7 Daftar Makanan yang Sulit Dicerna Tubuh

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Senin, 27 Jul 2026 18:30 WIB
6. Jagung
Ilustrasi jagung/Foto: Freepik.com/jcomp

Pecinta kuliner sering kali mengonsumsi berbagai makanan yang diinginkan, bahkan secara berlebihan, tanpa memperhatikan efek setelahnya. Padahal, beberapa jenis makanan ada yang sulit dicerna oleh tubuh.

Efeknya dapat memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung, mulas, diare, atau sembelit. Makanan tersebut dapat menimbulkan keluhan meskipun tidak memiliki masalah pencernaan. Melansir dari Everyday Health dan PharmEasy, berikut beberapa makanan yang sulit dicerna oleh tubuh. Simak!

1. Makanan yang Digoreng

Ilustrasi makanan yang digoreng/Foto: Freepik.com/jcomp

Makanan yang tinggi lemak seperti gorengan dicerna lebih lambat, sehingga bertahan lebih lama di dalam lambung. Akibatnya, naiknya asam lambung ke kerongkongan menjadi lebih tinggi. 

Selain itu, lemak lebih sulit dicerna oleh tubuh. Mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat menyebabkan perut kembung, banyak gas, dan merangsang usus besar mengeluarkan lebih banyak cairan. Hal ini dapat membuat tinja menjadi lebih encer atau berair. 

2. Produk Susu

Ilustrasi produk susu/Foto: Freepik.com/magnific

Ada sebagian orang yang setelah mengonsumsi susu dan produk olahannya malah mengalami perut kembung, gas, atau diare. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh intoleransi laktosa, yaitu ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, gula alami yang terdapat dalam susu. 

Normalnya, usus halus menghasilkan enzim bernama laktase untuk memecah laktosa agar dapat diserap oleh tubuh. Namun, pada orang dengan intoleransi laktosa, jumlah enzim laktase tidak mencukupi, sehingga laktosa tidak tercerna dan tetap berada di dalam usus. 

Laktosa yang tidak tercerna kemudian masuk ke usus besar, tempat bakteri memfermentasinya, sehingga menghasilkan gas. Selain itu, laktosa juga menarik lebih banyak cairan ke dalam usus, yang dapat menyebabkan diare. Akibatnya, seseorang dapat mengalami perut kembung, nyeri perut, banyak gas, dan tinja yang encer. 

 

3. Makanan Ultra-Proses

Ilustrasi makanan ultra-proses/Foto: Freepik.com/magnific

Makanan ultra-proses adalah makanan yang telah mengalami banyak proses pengolahan. Umumnya, makanan tersebut mengandung tambahan gula, garam, minyak, atau lemak dalam jumlah tinggi agar lebih lezat.

Selain itu, makanan ini juga sering mengandung bahan tambahan, seperti perasa, pewarna, dan pengawet, untuk memperpanjang masa simpannya. Contohnya seperti makanan cepat saji, camilan kemasan, kue kering, roti manis, makanan beku siap saji, dan minuman bersoda. 

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang tinggi dikaitkan dengan risiko sembelit yang lebih besar dibandingkan dengan pola makan yang didominasi makanan segar atau yang diolah seminimal mungkin. Salah satu penyebabnya adalah karena makanan ultra-proses umumnya rendah serat. Padahal, serat berperan penting dalam melancarkan pergerakan usus dan membantu menjaga tekstur feses tetap lunak, sehingga lebih mudah dikeluarkan. 

4. Makanan Pedas

Ilustrasi makanan pedas/Foto: Freepik.com/jcomp

Orang yang rentan mengalami diare atau gangguan pencernaan, sebaiknya membatasi mengonsumsi makanan pedas, karena dapat memperburuk gejala. Hal ini disebabkan oleh capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan rasa pedas pada cabai. 

Saat mengonsumsi makanan pedas, capsaicin dapat mengiritasi saluran pencernaan, sehingga memicu sakit perut, kram, dan mempercepat pergerakan usus. Akibatnya, makanan melewati saluran cerna lebih cepat, sehingga dapat menyebabkan diare. Pada sebagian orang, capsaicin juga dapat merangsang reseptor nyeri di usus besar, sehingga buang air besar terasa tidak nyaman atau bahkan menyakitkan. 

5. Makanan Tinggi Serat

Ilustrasi beras merah/Foto: Freepik.com/magnific

Serat sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Namun, mengonsumsi makanan tinggi serat secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Makanan tinggi serat meliputi sayuran mentah, lentil, kacang-kacangan, dan beras merah. 

Jika ingin meningkatkan asupan serat, lakukan secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Jangan lupa minum air yang cukup, karena cairan membantu serat bekerja dengan baik dan memudahkan proses pencernaan. 

6. Jagung

Ilustrasi jagung/Foto: Freepik.com/jcomp

Jagung sering kali menjadi camilan yang banyak disukai orang, baik dalam bentuk jagung rebus, jagung bakar, maupun camilan berbahan dasar jagung. Namun, karena termasuk makanan yang sulit dicerna, maka sebagian orang mungkin akan melihat potongan kulit jagung masih tampak di tinja setelah mengonsumsinya.

Hal ini dapat terjadi lantaran kulit luar biji jagung mengandung selulosa, yaitu sejenis serat yang tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh tubuh. Akibatnya, sebagian kulit jagung dapat keluar bersama tinja. Sementara itu, sebagian orang yang memiliki pencernaan sensitif, konsumsi jagung secara berlebihan juga dapat menyebabkan perut kembung atau gas.  

7. Pemanis Buatan

Ilustrasi pemanis buatan/Foto: Freepik.com/magnific

Salah satu pemanis buatan yang paling sering menyebabkan gangguan pencernaan adalah sorbitol. Pada sebagian orang, konsumsi sorbitol dapat menyebabkan perut kembung, gas, kram, atau diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

Itulah beberapa makanan yang sulit dicerna tubuh. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE