7 Alasan Tubuh Tetap Gerah Meski Cuaca Tidak Panas

Belinda Safitri | Beautynesia
Senin, 29 Jun 2026 07:15 WIB
3. Mengalami Masa Transisi Menopause
Mengalami masa transisi menopause/ Foto: Magnific.com/stefamerpik

Beauties, pernahkah kamu merasa tubuh terus-menerus gerah meski cuaca tidak sedang panas atau bahkan ruangan sudah ber-AC? Kondisi seperti ini tentu membuat tidak nyaman, apalagi jika disertai keringat berlebih, wajah memerah, atau jantung berdebar. Banyak orang mengira penyebabnya hanya karena cuaca atau aktivitas fisik, padahal tubuh bisa terasa panas akibat berbagai faktor dari dalam.

Pada dasarnya, tubuh memiliki sistem untuk mengatur suhu agar tetap stabil. Namun, ketika sistem ini terganggu kamu bisa merasa kepanasan. Melansir Very Well Health, berikut beberapa alasan tubuh tetap gerah meski cuaca tidak panas! 

1. Mengalami Hipertiroidisme

Hipertiroidisme/ Foto: Magnific.com/diana.grytsku

Salah satu penyebab tubuh mudah kepanasan adalah hipertiroidisme atau kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan. Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Saat produksinya meningkat, proses metabolisme menjadi lebih cepat sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak panas dibandingkan biasanya.

Selain mudah merasa gerah, hipertiroidisme juga sering disertai gejala lain seperti jantung berdebar, tangan gemetar, berat badan turun meski nafsu makan meningkat, hingga sulit tidur. Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut sekaligus, sebaiknya jangan menundanya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Meskipun belum bisa disembuhkan sepenuhnya, hipertiroidisme dapat dikendalikan melalui pengobatan, terapi yodium radioaktif, maupun tindakan operasi sesuai kondisi pasien. Dengan penanganan yang tepat, keluhan tubuh terasa panas biasanya juga akan berangsur membaik

2. Sedang Hamil

Sedang hamil/ Foto: Magnific.com/tirachardz

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan, termasuk peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Selain itu, volume darah juga bertambah untuk mendukung pertumbuhan janin. Kombinasi perubahan tersebut membuat suhu tubuh terasa lebih hangat dibandingkan sebelum hamil.

Tidak heran jika ibu hamil lebih mudah berkeringat atau merasa gerah meski orang di sekitarnya merasa suhu ruangan biasa saja. Kondisi ini umumnya merupakan bagian normal dari proses kehamilan dan akan berkurang setelah melahirkan.

Agar tetap nyaman, usahakan mengenakan pakaian berbahan katun atau serat alami yang menyerap keringat, minum air putih yang cukup, serta berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari pula aktivitas berat di bawah sinar matahari langsung agar suhu tubuh tidak semakin meningkat.

3. Mengalami Masa Transisi Menopause

Mengalami masa transisi menopause/ Foto: Magnific.com/stefamerpik

Beauties, jika kamu memasuki usia menopause dan sering merasakan sensasi panas yang datang tiba-tiba, kemungkinan besar kamu mengalami hot flashes. Kondisi ini terjadi akibat menurunnya kadar estrogen dan progesteron yang memengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh di otak.

Hot flashes bisa muncul kapan saja, baik siang maupun malam. Gejalanya berupa wajah memerah, tubuh terasa sangat panas, berkeringat, hingga jantung berdebar. Pada malam hari, kondisi ini bahkan dapat mengganggu kualitas tidur.

Untuk membantu mengurangi keluhan, kamu bisa mengenakan pakaian yang ringan dan mudah dilepas, menjaga berat badan ideal, menghindari makanan pedas, alkohol, kafein, serta rokok. Jika gejala terasa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan terapi hormon atau pilihan pengobatan lainnya.

4. Mengonsumsi Obat Tertentu

Mengonsumsi obat tertentu/ Foto: Magnific.com/freepik

Tidak banyak yang menyadari bahwa rasa gerah bisa muncul sebagai efek samping obat-obatan tertentu. Misalnya antihistamin untuk alergi, diuretik, obat hipertensi, hingga beberapa jenis antidepresan. Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi cara tubuh mengatur suhu maupun keseimbangan cairan.

Jika Beauties mulai merasa lebih mudah kepanasan setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan langsung menghentikan penggunaannya sendiri. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar dapat dievaluasi apakah gejala tersebut memang berkaitan dengan obat yang sedang dikonsumsi.

Sementara itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan hindari aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh secara berlebihan. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat dengan alternatif lain yang memiliki efek samping lebih ringan.

 

5. Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Mengalami gangguan kesehatan mental/ Foto: Magnific.com/freepik

Saat merasa cemas, tubuh sebenarnya sedang mengaktifkan respons "fight or flight" atau mekanisme bertahan hidup. Akibatnya, detak jantung meningkat, aliran darah berubah, produksi keringat bertambah, dan tubuh terasa lebih panas.

Jika rasa gerah sering muncul bersamaan dengan pikiran berlebihan, gelisah, napas cepat, atau sulit berkonsentrasi, bisa jadi kecemasan menjadi pemicunya. Kondisi ini cukup umum terjadi dan bukan berarti kamu sedang mengalami masalah fisik semata.

Mengurangi konsumsi kafein, tidur yang cukup, rutin berolahraga, serta menjalani terapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mengelola kecemasan. Semakin baik kondisi mental terjaga, gejala fisik seperti tubuh terasa panas juga biasanya ikut berkurang.

6. Hidup dengan Diabetes

Diabetes/ Foto: Magnific.com/xb100

Beauties, penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 umumnya lebih sulit menyesuaikan diri dengan suhu panas. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan saraf yang dapat memengaruhi kerja kelenjar keringat. Akibatnya, tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara optimal.

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui urine sehingga risiko dehidrasi meningkat. Saat tubuh kekurangan cairan, sensasi gerah biasanya akan terasa semakin kuat.

Karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk rutin minum air putih, mengenakan pakaian yang ringan, membatasi konsumsi alkohol dan kafein, serta menghindari aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama. Pengelolaan gula darah yang baik juga membantu tubuh mengatur suhu dengan lebih optimal. 

7. Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi/ Foto: Magnific.com/freepik

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar dapat mempertahankan suhu tetap normal. Saat mengalami dehidrasi, kemampuan tubuh untuk mengeluarkan panas melalui keringat menjadi terganggu. Alhasil, kamu bisa merasa kepanasan meski cuaca sebenarnya tidak terlalu terik.

Dehidrasi tidak hanya menyebabkan rasa haus. Kondisi ini juga dapat memicu pusing, tubuh lemas, sakit kepala, urine berwarna pekat, hingga jantung berdebar. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi berat bahkan dapat menyebabkan kebingungan, kejang, atau kehilangan kesadaran.

Jika mulai muncul gejala dehidrasi, segera pindah ke tempat yang lebih sejuk, minum air putih sedikit demi sedikit tetapi sering, serta kompres area kepala, leher, atau ketiak dengan kain basah. Bila gejala tidak membaik atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Itulah beberapa penyebab tubuh gerah meski cuaca tidak panas. Dari beberapa alasan tersebut, adakah yang pernah atau sedang kamu alami, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE