5 Tanda Tubuh Kekurangan Kolin, Nutrisi yang Sering Terlupakan

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 13 Jul 2026 15:15 WIB
1. Daya Ingat Menurun
Daya ingat menurun/ Foto: Magnific.com/DC Studio

Kolin mungkin bukan nutrisi yang sering dibicarakan seperti vitamin C, vitamin D, atau zat besi. Meski begitu, nutrisi yang larut dalam air ini sebenarnya memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, mulai dari pembentukan membran sel, kesehatan hati, metabolisme, hingga mendukung kerja sistem saraf dan otak.

Terkait itu, tubuh sesungguhnya mampu memproduksi kolin dalam jumlah kecil, tetapi sebagian besar kebutuhan hariannya harus dipenuhi melalui makanan atau suplemen. Jika asupannya kurang dalam waktu lama, berbagai fungsi tubuh dapat terganggu, termasuk kemampuan berpikir, mengingat, hingga menggerakkan otot.

Nah, sebagai bentuk pencegahan, kenali beberapa tanda tubuh kekurangan kolin seperti dilansir dari Try Gray Matter! 

1. Daya Ingat Menurun

Daya ingat menurun/ Foto: Magnific.com/DC Studio

Kolin merupakan bahan baku pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang membantu otak membentuk, menyimpan, dan mengingat informasi. Saat kadar kolin tidak mencukupi, produksi asetilkolin dapat menurun sehingga kemampuan mengingat menjadi kurang optimal.

Akibatnya, Beauties mungkin lebih sering lupa meletakkan barang, kesulitan mengingat informasi yang baru dipelajari, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat sesuatu. Meski tidak selalu disebabkan oleh kekurangan kolin, gejala ini patut diperhatikan apabila muncul bersamaan dengan tanda-tanda lainnya.

2. Sering Mengalami Kabut Otak

Kabut otak/ Foto: Magnific.com/diana.grytsku

Pernah merasa pikiran seperti berkabut, sulit fokus, atau tidak bisa berpikir secepat biasanya? Kondisi yang dikenal sebagai brain fog ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya kekurangan kolin.

Saat kadar kolin rendah, produksi neurotransmiter yang mendukung fungsi kognitif juga ikut menurun. Alhasil, kemampuan berkonsentrasi, menyelesaikan pekerjaan, hingga mengambil keputusan bisa terasa lebih berat dibanding biasanya.

3. Suasana Hati Mudah Berubah

Suasana hati mudah berubah/ Foto: Magnific.com/8photo

Selain berperan dalam fungsi otak, kolin juga terlibat dalam jalur saraf yang membantu mengatur suasana hati. Karena itu, asupan kolin yang tidak mencukupi dapat memengaruhi keseimbangan sinyal kimia di otak.

Beauties mungkin merasa lebih mudah marah, emosional, atau mengalami perubahan suasana hati tanpa penyebab yang jelas. Meski kondisi ini bisa dipengaruhi banyak faktor, memastikan kebutuhan nutrisi tetap tercukupi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

4. Tubuh Mudah Lelah

Tubuh mudah lelah/ Foto: Magnific.com/8photo

Kolin berperan dalam berbagai proses metabolisme yang menghasilkan energi bagi tubuh. Jika asupannya tidak cukup, proses tersebut dapat berjalan kurang optimal sehingga tubuh terasa lebih mudah lelah meski aktivitas tidak terlalu berat.

Berbeda dengan kelelahan biasa setelah beraktivitas, rasa lelah akibat gangguan metabolisme cenderung berlangsung lebih lama dan dapat memengaruhi produktivitas sehari-hari. Karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan jika kelelahan sering muncul tanpa penyebab yang jelas.

 

5. Otot Terasa Lemah

Otot lemah/ Foto: Magnific.com/stockking

Asetilkolin yang dibentuk dari kolin berfungsi sebagai pembawa pesan antara saraf dan otot. Ketika produksi asetilkolin menurun, sinyal yang mengatur kontraksi otot juga dapat terganggu.

Hal tersebut menyebabkan otot lebih cepat lelah, tenaga berkurang, atau kesulitan melakukan aktivitas fisik tertentu. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Jadi, itulah beberapa tanda tubuh kekurangan kolin yang sering kali tidak disadari. Untuk membantu memenuhi kebutuhan kolin, Beauties bisa mengonsumsi suplemen atau makanan yang menjadi sumber nutrisi ini. Kuning telur dan hati sapi termasuk sumber kolin paling tinggi, diikuti oleh salmon, ayam, hingga kedelai. 

Selain itu, sayuran silangan seperti brokoli juga mengandung kolin meski dalam jumlah lebih rendah. Mengombinasikan berbagai sumber makanan tersebut dalam pola makan sehari-hari dapat membantu menjaga fungsi otak, kesehatan hati, serta mendukung kerja otot agar tetap optimal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE