7 Alasan Payudara Terasa Nyeri Selain Menstruasi

Belinda Safitri | Beautynesia
Kamis, 09 Jul 2026 09:00 WIB
2. Menyusui
Menyusui/ Foto: Magnific.com/freepic.diller

Payudara yang terasa nyeri sering kali langsung dikaitkan dengan datangnya menstruasi. Padahal, rasa tidak nyaman pada payudara juga bisa muncul di luar siklus haid dan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu.

Sebagian besar penyebab nyeri payudara tersebut sebenarnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan penanganan yang tepat. Namun, penting untuk tetap mengenali penyebabnya sejak dini, terutama jika nyeri muncul secara tiba-tiba, berlangsung lama, atau disertai gejala lain yang tidak biasa.

Dilansir dari Vejthani Hospital, berikut beberapa alasan payudara bisa terasa nyeri selain menstruasi, Beauties! 

1. Perubahan Hormonal

Perubahan hormonal/ Foto: Magnific.com/8photo

Perubahan hormon estrogen dan progesteron menjadi salah satu penyebab paling umum nyeri payudara. Kedua hormon tersebut memengaruhi jaringan payudara sehingga payudara dapat terasa lebih penuh, sensitif, bengkak, atau sedikit berbenjol. Meski sering terjadi menjelang menstruasi, fluktuasi hormon juga bisa muncul pada fase lain dalam kehidupan perempuan.

Misalnya saat awal kehamilan, kadar hormon meningkat cukup drastis untuk mempersiapkan tubuh menyusui. Akibatnya, payudara menjadi lebih sensitif dan mudah terasa nyeri. Jika rasa sakit muncul bersamaan dengan tanda-tanda awal kehamilan atau perubahan hormonal lainnya, kondisi ini umumnya masih tergolong normal. Namun, jika nyeri berlangsung terus-menerus atau semakin berat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

2. Menyusui

Menyusui/ Foto: Magnific.com/freepic.diller

Beauties, masa menyusui juga menjadi salah satu periode ketika nyeri payudara cukup sering terjadi. Penyebabnya beragam, mulai dari puting yang lecet akibat posisi menyusui yang kurang tepat, sensasi kesemutan saat ASI mulai mengalir (let-down reflex), hingga payudara yang terasa penuh karena produksi ASI.

Selain itu, ibu menyusui juga berisiko mengalami mastitis, yaitu infeksi pada jaringan payudara yang biasanya disertai rasa nyeri hebat, kemerahan, bengkak, bahkan demam. Bila nyeri tidak kunjung membaik atau muncul tanda infeksi, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

3. Menggunakan Bra yang Tidak Pas

Menggunakan bra yang tidak pas/ Foto: Magnific.com/freepik

Ukuran bra yang tidak sesuai turut bisa menjadi penyebab payudara nyeri tanpa disadari. Bra yang terlalu longgar membuat payudara kurang mendapat penyangga, sedangkan bra yang terlalu sempit dapat memberikan tekanan berlebih pada jaringan payudara dan ligamen yang menopangnya.

Rasa nyeri biasanya semakin terasa setelah seharian beraktivitas atau berolahraga. Karena itu, Beauties sebaiknya memastikan ukuran bra benar-benar sesuai dengan bentuk tubuh. Saat berolahraga, gunakan sport bra yang mampu menopang payudara dengan baik agar gerakan yang berlebihan tidak memicu rasa sakit.

4. Efek Samping Obat-obatan

Efek samping obat-obatan/ Foto: Magnific.com/jcomp

Tidak banyak yang menyadari bahwa obat-obatan tertentu dapat memengaruhi jaringan payudara dan menimbulkan rasa nyeri. Beberapa di antaranya adalah pil kontrasepsi hormonal, terapi hormon, antidepresan tertentu, hingga obat diuretik yang digunakan untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh.

Jika nyeri mulai muncul setelah Beauties mengonsumsi obat baru, jangan langsung menghentikannya tanpa arahan dokter. Sebaiknya diskusikan keluhan tersebut agar dokter dapat mengevaluasi apakah obat perlu disesuaikan dosisnya atau diganti dengan pilihan lain yang lebih sesuai.

5. Kista Payudara

Kista payudara/ Foto: Magnific.com/stockking

Kista payudara merupakan kantung berisi cairan yang cukup sering ditemukan pada perempuan, terutama menjelang menopause. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan yang terasa lunak, mudah digerakkan, dan terkadang disertai nyeri, terutama ketika ukurannya membesar.

Sebagian besar kista bersifat jinak dan bahkan dapat mengecil atau menghilang dengan sendirinya. Meski begitu, setiap benjolan baru pada payudara tetap perlu diperiksa oleh tenaga medis. Pemeriksaan akan membantu memastikan apakah benjolan tersebut memang kista atau kondisi lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut. 

6. Cedera pada Payudara

Cedera pada payudara/ Foto: Magnific.com/stockking

Cedera akibat olahraga, kecelakaan, atau benturan keras dapat menyebabkan jaringan payudara mengalami memar sehingga muncul rasa nyeri. Awalnya nyeri mungkin terasa tajam, kemudian berubah menjadi pegal yang dapat bertahan selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Beauties juga perlu memperhatikan apakah muncul pembengkakan berlebihan, benjolan yang tidak kunjung hilang, atau kulit yang tampak merah dan terasa hangat. Gejala tersebut bisa menandakan adanya komplikasi, termasuk infeksi, sehingga sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

7. Kanker Payudara

Kanker payudara/ Foto: Magnific.com/diana.grytsku

Sebagian besar kasus kanker payudara tidak diawali dengan rasa nyeri. Namun, pada jenis tertentu seperti kanker payudara inflamasi, nyeri dapat muncul secara tiba-tiba disertai pembengkakan, kemerahan, serta perubahan pada kulit payudara yang tampak menebal atau menyerupai kulit jeruk.

Jika Beauties mengalami nyeri payudara yang tidak kunjung membaik, disertai benjolan, perubahan bentuk payudara, keluarnya cairan dari puting, atau perubahan pada kulit payudara, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini sangat penting agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Jadi, itulah beberapa alasan payudara terasa nyeri selain menstruasi. Jika nyeri berlangsung lama, semakin berat, atau disertai perubahan pada payudara, jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut demi mencegah komplikasi yang lebih serius, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE