5 Tanda Hormon Kortisol Tinggi pada Perempuan

Belinda Safitri | Beautynesia
Selasa, 10 Mar 2026 15:15 WIB
2. Perubahan Suasana Hati dan Gangguan Tidur
Perubahan suasana hati/ Foto: Freepik.com/8photo

Beauties, kortisol dikenal sebagai hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal untuk membantu tubuh merespons tekanan fisik maupun emosional. Dalam jumlah normal, hormon ini memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, hingga sistem kekebalan tubuh. 

Namun ketika kadarnya terlalu tinggi dalam waktu lama, kortisol dapat menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh, terutama pada perempuan yang memiliki sistem hormon lebih sensitif. Sebagai bentuk kewaspadaan, kenali sejumlah tanda hormon kortisol tinggi pada perempuan seperti dilansir dari Health dan Adrenal! 

1. Berat Badan Naik Tanpa Sebab Jelas

Berat badan naik tanpa sebab jelas/ Foto: Freepik.com/freepik

Salah satu tanda paling umum dari kadar kortisol tinggi adalah peningkatan berat badan. Penumpukan lemak biasanya terlihat pada bagian perut, wajah, dan punggung atas. Kondisi ini terjadi karena kortisol memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak dan mengatur energi.

Ketika kadar kortisol terus meningkat, metabolisme tubuh dapat terganggu sehingga kalori lebih mudah disimpan sebagai lemak. Pada beberapa kasus, redistribusi lemak dapat menyebabkan ciri khas tertentu, seperti wajah tampak lebih bulat dan bengkak (moon face) maupun munculnya penumpukan lemak di bagian punggung atas (buffalo hump). 

2. Perubahan Suasana Hati dan Gangguan Tidur

Perubahan suasana hati/ Foto: Freepik.com/8photo

Kadar kortisol yang tinggi tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Banyak perempuan yang mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba, seperti mudah cemas, cepat marah, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Hal ini terjadi karena hormon kortisol juga memengaruhi kerja otak dan sistem saraf.

Selain perubahan emosi, kadar kortisol berlebih dapat memicu munculnya serangan panik. Beberapa orang juga mengalami kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, atau yang sering disebut sebagai brain fog. Kondisi ini dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dari biasanya.

Masalah lain yang sering muncul adalah gangguan tidur. Kortisol yang tinggi dapat membuat tubuh sulit rileks pada malam hari, sehingga memicu insomnia. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kurang tidur dapat memperburuk ketidakseimbangan hormon. 

3. Gangguan Keseimbangan Hormon Reproduksi

Gangguan keseimbangan hormon reproduksi/ Foto: Freepik/freepik

Kortisol yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon lain dalam tubuh, termasuk hormon reproduksi perempuan. Salah satu dampak yang cukup sering terjadi adalah siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali.

Ketidakseimbangan hormon ini juga dapat memengaruhi kesuburan lho, Beauties. Beberapa perempuan mungkin mengalami kesulitan untuk hamil karena sistem reproduksi tidak bekerja secara optimal akibat pengaruh kortisol yang berlebihan.

4. Perubahan pada Kulit dan Rambut

Perubahan pada kulit dan rambut/ Foto: Freepik.com/freepik

Kadar kortisol yang tinggi turut memengaruhi kesehatan kulit dan rambut. Salah satu tanda yang biasanya terlihat adalah kulit menjadi lebih tipis dan mudah memar, bahkan akibat benturan ringan. Hal ini terjadi karena kortisol dapat melemahkan struktur jaringan kulit.

Karena kortisol menekan sistem imun dan menghambat regenerasi sel, penyembuhan luka kecil atau bekas jerawat juga jadi sangat lama. Tak hanya itu, beberapa perempuan juga mengalami munculnya stretch mark berwarna ungu pada area perut, paha, atau lengan. Tanda ini muncul karena perubahan struktur kulit yang tidak mampu menahan peregangan dengan baik akibat pengaruh hormon.

Kortisol berlebih pun sering kali disertai dengan peningkatan hormon androgen (hormon maskulin). Inilah yang menyebabkan hirsutisme atau tumbuhnya bulu halus di wajah maupun dagu. Namun, ada juga yang justru mengalami kerontokan rambut. 

5. Mudah Lelah dan Kelemahan Otot

Mudah lelah/ Foto: Freepik.com/jcomp

Kelelahan yang terus-menerus menjadi tanda lain tingginya kadar kortisol dalam tubuh. Banyak perempuan merasa cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini terjadi karena hormon kortisol yang berlebihan dapat mengganggu produksi energi serta keseimbangan metabolisme tubuh.

Selain rasa lelah, kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan melemahnya otot. Dalam jangka panjang, hormon ini dapat memicu atrofi atau penyusutan otot, terutama pada bagian bahu, pinggul, dan paha. Alhasil, aktivitas sederhana seperti berjalan, naik tangga, atau mengangkat barang bisa terasa lebih sulit.

Beauties, itu dia beberapa tanda hormon kortisol tinggi pada perempuan. Kalau kamu merasakan sejumlah kondisi tersebut, tak ada salahnya melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi tubuhmu secara lebih menyeluruh sehingga penyebabnya bisa diketahui dan ditangani dengan tepat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE