6 Kebiasaan yang Merusak Metabolisme Tubuh, Bikin Berat Badan Sulit Turun!

Regitha Mandasari Putri Suryana | Beautynesia
Rabu, 14 Jan 2026 18:00 WIB
4. Kurang Tidur Berkualitas
Kurang tidur berkualitas/ Foto : Freepik/ Freepik

Banyak orang merasa bingung dan frustrasi ketika berat badan tak kunjung turun meski sudah mengurangi makan dan menjaga pola diet. Angka di timbangan seolah tidak bergerak, bahkan ada yang justru bertambah.

Padahal, masalahnya sering kali bukan pada kurangnya usaha, melainkan pada kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari mengganggu kerja metabolisme. Melansir Healthline, ada beberapa hal yang terlihat sepele ternyata bisa membuat tubuh menahan lemak dan membakar kalori lebih lambat.

Lalu, kebiasaan yang merusak metabolisme dan membuat diet terasa tidak berhasil? Simak penjelasannya di sini!

1. Diet Terlalu Ketat

Diet terlalu ketat/ Foto : Freepik/ Freepik

Banyak orang berpikir semakin sedikit makan, semakin cepat berat badan turun. Padahal, tubuh tidak bekerja sesederhana itu. Saat asupan kalori turun terlalu drastis, tubuh justru masuk ke mode “hemat energi”. Tubuh menganggap sedang berada dalam kondisi kekurangan makanan, sehingga memperlambat metabolisme untuk bertahan hidup.

Akibatnya, pembakaran kalori menurun, tubuh lebih mudah menyimpan lemak, dan energi terasa cepat habis. Inilah alasan mengapa orang yang diet sangat ketat sering merasa lemas, mudah lapar, dan berat badannya sulit turun meski sudah makan sangat sedikit. Diet ekstrem mungkin menurunkan berat badan di awal, tetapi dalam jangka panjang justru merusak metabolisme dan membuat penurunan berat badan semakin sulit.

2. Kurang Asupan Protein

Kurang asupan protein/ Foto : Freepik/ Freepik

Protein sering dianggap hanya penting bagi orang yang ingin membentuk otot, padahal perannya jauh lebih luas. Protein membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, menjaga massa otot, dan membantu metabolisme tetap aktif.

Saat tubuh mencerna protein, energi yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan karbohidrat dan lemak. Artinya, tubuh membakar lebih banyak kalori hanya untuk mencerna makanan tersebut. Jika asupan protein terlalu sedikit, tubuh lebih mudah kehilangan otot selama diet.

Padahal, otot berperan besar dalam membakar kalori bahkan saat tubuh sedang beristirahat. Tanpa protein yang cukup, metabolisme bisa melambat dan berat badan menjadi lebih sulit turun.

3. Terlalu Banyak Duduk dan Kurang Bergerak

Terlalu banyak duduk dan kurang bergerak/ Foto : Freepik/ Freepik

Meski sudah diet atau berolahraga beberapa kali seminggu, gaya hidup yang terlalu pasif tetap bisa menghambat penurunan berat badan. Duduk terlalu lama membuat tubuh membakar sangat sedikit energi sepanjang hari.

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, berdiri, membersihkan rumah, atau naik tangga sebenarnya memberi kontribusi besar pada pembakaran kalori harian. Sayangnya, aktivitas ini sering dianggap sepele. Padahal, bergerak sedikit tapi sering jauh lebih efektif menjaga metabolisme tetap aktif dibandingkan olahraga berat yang jarang dilakukan. Kurang bergerak membuat tubuh terbiasa membakar kalori dalam jumlah minimal.

4. Kurang Tidur Berkualitas

Kurang tidur berkualitas/ Foto : Freepik/ Freepik

Tidur bukan hanya waktu istirahat, tetapi juga proses penting bagi metabolisme. Saat kurang tidur, tubuh mengalami gangguan hormon yang mengatur rasa lapar, energi, dan pembakaran kalori.

Kurang tidur membuat tubuh lebih mudah merasa lapar, menginginkan makanan manis atau berlemak, dan sulit mengontrol porsi makan. Selain itu, metabolisme juga ikut melambat. Pola tidur yang tidak teratur, seperti sering begadang dan tidur di siang hari, mengganggu jam biologis tubuh. Akibatnya, penurunan berat badan menjadi lebih sulit meskipun pola makan sudah dijaga.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Terlalu banyak konsumsi gula/ Foto : Freepik/ wayhomestudio

Minuman dan makanan manis sering dianggap sepele karena bentuknya cair dan tidak mengenyangkan. Padahal, minuman seperti teh manis, kopi susu, minuman kemasan, dan soda mengandung gula tinggi yang bisa mengganggu metabolisme.

Kandungan fruktosa yang tinggi mendorong tubuh menyimpan lemak, terutama di area perut dan organ dalam. Karena tidak membuat kenyang, minuman atau makanan manis ini sering dikonsumsi berlebihan tanpa disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat diet terasa “tidak berhasil” meskipun makanan sudah dikurangi.

6. Stres Berlebihan Tanpa Disadari

Stres berlebihan tanpa disadari/ Foto : Freepik/ Freepik

Saat tubuh berada dalam kondisi stres, hormon kortisol akan meningkat. Kortisol berperan dalam respons bertahan hidup, salah satunya dengan mendorong tubuh menyimpan energi dalam bentuk lemak. Masalahnya, lemak tersebut cenderung menumpuk di area perut.

Selain itu, stres juga dapat memengaruhi pola makan dan gaya hidup. Banyak orang menjadi lebih mudah lapar, menginginkan makanan manis atau tinggi lemak, serta sulit tidur saat stres meningkat. Hal itulah yang membuat metabolisme bekerja kurang optimal. Akibatnya, meskipun asupan kalori sudah dijaga, berat badan tetap sulit turun atau terasa stagnan. 

Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari yang sering tidak disadari, metabolisme bisa kembali bekerja optimal dan hasil diet pun terasa lebih nyata. Ingat, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif daripada diet ekstrem yang terlalu beresiko.

____ 

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE