7 Fakta tentang Fat Choy yang Lagi Viral, Topping Mirip Rambut yang Melambangkan Kemakmuran

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Selasa, 14 Jul 2026 07:00 WIB
5. Rasanya Sangat Ringan dan Cocok untuk Topping
Rasanya Sangat Ringan dan Cocok untuk Topping/Foto: Pexels.com/ MART PRODUCTION

Beauties, saat mendengar ucapan "Gong Xi Fa Cai" atau "Kung Hei Fat Choy", mungkin kamu langsung mengaitkannya dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Namun, tahukah kamu bahwa fat choy juga merupakan nama sebuah bahan makanan yang memiliki makna simbolis dalam budaya Tionghoa?

Dirangkum dari Tasting Table, fat choy bukan sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga dianggap sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan saat perayaan Tahun Baru Imlek. Yuk, kenali beberapa fakta menarik tentang fat choy yang lagi viral berikut ini!

1. Fat Choy Bukan Sayuran Biasa

Fat Choy Bukan Sayuran Biasa/Foto: Pexels.com/ Pelageia Zelenina

Beauties, meski namanya terdengar mirip dengan bok choy, fat choy sebenarnya bukan sayuran berdaun. Fat choy memiliki nama ilmiah Nostoc flagelliforme, yaitu sejenis cyanobacteria yang tumbuh di daratan kering, bukan di laut seperti rumput laut.

Menurut Journal of Microbiology and Biotechnology, fat choy merupakan sejenis cyanobacteria atau bakteri fotosintetik yang tumbuh di daerah padang rumput dan wilayah kering. Dalam kondisi kering, bentuknya menyerupai helaian rambut tipis berwarna hitam atau cokelat tua sehingga tampilannya cukup unik dibandingkan bahan makanan lainnya.

Bagi para penikmat kuliner Tiongkok, fat choy bukanlah makanan sehari-hari. Ini adalah salah satu dari beberapa makanan yang disajikan untuk Tahun Baru Imlek dan acara-acara khusus lainnya, seperti reuni keluarga. Sebagai makanan ritual, fat choy memiliki nilai simbolis untuk membantu orang memulai tahun dengan sebaik-baiknya.

2. Menjadi Simbol Kemakmuran saat Imlek

Menjadi Simbol Kemakmuran saat Imlek/Foto: Pexels.com/ Anthony Dalesandro

Salah satu alasan utama fat choy begitu populer saat Imlek adalah karena pelafalannya mirip dengan ungkapan dalam bahasa Kanton yang berarti menjadi kaya atau mendapatkan kemakmuran.

Beauties, dalam budaya Tionghoa, permainan bunyi atau pelafalan memiliki makna yang sangat penting. Oleh karena itu, makanan yang memiliki nama atau bunyi yang menyerupai kata-kata positif sering disajikan pada momen-momen spesial sebagai simbol doa dan harapan.

Karena filosofi tersebut, fat choy hampir selalu hadir dalam hidangan perayaan Tahun Baru Imlek bersama makanan simbolis lainnya yang melambangkan umur panjang, kebahagiaan, dan keberuntungan.

3. Harganya Relatif Mahal

Harganya Relatif Mahal/Foto: Pexels.com/ Sam Lion

Fat choy termasuk bahan makanan yang cukup mahal karena ketersediaannya terbatas. Tingginya permintaan saat Tahun Baru Imlek membuat harga bahan ini bisa meningkat dibandingkan bahan makanan lainnya. Bagi masyarakat Tionghoa, harga yang lebih tinggi sering kali dianggap sepadan dengan nilai tradisi dan makna keberuntungan yang dibawa oleh fat choy.

Selain itu, di pasaran juga beredar produk tiruan yang dibuat dari bahan lain agar menyerupai fat choy asli. Karena itu, pembeli biasanya perlu lebih teliti saat memilih produk.

Kamu dapat membedakan fat choy asli dan yang palsu berdasarkan warnanya. Fat choy kering memiliki warna hijau kebiruan yang berubah menjadi hitam saat dimasak. Sedangkan fat choy bautan selalu berwarna hitam baik kering maupun setelah dimasak.

4. Membutuhkan Waktu Cukup Lama untuk Memasaknya

Membutuhkan Waktu Cukup Lama untuk Memasaknya/Foto: Pexels.com/ Mikhail Nilov

Untuk membuat hidangan Tahun Baru Imlek, tentu membutuhkan waktu lama. Menjelang Tahun Imlek, semua keluarga tentu disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk merayakan Imlek. Jika kamu terburu-buru, cara termudah untuk menyajikan fat choy adalah dengan merendamnya dengan air selama 30 menit. Kemudian pindahkan ke panci sup atau rebusan. 

Metode memasak lainnya yang lebih teliti, membutuhkan waktu lama untuk perendaman berulang. Perendaman berulang bertujuan untuk menghilangkan jenis debu dan partikel kecil yang sembunyi di dalam untaian fat choy yang keriting. 

5. Rasanya Sangat Ringan dan Cocok untuk Topping

Rasanya Sangat Ringan dan Cocok untuk Topping/Foto: Pexels.com/ MART PRODUCTION

Kalau membayangkan fat choy memiliki cita rasa yang kuat seperti rumput laut, ternyata kenyataannya berbeda. Fat choy justru hampir tidak memiliki rasa sehingga lebih berfungsi sebagai penyerap bumbu dalam masakan.

Cara paling tradisional untuk menikmati fat choy sebagai lauk adalah dengan merebusnya bersama jamur yang diawetkan atau tiram kering. Sayuran kering perlu dibersihkan dan dibilas sebelum dimasak, yang juga akan membantu menghidrasinya kembali.

Untuk jamur, fat choy cocok dipadukan dengan beberapa varietas Asia Timur, seperti shitake atau jian shou qing. Kamu bisa menumis tiram dan jamur terlebih dahulu untuk mengeluarkan rasa umami sebelum mencampurkan fat choy, atau cukup merebus sayuran dengan fat choy dalam kaldu.

Dengan cara apa pun, bahan-bahan ini akan memberikan aroma dan rasa khasnya pada fat choy. Jangan ragu untuk menambahkan bumbu dan minyak tambahan, terutama untuk tumisan, saus tiram sangat baik untuk memberikan rasa gurih dan asin yang menyegarkan untuk menyambut keberuntungan dan kemakmuran.

6. Bagaimana dengan Nilai Gizi Fat Choy?

Bagaimana dengan Nilai Gizi Fat Choy?/Foto: Pexels.com/ Vegan Liftz

Beauties, kamu pasti sering mendengar bahwa sayuran baik untuk kesehatan tubuh. Namun, untuk fat choy, nilai gizi yang terkandung di dalamnya agak diragukan. Meskipun memiliki kemiripan dengan alga dan rumput laut yang kaya gizi, berbeda dengan fat choy.

Menurut Powing, fat choy juga memiliki khasiat yang kuat untuk meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah tinggi, dan membantu meringankan sembelit dan dahak. Selain itu, fat choy secara alami rendah lemak dan kolesterol.

Namun, tidak semua pecinta kuliner percaya akan nilai gizi pada fat choy. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ALS menunjukkan bahwa sampel fat choy mengandung jejak beta-N-methlamino-L-alanine (BMAA), yaitu asam amino beracun dengan nama yang sulit diucapkan yang telah dikaitkan dengan penyakit neurologis yang menyerang fungsi kognitif kita. Ini mungkin menjadi penyebab kekhawatiran. 

Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua fat choy yang dijual mengandung BMAA, sebagian karena begitu banyak fat choy yang beredar di pasaran adalah palsu. Selain itu, makanan lezat ini bukanlah hidangan sehari-hari, jadi jumlah konsumsi yang sangat sedikit mungkin tidak berbahaya seperti yang disarankan oleh penelitian tersebut. 

7. Banyaknya Permintaan Membuat Petani Membuka Lahan Baru

Banyaknya Permintaan Membuat Petani Membuka Lahan Baru/Foto: Pexels.com/ Lạc Liil

Fat choy memiliki sejarah panjang dalam budaya Tiongkok. Ironisnya, panen fat choy telah dilarang di Tiongkok selama lebih dari dua dekade. Alasannya adalah fat choy telah dibudidayakan secara berlebihan, yang telah merusak lingkungan di banyak bagian provinsi barat laut negara tersebut.

Meskipun rumput laut dapat menjadi tanaman yang berkelanjutan, permintaan fat choy di Tiongkok telah menyebabkan petani memperluas lahan mereka secara berlebihan untuk menanam tanaman. Fat choy adalah sayuran yang sulit tumbuh dan, seperti yang disebutkan Quartz, petani membutuhkan lahan seluas 16 stadion sepak bola untuk menanam hanya 100 gram fat choy.

Hal ini secara bertahap menyebabkan tanah menipis, erosi, dan penggurunan yang parah di daerah yang sudah kering. Meskipun pejabat di Beijing telah membatasi budidaya fat choy, sehingga menaikkan harganya, fat choy masih mudah didapatkan oleh konsumen, meskipun sebagian besar sekarang palsu.

Fat choy bukan sekadar bahan makanan khas Imlek. Di balik bentuknya yang unik, tersimpan filosofi tentang harapan akan kemakmuran, sejarah budaya yang panjang, hingga pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam. Itulah yang membuat fat choy tetap menjadi salah satu hidangan paling ikonik dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE