5 Makanan Wajib saat Imlek dan Maknanya bagi Keberuntungan

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Selasa, 17 Feb 2026 09:00 WIB
4. Jeruk Mandarin
Ilustrasi jeruk mandarin/Freepik: freepik

Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar momen pergantian kalender lunar bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga waktu penuh makna untuk mempererat keluarga, menghormati leluhur, serta memanjatkan harapan akan keberuntungan di tahun yang baru. Salah satu tradisi paling penting dan tidak pernah terlewat adalah menyajikan makanan-makanan tertentu yang dipercaya membawa simbol keberuntungan, kemakmuran, hingga umur panjang.

Menariknya, setiap hidangan Imlek bukan dipilih secara acak. Di balik rasanya yang lezat, terdapat filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun selama ribuan tahun. Mulai dari bentuk, warna, hingga cara penyajiannya memiliki makna simbolis.

Berikut ini adalah deretan makanan wajib saat Imlek beserta maknanya, yang hingga kini masih dipercaya dan dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia.

1. Ikan Utuh

Ilustrasi ikan utuh/Foto: siamkitchen.com.sg

Ikan menjadi salah satu hidangan paling penting dalam perayaan Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata ikan atau yu memiliki pelafalan yang sama dengan kata “kelimpahan”. Karena itulah, menyajikan ikan utuh dipercaya sebagai simbol rezeki yang berlimpah dan keberuntungan yang terus mengalir sepanjang tahun.

Mengutip BBC Culture, ikan sering kali disajikan utuh, lengkap dengan kepala dan ekor, sebagai lambang awal dan akhir tahun yang penuh keberuntungan. Selain itu, biasanya ikan tidak dihabiskan, karena sisa ikan melambangkan kelebihan rezeki yang dibawa ke tahun berikutnya. Kepercayaan ini telah dipraktikkan secara luas di Tiongkok, Hong Kong, hingga komunitas Tionghoa global.

2. Dumpling atau Jiaozi

Ilustrasi dumpling/Freepik: freepik

Dumpling atau jiaozi adalah makanan khas Tiongkok Utara yang hampir selalu hadir saat Imlek. Bentuknya yang menyerupai yuanbao atau emas batangan kuno membuat makanan ini dipercaya sebagai simbol kekayaan dan kemakmuran finansial.

CNN Travel menjelaskan bahwa keluarga biasanya membuat dumpling bersama-sama pada malam tahun baru sebagai simbol kerja sama dan harapan akan rezeki yang melimpah. Dalam beberapa tradisi, satu dumpling diisi koin sebagai simbol keberuntungan besar bagi siapa pun yang menemukannya. Meski kini koin sering diganti benda aman, makna simbolisnya tetap dijaga.

3. Mie Panjang Umur

Ilustrasi mie panjang umur/Freepik: freepik

Mi panjang umur atau chang shou mian menjadi simbol harapan akan kesehatan dan umur panjang. Mi ini biasanya disajikan tanpa dipotong, karena memotong mi dianggap memotong umur seseorang.

Penjelasan mengenai filosofi ini diungkap oleh Smithsonian Magazine dalam artikel budaya yang membahas tradisi kuliner Tiongkok. Smithsonian menyebutkan bahwa mi panjang umur telah menjadi simbol longevity sejak Dinasti Han, dan hingga kini masih disajikan dalam berbagai perayaan penting, termasuk Imlek dan ulang tahun. Mi ini biasanya dimasak sederhana agar tidak putus, menekankan makna umur panjang yang utuh dan berkelanjutan.

4. Jeruk Mandarin

Ilustrasi jeruk mandarin/Freepik: freepik

Jeruk mandarin identik dengan Imlek karena warna oranyenya menyerupai emas, serta pelafalannya dalam bahasa Mandarin dan Kanton yang mirip dengan kata “keberuntungan” dan “kesuksesan”.

Dalam perayaan Imlek, jeruk menjadi simbol kemakmuran karena warna dan maknanya dalam bahasa. Biasanya jeruk diberikan sebagai hadiah kepada keluarga dan kerabat sebagai doa baik untuk tahun yang baru. Bahkan, menyusun jeruk dalam jumlah genap dipercaya membawa keseimbangan dan keharmonisan.

5. Manisan dan Permen

Ilustrasi permen dan manisan/Foto: scmp.com

Manisan dan permen khas Imlek biasanya disajikan dalam tray of togetherness, wadah bersekat yang berisi berbagai camilan manis. Hidangan ini melambangkan harapan agar kehidupan di tahun baru dipenuhi kebahagiaan dan hal-hal manis.

Setiap jenis manisan memiliki makna simbolis, mulai dari keberuntungan, kesuburan, hingga keharmonisan. Media ini juga menyoroti bahwa tradisi menyajikan camilan manis bertujuan menciptakan suasana hangat dan menyenangkan saat keluarga dan tamu berkumpul.

Meski zaman terus berkembang, makna makanan Imlek tetap relevan hingga kini. Tradisi ini bukan sekadar ritual turun-temurun, tetapi juga pengingat akan pentingnya kebersamaan, rasa syukur, dan harapan positif dalam menjalani kehidupan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE