6 Kelompok Orang yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Daging Kurban

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 27 May 2026 11:00 WIB
4. Penderita Penyakit Ginjal Stadium Lanjut
Penyakit ginjal/ Foto: Freepik.com/freepik

Kurban merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan pada hari raya Iduladha. Tak heran, momen ini selalu identik dengan hidangan berbahan dasar daging sapi maupun kambing yang menggugah selera. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang sering menjadi menu favorit yang disantap bersama keluarga. 

Meski kaya protein dan nutrisi penting, konsumsi daging kurban tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, terutama bila dikonsumsi berlebihan dalam waktu singkat. Pada sebagian orang, terlalu banyak makan daging merah dapat memicu gangguan kesehatan tertentu. 

Kandungan lemak jenuh, kolesterol, hingga protein yang cukup tinggi bisa menjadi beban bagi tubuh apabila tidak disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Karena itu, ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya batasi konsumsi daging kurban. Melansir Eat This, simak daftarnya berikut ini! 

1. Orang dengan Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi/ Foto: Freepik.com/mdjaff

Orang dengan kadar kolesterol tinggi termasuk kelompok yang perlu berhati-hati saat mengonsumsi daging kurban. Daging merah, terutama yang mengandung banyak lemak, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini bisa memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah hingga penyakit jantung.

Ahli Gizi, Roxana Ehsani, menjelaskan bahwa konsumsi daging merah dapat memperburuk kadar kolesterol yang sudah tinggi. Karena itu, penderita kolesterol tinggi dianjurkan membatasi konsumsi daging merah hanya satu hingga dua kali dalam sebulan dan memilih potongan rendah lemak seperti sirloin atau filet mignon.

2. Orang dengan Sindrom Alpha-Gal

Sindrom alpha gal/ Foto: Freepik.com/freepik

Sindrom Alpha-gal merupakan kondisi alergi terhadap daging merah yang dipicu oleh molekul gula bernama galaktosa-α-1,3-galaktosa. Kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang tergigit kutu Lone Star. Meski terdengar jarang, sindrom ini dapat menimbulkan reaksi cukup serius setelah makan daging sapi, kambing, atau daging mamalia lainnya.

Penderita kondisi ini bisa mengalami gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut hebat, hingga pembengkakan pada bibir dan tenggorokan setelah mengonsumsi daging merah. Dalam beberapa kasus, reaksi alergi bahkan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang berbahaya. Maka dari itu, penderita Sindrom Alpha-gal sebaiknya benar-benar menghindari konsumsi daging kurban.

3. Orang dengan Penyakit Jantung

Penyakit jantung/ Foto: Freepik.com/rawpixel.com

Bagi penderita penyakit jantung, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius. Kandungan lemak jenuh pada daging merah bisa mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah, terutama bila pola makan sehari-hari tidak dijaga dengan baik.

Roxana Ehsani menjelaskan bahwa penderita penyakit jantung umumnya sudah memiliki penyempitan pembuluh darah akibat plak. Jika asupan lemak jenuh terus meningkat, kondisi tersebut dapat memperbesar risiko stroke maupun serangan jantung. Karena itu, penderita penyakit jantung dianjurkan memilih sumber protein yang lebih rendah lemak dan membatasi konsumsi daging kurban.

4. Penderita Penyakit Ginjal Stadium Lanjut

Penyakit ginjal/ Foto: Freepik.com/freepik

Ginjal memiliki tugas penting menyaring limbah dan zat sisa metabolisme dari tubuh. Pada penderita penyakit ginjal stadium lanjut, kemampuan ini sudah menurun sehingga asupan protein berlebihan justru dapat memperberat kerja ginjal.

Diet tinggi protein saat ginjal tidak berfungsi optimal dapat lebih berbahaya daripada bermanfaat. Karena itu, penderita penyakit ginjal stadium 3 hingga 5 biasanya dianjurkan membatasi konsumsi protein sesuai kondisi tubuh masing-masing. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga sangat penting agar konsumsi daging tetap aman.

5. Orang dengan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung/ Foto: Freepik.com/jcomp

Seseorang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi, diabetes, obesitas, atau gaya hidup sedentari juga sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi daging kurban. Kelompok ini lebih rentan mengalami gangguan pembuluh darah dan metabolisme bila pola makan tidak dijaga.

Menurut Roxana Ehsani, orang dengan kondisi tersebut lebih baik memperbanyak sumber protein rendah lemak seperti ikan, dada ayam, kacang-kacangan, atau lentil. Dengan begitu, kebutuhan protein tetap terpenuhi tanpa meningkatkan risiko penyakit jantung akibat lemak jenuh berlebihan. 

6. Orang dengan Riwayat Keluarga Kanker Tertentu

Kanker/ Foto: Freepik.com/8photo

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar. Risiko ini menjadi perhatian khusus bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

Roxana Ehsani menyebutkan bahwa ada penelitian yang menemukan kaitan antara daging merah dengan kerusakan genetik yang dapat memicu kanker usus besar. Karena itu, kelompok dengan faktor risiko genetik dianjurkan lebih bijak mengatur pola makan dan tidak mengonsumsi daging merah secara berlebihan, terutama dalam jangka panjang.

Itulah beberapa kelompok orang yang sebaiknya batasi konsumsi daging kurban. Jadi, meski memiliki banyak manfaat sebagai sumber protein dan zat besi, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Membatasi porsi, memilih bagian rendah lemak, serta mengimbanginya dengan sayur dan buah dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat selama perayaan Iduladha.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE