ingin buang air kecil, tetapi memilih menundanya karena masih ingin rebahan? Kebiasaan ini mungkin terasa sepele, tetapi sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama dan terlalu sering.

Ketika tidur, tubuh tetap memproduksi urine sehingga kandung kemih dapat terisi. Jika setelah bangun kamu sudah merasa ingin buang air kecil, sebaiknya jangan terus menahannya hanya karena malas beranjak dari tempat tidur.

Menahan urine dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan meningkatkan risiko masalah pada saluran kemih. Infeksi pada saluran kemih yang tidak ditangani juga dapat menyebar hingga ke ginjal.

Bukan berarti menahan buang air kecil sesekali akan langsung menyebabkan kerusakan ginjal. Namun, jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, terutama dalam waktu yang lama, sebaiknya mulai dikurangi. Karena itu, segera pergi ke toilet ketika tubuh sudah memberikan sinyal untuk buang air kecil. Rutinitas sederhana ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk menjaga kesehatan sistem kemih.

3. Sembarangan Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri/ Foto: Pexels.com/ JESHOOTS.com

Sakit kepala atau tubuh terasa pegal di pagi hari mungkin membuat seseorang langsung mengonsumsi obat pereda nyeri. Apalagi jika sedang terburu-buru beraktivitas dan ingin rasa sakit segera menghilang.

Namun, penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Beberapa jenis obat, terutama obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID seperti ibuprofen, dapat memengaruhi fungsi ginjal jika digunakan secara berlebihan atau dalam kondisi tertentu.

Penggunaan obat pereda nyeri secara tidak tepat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko masalah pada ginjal. Risikonya juga dapat menjadi perhatian bagi orang yang memiliki kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, atau sedang mengalami dehidrasi. Karena itu, jangan menganggap obat bebas selalu aman dikonsumsi tanpa memperhatikan aturan. Pastikan kamu mengikuti dosis dan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

Jika kamu sering mengalami sakit kepala atau nyeri hingga harus mengonsumsi obat secara rutin, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Dengan begitu, penyebab keluhan dapat diketahui dan penggunaan obat bisa dilakukan secara lebih aman.

4. Tidak Mengganti Cairan Setelah Olahraga Pagi

Tidak mengganti cairan setelah olahraga Pagi/ Foto: Pexels.com/ Hugo Polo

Olahraga pagi memang menjadi salah satu kebiasaan baik untuk menjaga tubuh tetap aktif. Namun, jangan sampai kamu terlalu fokus pada aktivitas fisik hingga lupa memperhatikan kebutuhan cairan setelah berolahraga.

Saat melakukan aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan cairan melalui keringat. Jumlah cairan yang hilang tentu berbeda pada setiap orang, tergantung durasi, intensitas olahraga, cuaca, dan kondisi tubuh.

Dehidrasi yang terjadi berulang dapat memberikan beban tambahan pada ginjal. Karena itu, cairan yang hilang setelah berolahraga perlu diganti agar tubuh tetap terhidrasi. Untuk olahraga ringan, air putih umumnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sementara itu, pada aktivitas yang lebih lama atau intens, kebutuhan cairan dan elektrolit bisa berbeda.

Jadi, olahraga dan hidrasi sebaiknya berjalan beriringan. Jangan sampai rutinitas yang seharusnya baik justru membuat tubuh kekurangan cairan karena kamu lupa minum setelah berkeringat. Tidak mengganti cairan setelah olahraga juga menjadi salah satu kebiasaan pagi yang merusak ginjal yang patut dihindari jika dilakukan secara terus-menerus.

5. Sering Melewatkan Sarapan

Sering melewatkan sarapan/ Foto: Pexels.com/ George Milton

Terburu-buru berangkat kuliah atau bekerja sering menjadi alasan seseorang melewatkan sarapan. Ada pula yang sengaja tidak makan pagi karena sedang menjalani pola diet tertentu.

Sebenarnya, tidak semua orang memiliki kebutuhan sarapan yang sama. Melewatkan sarapan sesekali juga tidak otomatis menyebabkan masalah pada ginjal. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pola makan secara keseluruhan.

Kebiasaan melewatkan sarapan dengan kemungkinan seseorang memilih makanan yang kurang sehat ketika rasa lapar muncul kemudian. Misalnya, mengonsumsi makanan dengan kandungan garam atau kalori yang tinggi secara berlebihan. Asupan garam yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi. Sementara itu, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Karena itu, jika kamu memang tidak terbiasa sarapan, pastikan makanan yang dikonsumsi sepanjang hari tetap seimbang dan bernutrisi. Jangan sampai rasa lapar setelah melewatkan sarapan membuatmu lebih sering memilih makanan tinggi garam, gula, atau lemak. Dengan menjaga pola makan secara keseluruhan, kamu dapat membantu mempertahankan kesehatan tubuh sekaligus mengurangi berbagai kebiasaan buruk yang merusak ginjal.

Beauties, beberapa rutinitas pagi yang terlihat sepele ternyata tetap perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan terus-menerus. Kesehatan ginjal sendiri tidak hanya dipengaruhi oleh satu kebiasaan, tetapi juga oleh pola hidup dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Lima kebiasaan pagi yang merusak ginjal tersebut bukan berarti secara otomatis akan menyebabkan kerusakan ginjal pada setiap orang. Namun, mengubah kebiasaan yang kurang baik tetap menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Jadi, yuk mulai lebih memperhatikan rutinitas pagimu!

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE