5 Tips Olahraga dari Atlet Selama Bulan Ramadan agar Tetap Fit

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Senin, 09 Mar 2026 07:00 WIB
Turunkan Intensitas Sekitar 30–40 Persen
Olahraga Ringan/Foto: Freepik

Tips olahraga saat berpuasa sering kali terasa membingungkan karena tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman sepanjang hari. Namun, sebenarnya, kamu tetap bisa berolahraga dengan aman selama strategi yang digunakan tepat dan tidak berlebihan.

Beauties, olahraga selama Ramadan tidak harus berhenti total selama sebulan penuh. Dengan pendekatan yang lebih bijak, fokus pada menjaga kebugaran, serta memperhatikan makanan bernutrisi dan cairan yang cukup, olahraga bulan Ramadan tetap bisa dilakukan, lho.

Mantan juara dunia Muay Thai, Nesrine Dally, yang menjadi perempuan pertama mewakili Inggris bertanding dengan hijab, tetap menjalani latihan dan olahraga setiap Ramadan. Bersama Dr Sayyada Mawji, ia membagikan panduan realistis agar kamu bisa tetap aktif tanpa membahayakan kondisi tubuh.

Nah, supaya kamu tetap fit dan tidak kehilangan ritme, yuk, simak 5 tips olahraga dari atlet dilansir dari Women’s Health Magazine berikut ini!

Pilih Waktu Latihan yang Paling Aman untuk Tubuhmu

Pilih Waktu Latihan yang Paling Aman untuk Tubuhmu/Foto: Freepik

Berolahraga dalam kondisi puasa memang menantang, apalagi jika aktivitas harianmu cukup padat dan cuaca sedang panas. Oleh karena itu, waktu latihan menjadi faktor penting yang menentukan keamanan dan kenyamanan tubuh.

Berlatih menjelang berbuka menjadi strategi yang banyak dipilih karena tubuh bisa langsung mendapatkan asupan setelah selesai bergerak.

“Saya biasanya berlatih di malam hari, tetapi selama Ramadan saya memilih berlatih tepat sebelum iftar supaya bisa langsung berbuka setelah latihan,” ucap Dally.

Waktu antara iftar dan sahur juga menjadi pilihan yang disarankan karena kamu bisa makan dan minum setelahnya. Dengan begitu, energi dan cairan tubuh lebih cepat tergantikan sebelum puasa kembali dimulai.

Kalau jadwal tersebut belum cocok, kamu tetap bisa mencoba pola berbeda sesuai kebutuhan. Hal yang penting, jangan memaksakan waktu latihan jika tubuh terasa tidak siap.

Fokus Mempertahankan, Bukan Meningkatkan

Olahraga Konsisten Saat Puasa/Foto: Freepik

Ramadan bukan waktu ideal untuk mengejar peningkatan performa besar-besaran atau memecahkan rekor latihan pribadi. Justru, pendekatan yang lebih aman adalah mempertahankan capaian yang sudah ada sebelumnya.

Berolahraga dalam kondisi puasa memang bisa menjadi tantangan sehingga perlu dilakukan dengan penuh kesadaran. Dr Mawji mengingatkan untuk tetap bijak dan mendengarkan sinyal tubuh.

Durasi dan intensitas latihan bisa disesuaikan agar tubuh tidak terlalu terbebani. Beauties, menurunkan target sementara bukan berarti mundur, tetapi strategi agar tetap konsisten sepanjang bulan suci.

Maksimalkan Hidrasi di Malam Hari

Maksimalkan Hidrasi di Malam Hari/Foto: Freepik

Kekurangan cairan dapat membuat tubuh cepat lelah dan memperberat kerja jantung saat latihan. Oleh karena itu, periode antara berbuka dan sahur harus dimanfaatkan untuk mengisi kembali cairan tubuh.

“Saya memastikan minum banyak air dan minuman elektrolit pada malam hari untuk mengganti cairan dan energi sebelum puasa dimulai lagi,” jelas Dally.

Selain air putih, makanan tinggi kandungan air seperti sup, melon, dan salad mentimun juga bisa membantu. Jadi, kamu tidak hanya mengandalkan minuman, tetapi juga asupan makanan yang mendukung hidrasi.

Turunkan Intensitas Sekitar 30–40 Persen

Olahraga Ringan/Foto: Freepik

Mengubah ritme latihan memang tidak mudah, terutama jika kamu terbiasa dengan program intens. Namun, Ramadan adalah momen untuk menyesuaikan prioritas demi kesehatan jangka panjang.

Mengurangi intensitas dan volume latihan sekitar 30 hingga 40 persen membantu tubuh tetap stabil selama puasa. “Saya mengurangi intensitas latihan supaya tidak terlalu memaksakan diri, tetapi tetap menjaga kekuatan dan teknik,” jelas Dally.

Kamu juga bisa memanfaatkan waktu ini untuk memperbaiki keterampilan seperti skipping, latihan core, push-up, atau mobility. Dengan begitu, progres tetap berjalan meski dalam tempo berbeda.

Tambahkan Hari Istirahat Tanpa Rasa Bersalah

Istirahat/Foto: Freepik

Ramadan adalah bulan refleksi sehingga keseimbangan fisik dan spiritual perlu dijaga bersama. Karena itu, menambah satu hingga dua hari istirahat bisa menjadi langkah bijak.

Menjalani pola latihan selang-seling, misalnya satu hari latihan lalu satu hari istirahat, membantu tubuh pulih optimal.

“Ramadan bukan waktu untuk mendorong diri hingga batas maksimal, jadi tambahkan hari istirahat agar tubuh tetap sehat,” ucap Dally mengingatkan.

Sebuah studi dari Givematch juga menunjukkan bahwa 50 persen perempuan Muslim di Inggris berolahraga lebih sedikit selama Ramadan, dan hal itu sepenuhnya wajar. Jadi, Beauties, tidak perlu merasa bersalah jika intensitasmu menurun sementara waktu.

Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak, tetapi memang membutuhkan penyesuaian yang lebih bijak. Dengan mengikuti tips olahraga yang tepat, kamu tetap bisa menjaga kebugaran tanpa mengorbankan kesehatan. Dengarkan tubuhmu, atur strategi dengan cerdas, dan jalani bulan suci ini dengan energi yang seimbang antara fisik dan spiritual.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE