5 Mitos Seputar Salmon yang Sering Bikin Orang Keliru

Retno Anggraini | Beautynesia
Senin, 20 Apr 2026 07:00 WIB
5 Mitos Seputar Salmon yang Sering Bikin Orang Keliru
Mitos seputar salmon yang sering bikin orang keliru/Foto: Unsplash.com/David B Townsend

Salmon sering dianggap sebagai salah satu makanan paling sehat di dunia. Kandungan omega-3, protein, dan nutrisinya membuat banyak orang rela merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan kualitas terbaik. Namun di balik popularitasnya, ternyata masih banyak mitos seputar salmon yang beredar dan dipercaya begitu saja tanpa dicek kebenarannya.

Masalahnya, mitos-mitos ini bisa memengaruhi cara kita memilih, menyimpan, hingga mengonsumsi salmon. Akibatnya, kita bisa jadi membuang bahan yang sebenarnya masih bagus, atau malah menghindari pilihan yang sebenarnya tetap sehat. Yuk, kita kupas satu per satu apa saja, sih, mitos yang harus diluruskan!

1. Salmon Segar vs Salmon Beku

Mitos seputar salmon soal salmon segar dan salmon beku ternyata tidak sepenuhnya benar. Salmon beku bisa sama berkualitasnya jika diproses dengan tepat.
Mitos seputar salmon terkait kesegaran antara salmon segar dan salmon beku/Foto: Unsplash.com/David Foodphototasty

Banyak orang langsung memalingkan wajah saat melihat salmon di bagian frozen food. Ada anggapan kuat bahwa salmon segar pasti memiliki nutrisi dan rasa yang jauh melampaui salmon beku. Melansir Huffpost, teknologi pembekuan saat ini sudah sangat canggih sehingga kesegaran ikan bisa dikunci tepat setelah ditangkap di tengah laut.

Mitos seputar salmon tentang kesegaran ini sering kali menyesatkan karena ikan yang terlihat segar di etalase bisa jadi sebenarnya adalah ikan beku yang baru saja dicairkan. Proses pembekuan kilat justru mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga integritas tekstur daging.

Ada satu tips yang bisa kita terapkan saat bingung memilih antara salmon segar atau salmon beku. Jika ingin segera dikonsumsi, sebaiknya pilih salmon segar karena teksturnya yang masih lembut dan aromanya yang netral siap untuk langsung diolah tanpa perlu menunggu waktu pencairan.

Jika ingin dikonsumsi dalam beberapa waktu kemudian, pilih salmon beku karena kualitas nutrisi dan kesegarannya tetap terjaga secara konsisten di dalam freezer tanpa risiko cepat membusuk seperti ikan segar yang disimpan terlalu lama.

2. Salmon Budidaya Tidak Sebaik Salmon Tangkapan Liar

Mitos seputar salmon terkait salmon budidaya/Foto: Unsplash.com/Caroline Attwood

Perdebatan antara salmon liar dan salmon budidaya memang tidak ada habisnya. Banyak yang percaya kalau salmon hasil budidaya itu rendah nutrisi dan penuh bahan kimia. Memang benar ada perbedaan diet antara keduanya, tapi teknologi budidaya modern kini sudah sangat memperhatikan aspek keberlanjutan dan kesehatan ikan untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Sementara salmon liar memiliki rasa yang lebih berani dan tekstur lebih padat, salmon budidaya memberikan rasa yang lebih lembut dan creamy. Keduanya sama-sama baik untuk kesehatan, asalkan kita membelinya dari sumber yang terpercaya dan bersertifikasi.

3. Warna Salmon Menunjukkan Seberapa Segar Ikan Tersebut

Mitos seputar salmon soal warna sering menyesatkan. Warna cerah tidak selalu berarti lebih segar atau lebih berkualitas.
Mitos seputar salmon terkait warna/Foto: Unsplash.com/Christine Siracusa

Warna oranye cerah atau merah tua sering kali dijadikan tolak ukur tunggal kesegaran. Padahal, warna pada salmon sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh spesies dan jenis makanan yang dikonsumsi, bukan sekadar durasi ikan tersebut berada di suhu ruang.

Salmon liar sockeye cenderung berwarna merah tua, sedangkan salmon atlantik budidaya biasanya berwarna oranye yang lebih muda. Kesegaran salmon justru lebih akurat dilihat dari tekstur, aroma, dan kelembapan dagingnya. Salmon yang masih segar akan terasa kenyal dan tidak berbau amis menyengat.

4. Bintik Putih pada Salmon Itu Tidak Baik

Mitos seputar salmon terkait bintik putih pada salmon/Foto: Freepik.com/Freepik

Pernah melihat bintik putih seperti putih telur yang keluar dari daging salmon saat dimasak? Banyak orang langsung panik dan mengira ikan tersebut rusak atau tidak sehat. Melansir Tasting Table, bintik ini sebenarnya adalah albumin, sejenis protein yang secara alami keluar saat serat otot ikan berkontraksi akibat suhu panas selama proses memasak.

Albumin sama sekali tidak berbahaya untuk dikonsumsi, meski memang secara visual kurang estetik. Tipsnya, masaklah salmon dengan api sedang dan jangan terlalu lama untuk meminimalisir keluarnya protein putih ini agar penampilan sajian tetap menggoda.

5. Kulit Salmon Harus Dibuang Sebelum Dimasak

Membuang kulit salmon adalah kesalahan besar yang sering dilakukan karena dianggap berlendir atau tidak enak. Padahal, kulit salmon mengandung konsentrasi omega-3 yang sangat tinggi dan berfungsi sebagai lapisan pelindung agar daging ikan tidak mudah hancur saat terkena panas wajan.

Selama salmon dibersihkan dengan baik dan dimasak hingga matang, kulitnya aman untuk dimakan. Bahkan di banyak restoran, kulit salmon justru menjadi highlight karena teksturnya yang renyah. Jadi, lain kali jangan buru-buru dibuang, ya!

Masih banyak orang yang terjebak dalam berbagai mitos seputar salmon, mulai dari soal kesegaran, warna, hingga bagian yang bisa dimakan. Dengan mengetahui fakta di balik mitos-mitos ini, kita bisa lebih percaya diri saat membeli dan mengolah si ikan bernutrisi tinggi ini.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.