5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Minum Teh Hijau, Kamu Termasuk?

Hanny A | Beautynesia
Senin, 26 Jan 2026 07:30 WIB
4. Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu hamil / Foto: pexels.com/Ivan S

Teh hijau kerap diidentikkan sebagai salah satu minuman kesehatan terutama bagi perempuan yang ingin menjaga berat badan dan kesehatan kulit. Tapi tahu nggak, di balik segudang manfaatnya, teh hijau ternyata menjadi minuman pantangan bagi beberapa kelompok orang tertentu.

Ini dia lima kelompok orang yang sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari konsumsi teh hijau, termasuk matcha.

1. Penderita Anemia

Sakit kepala / Foto: freepik.com/jcomp

Jika kamu sering merasa lemah, lunglai, dan mudah lelah, sebaiknya tunda dulu kebiasaan minum teh hijau. Teh hijau mengandung antioksidan kuat bernama katekin yang sayangnya memiliki efek samping menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Zat besi sangat penting untuk produksi sel darah merah. Ketika penyerapan zat besi terganggu, produksi darah merah jadi tidak optimal dan justru memperparah gejala anemia seperti pusing, lemas, dan pucat.

Jika tetap ingin mengonsumsi teh hijau, minum dalam jumlah kecil di antara jadwal makan. Hindari meminumnya bersamaan dengan waktu makan agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi.

2. Orang yang Sensitif terhadap Kafein

Jantung berdebar / Foto: freepik.com/jcomp

Meskipun kadar kafein dalam teh hijau tidak sebanyak kopi, tetap saja kafein di dalamnya bisa memberikan efek yang signifikan, terutama bagi mereka yang sensitif.

Gejala sensitivitas kafein umumnya meliputi sulit tidur atau insomnia, sakit kepala, mudah gelisah, jantung berdebar, hingga tangan gemetar. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut setelah minum teh hijau, sebaiknya hindari dulu konsumsi minuman ini.

Jika tetap ingin mengonsumsi minuman teh, ganti saja dengan alternatif bebas kafein, seperti teh chamomile, teh bunga rosella, atau jenis teh herbal lain yang tidak terbuat dari daun teh asli (Camellia sinensis).

3. Anak-Anak

Anak minum / Foto: pexels.com/cottonbro studio

Siapa yang adik, keponakan, atau anaknya sering diberi teh? Banyak orang tua atau orang dewasa yang membiasakan memberikan teh kepada anak tanpa menyadari dampak negatifnya. Padahal, salah satu kelompok orang yang sebaiknya menghindari teh hijau adalah anak-anak.

Teh, termasuk teh hijau, mengandung senyawa bernama tanin yang dapat memperlambat pertumbuhan anak karena kandungan ini dapat menghambat penyerapan nutrisi penting, seperti lemak dan protein. Selain itu, pemberian teh secara berlebihan juga berpotensi menyebabkan anak menderita anemia, seperti yang dijelaskan dalam laman Healthandme.

4. Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil / Foto: pexels.com/Ivan S

Pantang bagi ibu hamil mengalami anemia. Untuk itu, kurangi konsumsi teh hijau karena kandungan katekinnya dapat menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan anemia. 

Selain zat besi, katekin (khususnya epigallocatechin gallate (EGCG)) juga dapat menghambat penyerapan asam folat di mana kandungan ini sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan janin dan mencegah terjadinya cacat lahir serius.

Efek samping teh hijau bagi ibu hamil ternyata meluas ke risiko yang lebih serius akibat kandungan kafeinnya. Menurut Arva Health, konsumsi kafein berlebih selama kehamilan berisiko memicu keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah. 

Hal ini juga perlu diwaspadai oleh ibu menyusui. Karena kafein bisa masuk ke dalam ASI, bayi yang terpapar cenderung menjadi lebih rewel dan sulit tidur. Itulah mengapa batasan minum teh hijau tetap harus diperhatikan meskipun sudah lewat masa persalinan.

5. Orang yang Sering Mengalami Gangguan Pencernaan

Sakit perut / Foto: freepik.com/katemangostar

Jika kamu sering mengalami masalah pencernaan seperti perut perih atau mual, sebaiknya hindari konsumsi teh hijau. Pelaku penyebabnya adalah kombinasi tanin dan kafein yang ada di dalamnya.

Tanin si pemberi sensasi rasa pahit dan sepat karena kandungan astringen di dalamnya punya efek samping dapat mengiritasi jaringan pencernaan dan menyebabkan mual dan sakit perut, sebagaimana dijelaskan dalam laman Healthline. Sementara itu, kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung yang bisa memperburuk gejala perut perih hingga GERD (refluks asam lambung).

Setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap teh hijau. Ada yang tetap baik-baik saja meski mengonsumsinya setiap hari, namun tidak sedikit yang menunjukkan gejala tertentu setelah meminumnya.

Jika kamu mendapati gejala aneh atau tidak nyaman setelah minum teh, hentikan atau atur ulang takaran konsumsinya. Bila perlu, konsultasikan juga dengan tenaga medis untuk mendapatkan saran terbaik.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE