5 Makanan Jepang yang Sering Menjadi Menu Sarapan

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Selasa, 03 Nov 2026 09:00 WIB
5. Tamagoyaki, Telur Gulung Khas Jepang
Tamagoyaki, telur gulung khas Jepang/ Foto: Pexels.com/ Max Griss

Beauties, kalau mendengar makanan Jepang, mungkin sushi, ramen, atau tempura menjadi beberapa hidangan yang langsung terlintas di pikiran. Namun, tahukah kamu bahwa makanan tersebut bukan satu-satunya hidangan yang populer di Negeri Sakura? Ada pula beragam makanan sederhana yang justru sering dinikmati saat pagi hari.

Dilansir dari ByFood dan Japan With Love, menu sarapan pagi orang Jepang secara tradisional terdiri dari nasi putih, sup, lauk berprotein, serta beberapa hidangan pendamping. Kombinasi ini menghadirkan perpaduan rasa gurih, asin, dan sedikit manis dalam satu kali makan. Meski begitu, kebiasaan sarapan masyarakat Jepang kini cukup beragam, mulai dari hidangan tradisional hingga roti dan makanan praktis.

Menariknya, beberapa makanan yang biasa disantap masyarakat Jepang saat sarapan mungkin terasa seperti menu makan siang atau makan malam bagi orang Indonesia. Lantas, apa saja menu sarapan ala Jepang yang patut kamu ketahui? Simak selengkapnya berikut ini, Beauties!

1. Nasi Putih dengan Berbagai Lauk

Nasi putih dengan berbagai lauk/ Foto: Pexels.com/ Loifotos

Nasi putih atau gohan merupakan salah satu komponen utama dalam menu sarapan pagi Jepang. Berbeda dengan kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang menikmati nasi dengan lauk bercita rasa kuat, sarapan tradisional Jepang cenderung menyajikan nasi dengan beberapa hidangan sederhana dalam porsi yang tidak terlalu besar.

Nasi biasanya disajikan dalam mangkuk tersendiri dan disantap bersama lauk, sup, serta sayuran pendamping. Kombinasi ini membuat setiap hidangan memiliki rasa dan tekstur yang berbeda, mulai dari nasi yang lembut hingga lauk yang gurih.

Selain nasi putih, sebagian orang juga mengonsumsi nasi merah atau nasi campuran. Ada pula pilihan praktis berupa onigiri, yaitu nasi kepal yang biasanya dibentuk segitiga atau bulat dan dapat diisi salmon, tuna, maupun acar plum.

Nasi menjadi sumber karbohidrat yang membantu memenuhi kebutuhan energi pada pagi hari. Tidak heran jika makanan sederhana ini tetap menjadi bagian penting dari kebiasaan sarapan tradisional Jepang.

2. Sup Miso yang Hangat dan Gurih

Sup Miso yang hangat dan gurih/ Foto: Pexels.com/ Guilherme Simão

Jika nasi menjadi makanan pokok, sup miso atau miso shiru merupakan hidangan pendamping yang tidak kalah populer. Sup ini dibuat menggunakan pasta kedelai fermentasi yang disebut miso, kemudian dilarutkan dalam kaldu dashi untuk menghasilkan cita rasa gurih yang khas.

Isi sup miso cukup beragam, tergantung selera dan bahan yang tersedia. Beberapa bahan yang sering digunakan adalah tahu, rumput laut, daun bawang, jamur, hingga sayuran musiman.

Dalam sarapan tradisional, sup miso biasanya disajikan dalam mangkuk kecil bersama nasi dan lauk lainnya. Kuah hangatnya memberikan variasi rasa sekaligus melengkapi hidangan yang tersaji di meja makan. Sup miso juga mudah ditemukan dalam bentuk instan sehingga lebih praktis untuk disiapkan ketika waktu memasak terbatas. Meski begitu, bahan tambahan dan kandungan garamnya tetap perlu diperhatikan, terutama jika dikonsumsi setiap hari.

3. Ikan Panggang, seperti Salmon dan Makarel

Ikan panggang, seperti salmon dan makarel/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Bagi sebagian orang Indonesia, ikan panggang mungkin lebih identik dengan menu makan siang atau makan malam. Namun, dalam menu sarapan pagi orang Jepang, ikan panggang justru dapat menjadi salah satu lauk yang disajikan bersama nasi dan sup miso. Jenis ikan yang sering digunakan antara lain salmon, makarel, dan ikan kuda yang dikenal sebagai aji. Ikan biasanya dibumbui sederhana, misalnya dengan sedikit garam, kemudian dipanggang hingga matang.

Cara pengolahan yang tidak terlalu rumit membuat rasa alami ikan tetap terasa. Tekstur dagingnya yang lembut berpadu dengan bagian luar yang sedikit kering, sehingga cocok disantap bersama nasi hangat. Selain memberikan rasa gurih, ikan juga merupakan sumber protein. Beberapa jenis ikan, termasuk salmon dan makarel, mengandung asam lemak omega-3 yang mendukung kesehatan tubuh.

Porsi ikan yang disajikan saat sarapan biasanya menjadi bagian dari hidangan lengkap, bukan satu-satunya makanan di atas meja. Inilah yang membuat sarapan tradisional Jepang memiliki variasi bahan dan rasa dalam satu kali makan.

4. Natto, Kedelai Fermentasi dengan Tekstur Unik

Natto, kedelai fermentasi dengan tekstur unik/ Foto: Pexels.com/ Airam Dato-on

Namanya natto, yaitu kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri tertentu hingga menghasilkan tekstur lengket dan aroma yang cukup kuat. Meski tampilannya mungkin membuat orang yang baru pertama kali mencoba merasa ragu, natto merupakan salah satu pilihan makanan tradisional yang dikenal dalam kebiasaan sarapan Jepang. Hidangan ini umumnya disajikan bersama nasi putih hangat.

Sebelum dimakan, natto biasanya diaduk hingga teksturnya semakin lengket. Beberapa orang menambahkan kecap asin, mustard khas Jepang, atau irisan daun bawang untuk memperkaya rasanya. Natto juga mengandung protein nabati dan memiliki karakteristik sebagai makanan fermentasi.

Namun, tidak semua orang menyukai aroma maupun teksturnya. Karena itu, natto lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan sarapan khas Jepang, bukan makanan yang wajib dikonsumsi setiap orang. Jika ingin mencoba menu sarapan ala Jepang di rumah, natto bisa menjadi pilihan bagi kamu yang penasaran dengan cita rasa makanan fermentasi khas Negeri Sakura.

5. Tamagoyaki, Telur Gulung Khas Jepang

Tamagoyaki, telur gulung khas Jepang/ Foto: Pexels.com/ Max Griss

Telur juga menjadi bahan yang cukup umum dalam sarapan Jepang. Salah satu olahannya adalah tamagoyaki, yaitu telur dadar yang dimasak berlapis-lapis hingga membentuk gulungan. Berbeda dari telur dadar biasa, tamagoyaki dibuat dengan menuangkan adonan telur secara bertahap ke dalam wajan. Setiap lapisan kemudian digulung sebelum adonan berikutnya ditambahkan. Hasilnya berupa telur dengan bentuk berlapis dan tekstur lembut.

Cita rasanya dapat berbeda sesuai resep. Ada tamagoyaki yang cenderung manis karena menggunakan gula, sementara versi lainnya lebih gurih dengan tambahan kaldu dashi dan bumbu lain. Tamagoyaki biasanya dipotong menjadi beberapa bagian kecil dan disajikan sebagai lauk pendamping nasi, ikan panggang, atau hidangan lainnya.

Telur juga menyediakan protein yang membantu melengkapi kebutuhan gizi saat sarapan. Selain menjadi bagian dari sarapan rumahan, tamagoyaki dapat ditemukan dalam berbagai hidangan Jepang lainnya. Bentuknya yang menarik dan rasanya yang relatif mudah diterima membuat makanan ini cocok dicoba oleh orang yang baru mengenal masakan Jepang.

Beauties, itu dia menu sarapannya orang Jepang. Meski demikian, tidak semua orang Jepang menyantap hidangan lengkap setiap pagi. Sebagian memilih sarapan praktis seperti roti panggang, yoghurt, sereal, atau onigiri karena keterbatasan waktu sebelum bekerja dan bersekolah.

Jika ingin mencoba menu sarapan pagi Jepang di rumah, kamu tidak perlu langsung menyiapkan semua hidangan sekaligus. Mulailah dengan nasi hangat, telur gulung, atau sup miso sederhana. Sesuaikan pula bahan dan porsinya dengan kebutuhan tubuh agar sarapan tetap nyaman dan bergizi. Jadi, dari kelima makanan tersebut, mana yang paling ingin kamu coba, Beauties?

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE